DPRD Kabupaten Pati Apresiasi Aksi Damai dan Kondusif Ribuan Nelayan

Pati. Berita10 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati memberikan apresiasi terhadap aksi demonstrasi nelayan yang berjalan kondusif. Ketua DPRD  Ali Badruddin beserta jajaran DPRD Kabupaten Pati mengapresiasi dan mengucapakan terimakasih kepada rekan-rekan nelayan yang telah menyampaikan aspirasinya secara damai dan kondusif balam aksi demo di Alun-alun Simpang Lima Pati.

Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin, turut menemui massa aksi dan menyatakan dukungan penuh terhadap tuntutan nelayan. Ia menegaskan bahwa DPRD akan ikut mengawal aspirasi tersebut hingga ke pemerintah pusat. “Kami DPRD mendukung dan setuju atas tuntutan nelayan untuk menurunkan harga BBM yang memberatkan nelayan,” sebut Ali dihadapan massa. Menurutnya, peran nelayan sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan, sehingga kebijakan yang mendukung keberlangsungan mereka perlu segera diwujudkan.“Kami juga sama akan mengawal tuntutan nelayan ke pusat. Karena nelayan sudah terbukti sebagai penyangga pangan,” terangnya. DPRD Pati berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi tersebut agar pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah konkret.

“Kami akan mengawal sehingga pemerintah pusat bisa mengakomodir tuntutan nelayan supaya bisa melaut,” pungkasnya. Aksi ini menjadi bentuk tekanan sekaligus harapan agar kebijakan harga BBM dapat lebih berpihak kepada nelayan, sehingga aktivitas melaut kembali normal dan kesejahteraan mereka terjaga.

Ribuan nelayan di Kabupaten Pati menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Simpang Lima Pati pada Senin (4/5/2026). Aksi ini dipicu oleh tingginya harga BBM non-subsidi yang mencapai Rp 30 ribu per liter, sehingga berdampak langsung pada aktivitas melaut. Kenaikan harga tersebut membuat banyak nelayan kesulitan beroperasi. Sejumlah kapal bahkan dilaporkan tidak bisa melaut karena biaya operasional yang semakin tinggi, sehingga mengancam pendapatan nelayan dan pasokan hasil perikanan.

Aksi demonstrasi itu diikuti oleh ribuan nelayan muara Sungai Juwana, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati. Aksi itu digelar di Alun-alun Simpang Lima Pati. Diketahui, ribuan nelayan itu menuntut kepada pemerintahan pusat untuk menurunkan harga BBM non subsidi khusus nelayan atau kapal nelayan di atas 30 GT. Harga BBM itu dipersoalkan karena dinilai terlalu tinggi yakni Rp30.000 per liter. Dari harga itu, nelayan menuntut agar harga tersebut turun menjadi Rp13.600 per liter.

Sementara itu, Kapolresta Pati, Kombespol Jaka Wahyudi mengatakan bahwa aksi demonstrasi nelayan hari ini berjalan dengan aman dan tertib. Adapun sebanyak 1.700 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan demo ini.“Hari ini kita sudah selesai melaksanakan pengamanan aksi terkait dengan tuntutan masyarakat nelayan,” kata Kombespol Jaka Wahyudi.Jaka mengatakan bahwa aspirasi telah dipenuhi oleh Plt Bupati Pati dan DPRD Kabupaten Pati. Aspirasi itu, bakal diteruskan Pemerintah Kabupaten Pati kepada Pemerintah Pusat. Gos/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses