Pati, Berita10 – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia Narso menilai tambang galian C lebih banyak mempunyai mudarat atau kerugian daripada manfaat yang ditimbulkan. Menurut anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati Narso, tambang galian C menimbulkan kerusakan alam yang memerlukan perbaikan puluhan tahun.
Maka dari, ia menilai perlu ada kajian terkait tambang galian C ini. “Dari awal memang perlu kajian tersendiri mengenai kajian minerba gajian C ini. Saya sudah sampaikan itu. Termasuk yang lebih mahal itu adalah efek lingkungannya,” ujar politisi PKS. Selain merusak lingkungan dampak yang ditimbulkan kelestarian alam juga ikut terdampak sehingga hutan dan binatang yang ada disekitarnya semakin punah juga.
Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, perolehan pendapatan daerah dari pajak mineral bukan logam dan bebatuan (minerba) tidak sebanding dengan kerugian yang dialami akibat masifnya aktivitas pertambangan di bumi mina tani.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak tambang galian C ini hanya diproyeksikan mencapai Rp150 juta. Padahal, menurut hitungannya, dampak kerusakan jalan raya dan lingkungan yang ditimbulkan oleh tambang galian C ini mencapai miliaran rupiah. Gs
