Pati, Berita10 – Politikus dari Partai Gerindra dekaligus Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Hardi ini menilai saat ini insentif guru TPQ baru Rp75 ribu per bulan. Perlu ditambah mengingat peran vital guru TPQ dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, kesejahteraan mereka harus dipikirkan secara serius oleh pemerintah daerah agar sebanding dengan pengabdiannya. “Kita akan upayakan agar guru TPQ mendapatkan tambahan insentif, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengurus Lembaga Pendidikan Al-Qur’an,” tegasnya.
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Hardi, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di daerahnya. Hal ini menyusul fakta bahwa insentif yang diterima para pendidik agama tersebut dinilai masih sangat minim.
“Saat ini insentif guru TPQ baru Rp75 ribu per bulan. Keluhan ini akan saya tampung dan nanti akan kita sampaikan saat pembahasan anggaran di Badan Anggaran (Banggar) DPRD,” ucap Hardi. Politikus dari Partai Gerindra ini menilai, nominal tersebut perlu ditambah mengingat peran vital guru TPQ dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, kesejahteraan mereka harus dipikirkan secara serius oleh pemerintah daerah agar sebanding dengan pengabdiannya.
“Kita akan upayakan agar guru TPQ mendapatkan tambahan insentif, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pengurus Lembaga Pendidikan Al-Qur’an,” tegasnya. Hardi menambahkan, guru TPQ memiliki andil besar bagi masa depan generasi penerus bangsa. Merekalah garda terdepan yang mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an dan menanamkan nilai-nilai moral sejak dini.“Harapannya agar anak-anak ini rajin membaca Al-Qur’an. Kalau mereka rajin mengaji dan paham artinya, insyaallah akan terbentuk generasi yang berakhlakul karimah,” ungkapnya. Gos