Proyek Perbaikan Jalan Masih Menunggu, Dinas PU Pati Fokuskan Penambalan Lubang

Pati, Berita10 – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati saat ini masih menunggu instruksi pimpinan serta proses asistensi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perbaikan jalan rusak di Kabupaten Pati belum juga berjalan meski total kerusakan mencapai ratusan kilometer. Selain itu, tahapan asistensi KPK juga menjadi bagian dari proses yang harus dilalui sebelum pengerjaan dimulai. Sembari menunggu kejelasan tersebut, DPUTR Pati melakukan langkah penanganan sementara melalui pemeliharaan jalan. Fokusnya adalah penambalan lubang di sejumlah ruas yang dianggap rawan dan membahayakan pengguna jalan, seperti Jalan Kolonel Sunandar, Sugiyono, dan Mr. Iskandar.

Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, menjelaskan bahwa proyek perbaikan jalan belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu arahan resmi dari Plt Bupati Pati. Untuk kegiatan ini, DPUTR mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penambalan jalan berlubang menggunakan material aspal panas, dengan prioritas pada titik-titik kerusakan yang paling parah. Menurut Hasto, penambalan dilakukan menyesuaikan kondisi kerusakan di lapangan. Beberapa ruas yang sudah ditangani antara lain Wedarijaksa–Jetak, wilayah dalam Kota Pati, Juwana–Guyangan, hingga Jalan Mr. Iskandar.

Pemeliharaan akan terus dilakukan secara bertahap sambil menunggu proyek perbaikan utama direalisasikan. Nantinya, pelaksanaan proyek akan mengacu pada skala prioritas yang telah ditentukan. Berdasarkan data DPUTR Pati, total panjang jalan rusak mencapai sekitar 250 kilometer. Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah menargetkan penanganan di 80 titik sepanjang tahun 2026.

Pemkab Pati juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp200 miliar melalui APBD murni 2026. Namun, dana itu tidak hanya difokuskan untuk perbaikan jalan, melainkan juga pembangunan sejumlah jembatan. Meski demikian, perbaikan infrastruktur jalan di Pati masih menjadi tantangan besar. Tahun ini, penanganan ditargetkan mencapai sekitar 100 kilometer, sementara sisa kerusakan masih berkisar 200 kilometer. Gos/ Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses