DPRD Soroti Penurunan Drastis PKL Pati di Alun-alun Kembangjoyo

Pati, Berita10 – Fenomena merosotnya jumlah PKL Pati ini memicu kritik tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Pemerintah daerah dinilai memiliki pekerjaan rumah (PR) besar untuk segera merumuskan kebijakan nyata yang tidak sekadar pencitraan. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa nasib PKL harus menjadi perhatian serius karena mereka adalah ujung tombak ekonomi lokal masyarakat bawah.

Joni kembali mengingatkan peran historis dan krusial pedagang kecil dalam menjaga perputaran uang di tingkat desa hingga kabupaten, terutama saat masa krisis melanda negara. “PKL ini penopang ekonomi Indonesia. Kita krismon kayak apa masyarakat bekerja dari tingkat desa, ada PKL di situ, pasti ekonomi berputar. Inilah yang perlu ditingkatkan dan dilestarikan. Jangan dibunuh,” ungkapnya.

“PKL penting dalam peningkatan ekonomi lokal. Jadi memang PKL itu kalau di Perpres dan Kemendagri jelas kita harus membina dan merawat PKL,” tegasnya.Ia mendesak agar setiap rencana dan kebijakan penataan kawasan PKL dikomunikasikan secara matang lintas sektoral.“Terutama pemimpin daerah dan OPD terkait. Itu harus melibatkan unsur DPRD, tokoh masyarakat dan PKL itu sendiri untuk merembug. Entah itu penataannya, pemindahan lokasi, penutupan lokasi atau pemberdayaan PKL penting,” ucapnya.

Terkait sepinya Alun-alun Kembangjoyo, Ketua DPC Partai Demokrat Pati itu mengaku prihatin dengan kondisi fasilitas yang kurang terawat. Ia menyayangkan tidak adanya petugas kebersihan atau pengelola teknis resmi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang menaungi fasilitas umum tersebut.

“Kita malu. Dulu 360 PKL sekarang 20 PKL. Saya senang kemarin langkah-langkah Pak Plt Bupati yang kerja bareng, gotong royong untuk membersihkan,” sebutnya. Menurutnya, pemerintah mutlak hadir untuk mengayomi pemberdayaan UMKM, bukan sebaliknya memberikan beban tambahan kepada pedagang.

Kondisi memprihatinkan kini dialami para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Alun-alun Kembangjoyo Pati. Pusat UMKM yang dulunya ramai tersebut kini sepi pengunjung, bahkan jumlah pedagangnya anjlok drastis dari 360 orang menjadi hanya tersisa 20 pedagang saja. Gos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses