Memprihatinkan, BPS Catat Jumlah Anak Putus Sekolah di Pati Meningkat, Begini Sikap Dewan

Pati, Berita10 – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berdasarkan hasil Susenas Maret 2022 angka putus sekolah di Indonesia meningkat pada 2022 sejak 2019. Dewan prihatin dan mendorong pemerintah menangani itu. Angka putus sekolah di jenjang SMA mencapai 1,38% pada 2022, angka putus sekolah di jenjang SMP tercatat sebesar 1,06% pada 2022. Sedangkan angka putus sekolah di jenjang SD juga masih terbilang sebesar 0,13%.
Sedangkan data dari BPS Pati, jumlah murid SMA selama 2021-2022 mengalami penurunan. Dari 14.832 menjadi 13.804.

Menanggapi fenomena tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah prihatin dengan meningkatnya angka putus sekolah itu.
”Kami prihatin dengan meningkatnya angka putus sekolah di tahun 2022. Jika dilihat dari persentase kecil, akan tetapi kalau dilihat dengan jumlah menjadi kelihatan sangat besar,” ucapnya. Muntamah memberikan contoh, dari 1.000 penduduk Indonesia, terdapat 13 anak yang putus sekolah untuk jenjang SMA. Jika jumlah tersebut terus dipertahankan, maka timbullah berbagai permasalahan baru. Seperti meningkatnya pengangguran, kriminalitas, kemiskinan dan kenakalan remaja.

Menurutnya, putus sekolah ini banyak imbasnya. Sehingga harus ada penanganan dari pemerintah soal putus sekolah itu. ”Dengan adanya putus sekolah juga rentan pernikahan usia dini, belum matangnya usia anak ada dampak psikis mau sikologis bagi mereka,” paparnya.
Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah serius mencari solusi untuk mengatasi tingginya angka putus sekolah. Supaya generasi penerus bangsa ini berpendidikan.
”Kami terus mendorong dan memberikan saran kepada pemerintah. Supaya ada penanganan serta kerja bersama guna mengantisipasi adanya anak putus sekolah,” tandasnya. Gos/Sol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.