DPRD Prihatin Keracunan MBG di Pati Tembus 269 Orang, Pemkab Tetapkan KLB

Pati, berita10 Jumlah siswa dan guru dari tiga sekolah di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah. Total sebanyak 269 korban telah mendapatkan penanganan medis, dengan 59 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Puluhan korban dirawat di empat rumah sakit. Rinciannya, 24 korban di RSUD RAA Soewondo, 13 korban di RS Mitra Bangsa, 20 korban di Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) dan dua korban di RS Fastabiq Sehat. Sementara itu, 138 korban lainnya menjalani rawat jalan. Sebelumnya, tercatat 104 korban dirawat di RS Soewondo, 31 korban di RS Mitra Bangsa dan tiga korban di Puskesmas Gembong.

Kasus tersebut mengundang keprihatinan Anggota Dewan Pati Teguh Bandang Waluyo dengan jatuhnya korban dari kalangan anak-anak atau pelajar di wilayah Gembong yang terkapar sampai jumlah yang begitu banyak. Akibatnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah menetapkan kasus dugaan keracunan MBG tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan dilakukan untuk memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan mendapat penanganan medis.

Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan menu MBG dan diduga menjadi sumber keracunan. Hal itu disampaikan Trenggono usai menjenguk korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra dan sejumlah pejabat Pemkab Pati. Trenggono memastikan kondisi para korban yang masih dirawat terus membaik.“Masih ada 59 yang masih dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi yang segera pulih, tidak ada yang kondisinya mengkhawatirkan, mungkin beberapa waktu ke depan juga sudah lebih baik,” katanya. Gos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses