Prihatin Sekolah Rusak di Pati, Dewan: Segera Dicari Solusi!

Pati, Berita10 – Komisi D DPRD Pati melalui anggotanya, Muntamah, menyatakan prihatin dengan kondisi SD Kebonsawahan 01 yang rusak. Pihaknya prihatin dengan keadaan kelas yang tak memungkinkan untuk belajar tersebut. ”Harus ada solusi agar anak-anak ini nyaman dan aman dalam proses belajar. Disdik harus memberikan solusi. Apapun alasannya harus ada solusi,” tegasnya Lima ruangan di SDN Kebonsawahan 01, Juwana atapnya ambrol. Kondisi ini sudah setahun ruangan rusak. Para siswa terpaksa belajar di luar kelas. Ia kembali menegaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati harus memberikan solusi. Agar anak bisa belajar dengan aman dan nyaman.

Lima ruang rusak itu meliputi, ruang kantor, kelas 3, kelas 5, 2 ruang kelas 6. Dari pihak sekolah menyatakan, ruang kelas tersebut sudah rusak selama satu tahun. Sebulan terakhir rusak parah. Lubang menganga terlihat di atap ruangan tersebut. Murid-murid terpaksa belajar di luar kelas. Soal perbaikan sekolahan, kini usulan untuk rehab kelas dan sekolah harus melalui Dapodik. Selain itu, survey lingkungan belajar, dan akreditasi. Usulan itu akan dilihat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sesuai input program Penerapan Berbasis Data (PBD) yang disampaikan.

Kemudian data yang disebutkan itu harus sinkron, dan harus sesuai. Selanjutnya dari Kemendikbud akan mengolah melalui pusat data informasi. Lalu akan muncul sekolah-sekolah mana yang masuk skala prioritas penanganan.
Persoalannya, terkadang sekolahan memasukkan data tak sesuai kondisi bangunan. Ini demi kepentingan akreditasi sekolah. ”Laporan Dapodik kondisi sarana dan prasarana (Sarpras) sekolah harus sesuai. Sehingga pemerintah bisa mempersiapkan anggaran untuk itu. Terkadang dalam menghadapi akreditasi memprioritaskan untuk penilaian akreditasi,” sambung Muntamah. Gos/Sol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.