Pati, Barita10 – Menanggapi naik turunnya harga tersebut, salah satu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Bambang Susilo meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati lebih cerdas lagi dalam mengatasi naik dan turunnya harga. Sehingga tak ada yang dirugikan baik konsumen maupun pedagang.
Harga sejumlah bahan pokok (Bapok) di wilayah Kabupaten Pati sempat tinggi. Misalnya, harga beras di pertengahan bulan April lalu mencapai angka Rp15.800 per kilogram untuk jenis premium. Sedangkan beras jenis medium di angka Rp15.000 per kilogram. Namun harga beras di bulan Mei tepatnya pada Rabu kemarin mengalami sedikit penurunan. Dimana harga beras premium Rp15.500 per kilogram. Sedangkan harga beras medium Rp 14.000 per kilogram.
Sedangkan harga komoditas lainnya pada Rabu lalu berdasarkan data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) diantaranya gula pasir medium Rp17.000 per kilogram, daging sapi murni (has) Rp120.000 per kilogram, daging ayam kampung Rp75.000 per kilogram, telur ayam ras Rp29.000 per kilogram, tomat Rp17.000 per kilogram, dan Minyakita Rp15.000 per liter.
“Kembali pemerintah kabupaten harus cerdas dalam menyikapi terjadi gejolak (itu). Terkait dalam hal ini terkait dengan dinas teknis,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Pati. Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati menyampaikan bahwa naik dan turunnya harga merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri. karena memang hukum pasar.
Pihaknya sendiri telah melakukan sejumlah upaya untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil, seperti menggelar pasar murah. Selain itu, Pemkab Pati juga telah melakukan sidak ke pasar untuk memastikan tak ada permainan harga dan stok bahan pokok masih aman. Gos/ Red
