Dewan Pati Soroti Tentang Honor Penjaga Sekolah Negeri, Dana BOS Masih Dinilai Sulit

Pati, Berita10 Saat ini, gaji honorer non-guru, seperti penjaga sekolah negeri masih bergantung dari dana sekolah yang berasal dari hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Besaran honor tersebut tentu menyesuaikan kemampuan keuangan masing-masing sekolah. Meski demikian, jumlah honor bagi penjaga sekolah dinilai masih terbatas, yakni hanya berkisar antara Rp.200 ribu hingga Rp.500 ribu per bulan.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati H.Rusydi, telah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati terkait kesejahteraan penjaga sekolah. Pihaknya juga merekomendasikan gaji tenaga honorer agar diambilkan dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang rutin diberikan. Ini diharapkan dapat menambah besaran honor gaji penjaga.

Namun, hal tersebut masih sulit direalisasikan karena keterbatasan dana di instansi dan alokasi dana BOS. “Memakai dasar yaitu dana BOS tapi belum bisa. Oleh karena itu ini menjadi masukan untuk kami. Nanti kami akan diskusikan lagi dengan pihak terkait,” terang Rusydi. Lebih lanjut, DPRD Pati telah menginstruksikan agar honor wiyata bakti, termasuk guru agar tidak kurang dari Rp.500 ribu per bulan. “Kami selaku DPRD sudah pernah membahas masalah honor dan di mana sudah diinstruksikan melalui dinas terkait bahwa pemberian honor pada guru wiyata bakti dan sederajatnya jangan sampai kurang dari Rp.500 ribu,” ungkapnya lagi melanjutnya. Gos/Sol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.