
Pati, Dampak pandemik Covid-19 yang saat ini belum berakhir, tidak menyiutkan niat wanita warga dukuh Jambean Sidokerto Pati untuk tetap menekuni olahan menu yang berbau ayam ingkung. Sugiarti wanita kreatif dan gigih ini tetap bertahan dengan usahanya dengan membuat ayam ingkung sesuai pesanan warga dan pelanggan.
Usaha yang dilakukan sebagai wujud supaya tetap bertahan di masa pendemik Covid-19 di Kabupaten Pati.
Dengan harga merakyat sesuai pesanan pelanggan dirinya siap untuk membuat ingkung ayam dari harga Rp. 100.000 hingga Rp. 200.000. Selain satu ekor ayam ingkung juga ditambah nasi, urapan dan sambal.
Untuk yang harga Rp. 100.000 cukup untuk tujuh orang adapun yang harga Rp. 200.000 cukup untuk 17 hingga 20 orang. Sifatnya luwes sesuai permintaan pesanan pelanggan atau warga. Sangat cocok jika untuk berbuka puasa bersama keluarga dan kerabat atau saudara, kata Giarti.
Disaat pandemik Covid-19 dirinya tetap bertahan dengan usahanya. Untuk memudahkan pembeli menikmati pesanan olahannya dirinya mendirikan warung presentatif yang berada di pinggir sawah. Lokasinya bernuansa desa dengan panorama persawahan, bangunan gubuk dan kolam ikan.
Selain mahir membuat ingkung ayam dirinya melayani menu lain berupa ikan dan ayam goreng bakar plus sambal terasi serta gorengan tempe dan mendoan jagung.
Pembeli atau pelanggan akan dimanjakan dengan santapan menu rakyat sekaligus menikmati panorama alam desa yang nyaman. Goes
