Dewan Berharap Alat Ukur Stunting Penuhi Standar Kemenkes

Berita10 – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Wisnu Wijayanto mengungkapkan kedepannya pihaknya akan mencoba dan menggali terkait alat ukur stunting yang belum sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Untuk saat ini hanya ada dua puskemas saja yang terbaik soal validasi ini. Maka, perlu diadakan kepastian kembali tentang alat ukur stunting ini, ungkapnya.

Kedepannya dewan akan mencoba samakan alat ukur ini. Karena ada perbedaan di beberapa puskesmas. Kenapa hanya ada dua ini yang baik puskesmasnya. Persoalan data ini, pada alat ukurnya atau ada hal yang lain. Akan dipastikan kembali,” ungkap Wisnu.

DPRD Kabupaten Pati rencananya akan memastikan validasi data stunting kembali. Soalnya, banyak dijumpai alat ukur stunting yang belum sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Soal mencegah stunting semua OPD terkait akan terjun ke lapangan secara langsung. Karena ini sudah ada targetnya. Yaitu, fokus pada 12 desa fokus. Pada percepatan penurunan stunting 2021 ini fokus ke 12 desa. Di antaranya, Desa Kembang, Dukuhseti,  Sukobubuk, Margorejo, Kedumulyo, Sukolilo, dan Pesagi, Kayen.

Terkait target tahun ini tidak bisa memastikan bisa nol persen. Namun, kasus ini ditargetkan maksimal 21 persein kasus stunting. ”Yang jelas harus ada komitmen bersama. Agar kasus ini bisa ditangani. Gos/Sol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.