Penipuan Berkedok Investasi Marak, DPRD Pati Minta OJK Tingkatkan Pengawasan

Pati, Berita10Kasus penipuan di bidang keuangan seperti judi online dan investasi bodong tengah marak terjadi. Hal inilah yang menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati dari komisi B, M Nur Sukarno.

Menurutnya, mayoritas masyarakat dengan taraf ekonomi cenderung menengah ke bawah sangat mudah terpengaruh dengan iming-iming investasi yang menggiurkan. Sehingga, banyak oknum tak bertanggung jawab yang kemudian memanfaatkan situasi ini untuk melakukan tindak penipuan.

“Sebenarnya masyarakat harus waspada, jika ada penawaran untuk berinvestasi dengan mendapatkan keuntungan yang tidak masuk akal. Keadaan ini menjadi kesempatan oknum masyarakat untuk menjalankan penipuan lewat investasi bodong dengan iming iming keuntungan yang menggiurkan,” ungkap Sukarno.

Untuk melindungi masyarakat khususnya warga Kabupaten Pati, Ia meminta kepada pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk selalu mengawasi badan usaha di bidang keuangan. Ditambah, dengan semakin majunya teknologi saat ini membuat penipuan berkedok investasi dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tanpa mengenal tempat dan waktu.

“Di sisi lain pemerintah lewat OJK harus sering memberi informasi tentang lembaga lembaga keuangan yg legal sehingga masyarakat tahu persis apabila ada penawaran investasi,” tambahnya.

Tak hanya memberikan informasi saja, Sukarno juga meminta kepada OJK untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan penipuan.

“Pemerintah berkewajiban untuk pengawasan yang ketat terhadap lembaga keuangan yang abal-abal. sehingga masyarakat tidak sering  mengalami penipuan. Masyarakat harus hati-hati dan mencari informasi yang akurat lewat OJK atau mencari info lewat media lain,” tegasnya. Ug

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.