Kritik Dewan Terkait Tambatan Kapal Tidak Kunjung Jadi

Pati, Berita10 – Pembangunan tambatan kapal di Juwana, Pati, Jawa Tengah, belum jadi hingga kini. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati pun membeberkan asalan dibalik lamanya pembagunan tambatan kapal. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Nur Sukarno memaparkan, hal ini terjadi lantaran Anggaran pembangunan tambatan kapal ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara negara saat ini dihadapkan dengan ancaman resesi. Ia pun berharap perekonomian nasional segera pulih sehingga pembangunan tambatan kapal segera terealisasikan. ”Semoga ekonomi nasional segera pulih. Sehingga kelanjutan pembangunan pusat pendaratan ikan terintegrasi sebagai solusi dari terhambatnya arus air sungai Silugonggo segera terealisasi,” harapnya.

Adapun fungsi tambat kapal itu sendiri sebagai pusat pendaratan ikan untuk menfasilitasi tempat pengolahan dan penjualan hasil perikanan. Selain itu, pembangunan tambatan kapal ini juga bertujuan untuk mengurangi faktor banjir di Kabupaten Pati. Kepala Desa (Kades) Glonggong Rukin Prasetyo mensinyalir parkir kapal nelayan menjadi salah penyebab banjir. Menurutnya, kapal yang bersandar di aliran sungai Juwana dinilai menjadi penghambat lajur air sehingga menjadi penyebab banjir. ”Aliran muaranya di Sungai Juwana, kapal bisa dievakuasi karena sudah mulai curah hujan tinggi. Kapal adalah penyumbang pertama kurang lancarnya aliran sungai di Juwana. Karena aliran itu tidak bisa lancar,” ujar dia. Dok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.