WARTAWAN TIGA JAMAN MASIH EKSIS DI USIA TUA

Pati, Berita10 – Nama Adjar Trisno (75 th) di kalangan masyarakat dan jajaran pejabat di Pati sudah tidak asing lagi. Kiprahnya sebagai seorang wartawan sudah dijalani sejak tahun 1968. Lelaki asal desa Waturoyo Margoyoso Pati ini memulai profesi tulis menulis di Koran Suara Merdeka, kemudian di Koran Republika, Koran Angkatan Bersenjata dan terakhir di Harian Pelita. Kiprahnya sebagai wartawan sudah dijalani selama 45 tahun dengan bertugas di wilayah Jateng dan pernah melakukan peliputan di Jakarta.

Di usia yang semakin senja Adjar Trisno masih tetap semangat dan eksis dalam peliputan di Pati. Hasil karyanya kerap kali dikirimkan ke sejumlah media online. Kerja freelance yang dilakukannya memberikan informasi yang aktual terutama peristiwa atau kejadian yang ada di sekitar Pati. Informasi yang diberikan setidaknya memberikan arti yang sebenarnya sebagai seorang wartawan yang paling senior. Adjar Trisno mengakui jika cita-citanya dulu ingin menjadi tentara. Namun karena sang ibu memohon supaya dirinya tidak jadi mendaftar sebagai tentara.

Mengingat dirinya merupakan anak tunggal dan sangat disayangi ibunya. Apabila memang dirinya dulu jadi tentara tentu pangkatnya sudah tinggi. Namun karena cintanya pada orang tua niatnya untuk masuk tentara diurungkan. Di usia menginjak 22 th dirinya bertekat masuk menjadi kuli tinta di media koran. Pahit getirnya sebagai wartawan jaman orde lama pernah dijalani. Setiap peliputan dirinya kerap kali jalan kaki dan naik sepeda. Bahkan apabila nasib baik dan ada uang naik angkutan kereta api.

Selama menjadi wartawan di orde lama sangatlah susah dan harus penuh perjuangan. Adjar Trisno di waktu muda merupakan sosok wartawan yang berani menulis dengan kebenaran. Hasil karyanya sudah menghiasi tulisan koran-koran nasional. Selain sebagai wartawan tangguh dirinya juga tercatat sebagai anggota PWI Jateng di tahun 1983. Sisa-sisa kejayaannya masih terlihat jelas ketika ikut bersama-sama melakukan peliputan dengan wartawan muda. Sosoknya sangat supel, mudah bergaul dan bergurau menjadikan dirinya dikenal di kalangan para pejabat dan SKPD.

Dengan penampilan yang sederhana dan santai kerap kali sosoknya terlihat di penjuru Pati. Walau usianya yang sudah uzur namun untuk melakukan peliputan tidak mau kalah dengan wartawan muda. Jarak tempuh dari rumahnya sekitar 30 km ke Pati menjadi hal yang biasa dengan kendaraan roda duanya. Kiprahnya menjadi contoh yang baik di kalangan insan pers. Dirinya merupakan wartawan senior tiga jaman baik orde lama, orde baru dan reformasi yang masih eksis dan berkiprah sebagai jurnalis.

Ditemui di tempat tinggalnya yang sederhana Adjar Trisno terlihat ceria dan bahagia melhat kehadiran sejumlah awak media berkunjung di rumahnya. (22/08/2020)
Dirinya merasa bangga dan kagum jika melihat wartawan Pati punya jiwa jurnalistik kuat. Dirinya berpesan supaya seorang wartawan harus bisa menulis, membuat berita sesuai kebenaran dan tanggung jawab. Jangan sampai seorang wartawan kerjanya kesana kemari tidak punya karya liputan, bahkan ada yang berpenampilan pakaian keren pakai kartu pers di dada namun tidak punya hasil tulisan peliputan. Dirinya prihatin masih banyak dijumpai sejumlah oknum yang mengaku wartawan untuk menyalah gunakan profesi.

Adjar yang sewaktu muda dikenal tajam dalam membuat tulisan mengajak para wartawan untuk profesional dalam tugasnya dan tidak melanggar kode etik jurnalistik. Dirinya mengakui walau usianya semakin tua namun semangat untuk berkarya dalam menulis tetap dilakukan dengan benar dan bertanggung jawab. Goes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses