Ketua DPRD Pati Singgung Raperda CSR Mandek

Berita10 – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Ali Badruddin menyinggung mandeknya pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau CSR. Pasalnya, hingga kini pihak eksekutif disebut belum memberikan kepastian terkait batasan minimum CSR di dalam Raperda tersebut. Sedangkan legislatif berkeinginan agar ada batasan minimal dari keuntungan bersih perusahaan. Ali menilai, dengan adanya batasan itu, pemerintah daerah bisa mengatur kewajiban perusahaan dalam memberikan CSR.

“Lah buat apa dibuat Perda kalau tidak ada batasan minimumnya. Kalau tidak ada batas minimumnya tidak ada tanggung jawab dari perusahaan. Perusahaan di Kabupaten Pati yang ngasih CSR siapa kita ndak tau,” kata dia  “Jangan-jangan CSR bukan untuk kepentingan masyarakat yang sangat mendesak, tapi buat kegiatan yang kurang begitu jelas,” tegas Politisi Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Oleh karena itu, pihaknya berharap supaya Pemkab Pati memberikan jawaban terkait batasan minimum CSR di dalam Raperda TJSLP. Sehingga Raperda tersebut bisa segera ditetapkan menjadi Perda. “Kami berharap untuk Raperda CSR ini segera diselesaikan menjadi Perda. Semisal saja satu persen atau setengah persen itu harus disepakati. Apalagi Raperda ini sebelum dibahas, kita sudah undang perusahaan, tokoh masyarakat sesuai dengan kebutuhan Raperda tersebut” imbuh dia. Gos/Sol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.