11 September 2026
Pati, Berita10 – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) tengah merealisasikan pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran 2026. Plt Sekretaris DPUTR Kabupaten Pati, Widyotomo Kusdiyanto, mengungkapkan bahwa seluruh paket strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur jalan yang mantap dan berkualitas bagi masyarakat.
Dia menyebut, terdapat 10 paket pengadaan barang dan jasa strategis sektor jalan dengan nilai yang besar telah ditetapkan guna mendongkrak konektivitas dan perekonomian daerah. Adapun seluruh proyek ini mengacu pada Keputusan Bupati Pati Nomor: 000.3.1/0901 Tahun 2026 tentang Penetapan Pengadaan Barang/Jasa Strategis. Widyotomo Kusdiyanto mengungkapkan Selain itu, terdapat paket rehabilitasi jalan di wilayah Sukolilo, Rehabilitasi Jalan Galiran – Batas Kabupaten Kudus, Kuwawur-Wegil Kecamatan Sukolilo (Konsolidasi) dengan anggaran Rp 6,85 miliar.
Dia berharap perbaikan ruas jalan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas warga, distribusi barang, serta akses menuju pusat-pusat kegiatan masyarakat di wilayah Sukolilo dan sekitarnya diharapkan semakin lancar,” tandasnya.
“Penetapan paket-paket strategis ini bukan sekadar mengejar pembangunan fisik, melainkan juga memenuhi salah satu indikator penilaian Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kami ingin memastikan prosesnya berjalan transparan dan akuntabel sejak awal,” ujar Widyotomo.Terkait mekanisme pemilihan penyedia jasa pada tahun anggaran ini, Widyotomo memaparkan bahwa DPUTR Pati menerapkan metode E-Purchasing melalui Katalog Elektronik dengan sistem Mini Kompetisi, sesuai dengan regulasi LKPP Nomor 93 Tahun 2025.
Ia mengungkapkan, di tahun 2026 ini, semua pengadaan barang dan jasa strategis di DPUTR Kabupaten Pati menggunakan metode mini kompetisi.“Melalui metode ini, para penyedia yang sudah tayang di e-katalog akan berkompetisi secara sehat, sehingga pemerintah bisa mendapatkan harga terbaik dengan kualitas spesifikasi teknis yang tetap terjaga optimal,” paparnya. Gos