Pimpinan dan Anggota DPRD Pati Ditatar Antikorupsi, Ini Tujuannya!

Pati, Berta10Daerah Kabupaten Pati melakukan sosialisasi antikorupsi, menyasar ke pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Pati. Sosialisasi ini menjadi sarana pendidikan antikorupsi yang dilakukan oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Pati dalam rangka pemberantasan korupsi. Sosialisasi dilakukan sebelum rapat paripurna digelar. Kegiatan ini menjadi bagian dari visi besar pemberantasan korupsi di Indonesia.“Pendidikan antikorupsi ini dimaksudkan supaya orang tidak mau melakukan korupsi, karena sudah tahu aturan dan dampak kerugian dan akibat hukumnya. Sosialisasi ini merupakan amanat dari KPK,” terang Zainal Arifin, penyuluh antikorupsi di Inspektorat Daerah.

Dalam kegiatan itu penyuluh menerangkan pengertian korupsi, hingga bentuk-bentuk korupsi sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Antara lain adalah benturan kepentingan, gratifikasi, merugikan keuangan negara, penggelapan dalam jabatan, suap menyuap, perbuatan curang, dan pemerasan. Lebih lanjut, dari berbagai bentuk korupsi yang paling banyak dan sangat rentan adalah gratifikasi.

“Ini sesuai dengan data dari KPK dimana gratifikasi paling banyak ditangani. Gratifikasi itu pemberian bentuknya macam-macam bisa berupa barang uang atau diskon. Nah sosialisasi ini kami lakukan sebagai bagian dari pendidikan antikorupsi,” lanjutnya. Karena itu, lanjutnya, kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi pemberantasan korupsi. Selain pendidikan, pemberantasan korupsi dilakukan melalui bentuk pencegahan, dan juga penindakan yang bisa menimbulkan efek jera. Gos/Sol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.