Pati, Berita10 – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah memberikan pendapatnya terkait pemakaian baju adat untuk seragam dinas pegawai aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Ia menilai hal tersebut justru bisa menambah beban ekonomi bagi para pegawai. Hal ini karena mereka yang tak memiliki baju adat, harus membelinya agar bisa dikenakan saat bekerja.
“Bagaimanapun penerapan seragam baru berupa pakaian adat menambah beban ekonomi lagi,” ujar Muntamah Muntamah mengaku tak melarang imbauan tersebut, hanya saja ia merasa hal itu belum tepat untuk diterapkan saat ini. “Kondisi ekonomi kita belum pulih, kalau kondisi ekonomi sudah pulih maka sah-sah saja,” ujar anggota DPRD Pati tersebut.
Sebelumnya, tujuan dari adanya penggunaan pakaian adat ini adalah untuk menunjukkan identitas lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.Meskipun kini, penggunaan pakaian adat sebagai seragam dinas ASN menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Gos/Sol
