Anggota DPRD Pati Anggap Normalisasi Sungai Juwana Bertahap Bisa Mubazir, Apa Masalahnya?

Pati, Berita10 – Normalisasi Sungai Silugonggo (Juwana) mulai dikerjakan bertahap. Karena tak menyeluruh, dewan anggap normalisasi sungai bisa mubazir.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo mengatakan, pihaknya akan terus mendorong realisasi normalisasi sungai. Sebab, dampaknya menimbulkan banjir jika tak ada normalisasi sungai. ”Normalisasi ini menjadi kewenangan pusat. Kami di DPRD hanya bisa mendorong, agar itu dapat terealisasi,” paparnya.
Menurutnya, normalisasi sungai harus bisa dikerjakan secara total. Mulai dari hulu hingga hilir. Dengan begitu, penanganannya menyeluruh. Selain itu, bisa mengantisipasi pendangkalan sungai.

”Sewaktu saya menghadap ke BBWS, memang pada tahun ini ada rencana normalisasi Sungai Juwana. Pernah disampaikan ketua dewan juga, bahwa normalisasi harus total. Dari hulu hingga hilir. Kalau tidak pasti akan ada pendangkalan lagi,” katanya.
Dia menerangkan, normalisasi memang pernah dilakukan pada 2021 lalu. Namun, hanya sampai di Desa Tanjang, Gabus. Hal itu masih belum mampu mengatasi permasalahan banjir yang masih terjadi hingga awal tahun ini. Bandang menegaskan, normalisasi yang dibutuhkan saat ini tidak hanya setengah-setengah. ”Kalau hanya separo-separo, nanti (normalisasi) akan mubazir,” tandasnya.

Di sisi lain, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi mengatakan, pekerjaan kontrak normalisasi itu sepanjang 13 km. ”Jadi, sampai saat ini masih sedang berlangsung. Normalisasinya dari Jembatan Tanjang ke hilir sampai Desa Sejomulyo, Juwana,” jawabnya. Meski begitu, DPRD Pati menginginkan normalisasi total dari sungai tersebut. Kata Ketua DPRD Pati Ali Badruddin, jika tak dinormalisasi seluruhnya maka akan percuma. Selama ini, normalisasi bertahap. Menanggapi hal tersebut, sambung pihak BBWS Pemali Juana, keterbatasan anggaran menjadi penyebabnya, sehingga normalisasi sungai bertahap. ”Maunya kami begitu, namun, karena keterbatasan anggaran, sehingga baru itu dulu yang bisa ditangani saat ini,” imbuh Adek. Gos/Sol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.