Guru Wiyata Overload, Disdikbud Pati Harus Tingkatkan Pengawasan

Berita10 – Guru Wiyata dinilai sudah overload atau terlalu banyak. Maka dari itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati untuk melakukan pengawasan. Anggota DPRD Kabupaten Pati Muntamah, menekankan agar jumlah guru wiyata bhakti tidak membludak. Pasalnya, jika hal ini terus bertambah dirinya khawatir akan terjadi persaingan sesama guru saat penerimaan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kami (DPRD) pesan kepada Disdik memang saat ini kami menyadari guru yang ada di SD (Sekolah Dasar) maupun SMP (Sekolah Menengah Pertama), memang lebih banyak guru honorer,” ungkap dia. Lebih lanjut, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga sering menjumpai jumlah guru wiyata yang lebih banyak ketimbang guru negeri dengan status ASN. Sehingga perlu adanya pengawasan dari Disdik yang notabene adalah mitra kerja dari komisi D DPRD Pati.

Pengawasa oleh Disdik ini ditekankan oleh Muntamah untuk lebih mengingatkan kepada kepala sekolah. Karena kepala sekolah inilah yang mempunyai wewenang atau pembuat kebijakan di suatu sekolahan. “Kevalidan datanya (jumlah guru wiyata) kami belum pasti. Tapi saat kami sidak kadang-kadang dalam dalam satu SD guru negerinya cuma dua. Berarti yang lain kan honorer. Dari situ memang kami menyadari kebutuhan guru honorer banyak,” tambahnya. Gos/Sol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.