Pati, Berita10 – Sejumlah petani di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati mengeluhkan serangan wereng pada tanaman padi mereka yang mengakibatkan padi menjadi kerdil dan tidak membuahkan hasil (hampa). Sehingga menimbulkan kerugian cukup besar. Menanggapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muslihan ikut prihatin dengan kondisi tanaman padi yang saat ini terserang hama wereng.“Sebelumnya banyak petani yang gagal panen akibat kemarau, dan saat ini dengan kondisi kemarau panjang, tanaman juga sangat rentan terkena hama,” tuturnya.
Politisi Partai PPP Kabupaten Pati tersebut juga menyarankan agar para petani bisa mencoba menggunakan biosoka, karena itu bisa menekan kebutuhan pupuk kimia hingga 50 persen. “Kalau tanaman ini asem-aseman atau pH rendah, itu bisa menghambat pertumbuhan, jadi alangkah bagusnya mencoba biosoka, karena dia mempunyai daya tumbuh yang luar biasa,” katanya. Sementara itu, Salah satu petani di wilayah Kecamatan Tayu, Abdul Hamit mengaku bahwa permasalahan ini sudah terjadi dalam beberapa pekan, hanya saja belum ada solusi dari pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut.
“Permasalahan ini hampir merata dialami para petani di Kecamatan Tayu, dan kami juga belum ada solusi untuk hal ini,” ucapnya saat dimintai keterangan belum lama ini. Menurutnya, para petani saat ini kebanyakan lebih memilih menjual bibit padi sebelum masa panen. Hal ini dilakukan karena jika harus menunggu padi berbuah, dipastikan akan mengalami kerugian cukup besar. “Para petani ini lebih memilih menjual bibit padi pasca masa tanam, karena padi tidak bisa ditunggu sampai berbuah, karena hasilnya justru hampa,” imbuhnya. Gos/ Red