Pati. Berita10 – Wakil Ketua I DPRD Pati Hardi mengungkapkan, pihaknya telah memperoleh laporan kekeringan yang melanda sejumlah desa di wilayah Kabupaten Pati. Situasi ini dilaporkan sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengusulkan pembuatan sumur bor kepada pemerintah pusat di Kabupaten Pati dalam mengatasi masalah kekeringan yang kerap terjadi.
“Masyarakat di wilayah Kabupaten Pati mulai bulan Aguatus hingga Nopember ini banyak sumur yang sumbernya mulai menipis. Terutama di wilayah Gabus, Jaken, Jakenan, Pucakwangi dan daerah lain membutuhkan air bersih,” katanya. Mengatasi masalah kekeringan ini, pihaknya mengusulkan sumur bor kepada Kementerian Pertanian. Usulan tersebut sebagai bentuk upaya jangka panjang untuk mengatasi kekeringan di wilayah Kabupaten Pati
Politikus sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Pati ini menyebut ada seribu titik yang diusulkan untuk sumur bor. Usulan itu meliputi wilayah yang sering terdampak masalah kesulitan air bersih. Hardi yakin dengan adanya sumur bor nantinya dapat menyelesaikan masalah kekeringan. Sehingga akan meringankan beban masyarakat yang wilayahnya dilanda kekeringan disaat sekarang ini.“Di samping untuk air minum, juga untuk kebutuhan tanaman pertanian,” katanya.
Sesuai data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati saat ini ada 26 desa yang terdampak kekeringan. Puluhan desa itu tersebar di 10 kecamatan, antara lain Kecamatan Gabus, Jakenan, Jaken, Pucakwangi, Tambakromo, Winong, Pati, Sukolilo, dan Kayen. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga telah melakukan penanganan kekeringan. Sekitar 6 hingga 8 tangki air bersih yang selalu dikirim secara bergantian ke wilayah yang mengalami dampak kekeringan saben harinya. Gos