WABUP SAFIN OPTIMIS GARAM BISA JADI PENOPANG EKONOMI PATI

Pati, Pemerintah Kabupaten Pati mengadakan review kegiatan usaha garam rakyat. (6/12). Acara yang bertempat Hotel Safin ini diikuti oleh 70 orang peserta. Terdiri dari paguyuban petani garam dan pengusaha garam di Kabupaten Pati dengan menghadirkan narasumber Indri Kusindriani dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Wakil Bupati Saiful Arifin dan Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Edy Martanto, turut hadir dalam acara ini.

Wakil Bupati Saiful Arifin saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa Kabupaten Pati menjadi salah satu penghasil garam penopang nasional, karena potensi garam kabupaten Pati cukup bisa diperhitungkan. Menurutnya garam ini bisa menjadi salah satu penopang ekonomi Kabupaten Pati, jika benar- benar dikelola. Ia mengatakan, garam merupakan salah satu peluang karena kurang lebih sejauh 60 km pesisir pantai Kabupaten Pati berpotensi untuk tambak garam ikan maupun udang. “Maka dari itu kami meminta dukungan kepada pemerintah pusat untuk memberikan fasilitas kepada Kabupaten Pati ini agar pergaraman di Pati ini dapat berkembang,” ujarnya.

Safin menegaskan, potensi garam yang begitu besar dapat mengatasi masalah impor garam di Indonesia. “Kalau kita impor tentu tidak tepat, karena potensi garam disini, saya rasa cukup dan kita mampu tanpa harus impor garam. Dan kalau impor tentu saja merugikan petani garam sendiri khususnya di Kabupaten Pati,” tegas Wabup.

Lebih lanjut Safin menghimbau agar produksi garam di Kabupaten Pati ditingkatkan ke arah industri, agar hasil garam Pati bisa siap konsumsi. Mengingat saat ini produksi garam di Pati masih perlu diolah, sehingga ia optimis jika industri garam berkembang di Kabupaten Pati akan berdampak baik pada kemajuan daerah ini.
“Kita sudah bagus di Indonesia kita sudah dua besar nasional, tapi masih dalam tahap bukan garam industri. Kalau sudah masuk garam industri alangkah luar biasanya lagi kabupaten Pati ini,” ungkap Safin.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati mengatakan harapannya agar Kabupaten Pati bisa menyokong produksi garam nasional kurang lebih 20%. Dihadapan narasumber, Safin pun mengungkapkan bahwa Pati butuh dorongan dari pusat.
“Kendalanya kita adalah kalau produksi melimpah harga bisa turun dan itu bisa menjadi momok bagi petani garam dan kadang ditambah impor garam yang tidak melihat stok yang ada di pasar,” imbuh Wabup.

Di akhir sambutannya Safin mengungkapkan 2.856 hektar lahan garam di Kabupaten Pati saat perlu dimaksimalkan oleh pemerintah pusat. Ia berharap adanya dukungan infrastruktur dan alat- alat yang lebih modern supaya produksi garam di Kabupaten Pati lebih meningkat. Hms/Gs

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.