Pati, Berita10 – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Warsiti berharap ada solusi dimana tikus yang menyerang tanaman pertanian dari mulai jagung hingga padi di wilayah Pati Selatan sangat menganggu para petani. Akibatnya, produktivitas pertanian pun terdampak. Hasil pertanian menjadi kurang maksimal, bahkan ada yang mengalami gagal panen.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Warsiti berharap ada solusi yang dihadirkan. Ia sendiri mengaku prihatin atas hal tersebut. “Karena banyaknya hama apalagi ini menghadapi musim kemarau dimana yang di selatan itu banyak tanaman-tanaman yang tidak bisa dipanen,” lanjutnya.“Untuk pertanian kita ya mas, ini kan petani-petani ini sangat memprihatinkan untuk Pati, apalagi Pati selatan,” ungkapnya.
Menurut politisi partai PDIP ini, perlu ada upaya untuk meminimalisir keberadaan hama tikus tersebut. Apalagi keberadaan tikus tersebut sudah dinilai merugikan petani. Pemerintah setempat pun diharapkan ikut berperan membantu dalam membarantas hama tikus yang semakin merebak.
“Kami berharap ada tindakan yang konkret dari Pemerintah Daerah sehingga kami berharap ada tindakan yang konkrit dari Pemerintah Daerah sehingga itu bisa meminimalisir hama-hama yang ada di selatan,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto mengaku sudah ada bantuan prestisida dari Kementerian Pertanian pada akhir 2025 lalu meliputi Rodentisida 46,55 ton, Moluskisida 14 ton, Fungisida 25 ton, Insektisida 26.500 liter dan Herbisida 17.500 liter.
Prestisida itu bisa dimanfaatkan untuk membasmi tikus di lahan padi. Sedangkan untuk jagung, belum ada bantuan.“Untuk pestisida kami tetap menggandeng PUPT yang notabene itu adalah petugas dari Provinsi Jawa Tengah, karena itu adalah memanfaatkan pestisida bantuan itu tidak seperti bantuan-bantuan yang lain,” ujarnya. Gos/ Red
