Pati, Di masa pandemik Covid-19 di Kabupaten Pati banyak diantara warga Pati mencari celah kesibukan dengan membuat kreasi kerajinan kreatif dari bahan baku barang bekas. Listiana Ulfah warga dukuh Gembleb Kutoharjo Pati mencari celah peluang usaha dengan membuat kerajinan tangan berupa tempat tisu, tempat buku dan pensil, tikar dan bentuk lain dengan bahan plastik bekas minuman dan makanan.
Listiana mengakui jika di saat pandemik Covid-19 serta mendukung peraturan pemerintah untuk tetap beraktivitas namun di rumah, dirinya tetap bisa berkreasi dengan membuat kerajinan tangan dari bahan limbah. Adapun untuk bahan baku dirinya ambil dari kerabat, tetangga, teman dan lingkungan sekitar. Barang bekas tersebut dikumpulkan lantas dicuci bersih untuk dipotong sesuai bentuk kerajinan. Setelah itu dirangkai dan disambung satu sehingga bisa terbentuk kerajinan yang menarik. Bentuk kerajinan tangan yang dibuat sangat menarik sehingga tidak sedikit yang mencoba pesan dirinya.
Dirinya berusaha membuat bentuk kerajinan tangan yang inovatif dan menarik. Salah satunya bentuk tikar lantai yang bisa membutuhkan waktu satu bulan lebih dalam proses pembuatannya. Selain harus teliti juga dibutuhkan kesabaran dalam merangkai dan menyambungkan potongan bahan bakunya.
Untuk harga sangat variatif dari harga Rp.25.000 hingga ratusan seperti jenis tikar yang prosesnya lama.
Selain menekuni kerajinan tangan dari limbah plastik dirinya juga membuat makanan dan minuman Inovatif makanan rakyat berupa getuk krispi, pokes aneka rasa dan sejenisnya di rumah dengan harga Rp.1.000 per biji.
Untuk semua pesanan bisa dilayani dengan diantar langsung ke pelanggan untuk dalam kota Pati.
Listiana mengakui bahwa dalam kondisi saat ini harus kreatif dan inovatif dalam menghadapi Covid-19 di Kabupaten Pati.
