JURNALIS PATI HARUS CERDAS DAN PROFESIONAL DALAM INFORMASI DAN PUBLIKASI

Pati, Program Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi agenda rutin bulanan antara Kantor Prokompim Setda Kabupaten Pati dan sejumlah wartawan menitik beratkan dalam legalitas dan profesional Informasi publkasi yang cerdas dapat dipertanggung jawabkan ke publik. Dalam hal ini penilian dilakukan selaku wartawan sebagai mitra pemberitaan Pemkab Pati dalam kegiatan Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan jajarannya.
Posisi wartawan sebagai pemberi informasi selain kegiatan Pemda Kabupaten Pati dengan berita inovasi, prestasi, kesenian, kuliner dan lain.
Materi berita release pihak Prokompim dari nara sumber yang dapat dipertanggung jawabkan publk. Berita yang direlease dari sumber asli bukan rekayasa dari tim Prokompim serta dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Ditambah nara sumber dari tim ahlinya terutama terkait berita penangan Covid-19 menjadi kunci tambahan sebagai tulisan berita sekaligus menjadi sumber berita dari informasi yang akurat. Dalam menyajikan informasi dilakukan dengan data akurat dan dapat dipertanggung jawabkan.
Kabag Prokompim Ahmadi, S.Pd. MM berharap wartawan harus cerdas baik dalam penyajian berita dan legalitas yang jelas dapat dipertanggung jawabkan. Dalam hal ini wartawan harus punya legalitss baik Uji Kompetensi Wartawan ( UKW ).
Dalam penulisan berita harus profesional dan nara sumber jelas sesuai data akurat.
Kabag Prokompim menambahkan dalam memberikan pemberitaan harus punya etika baik tulisan berita serta hubungan kerja dari nara sumber.
Wartawan harus profesional sesuai profesinya dalam peliputan dan pemberitaan yang benar dan dapat dipertanggung jawabkan publik.
Dalam hal ini peran wartawan benar benar melakukan peliputan sesuai kode etik jurnalis. Kabag Prokompim yang dikenal akrab dan dekat dengan jurnalis terus mendorong dan mendukung kerja wartawan harus cerdas, profesional dan tidak menyalahi aturan termasuk kasus yang bisa menjerat sebagai profesi jurnalis.
Ahmadi juga menambahkan jika untuk saat ini atau kedepan nanti pihaknya bakal melakukan penilaian dalam kategori profesi wartawan sesuai profesional jurnalis baik hasil karya liputan dan etika pribadi.
Jurnalis senior Setiyo Budi Wibowo dalam kesempatan itu menyikapi wartawan harus profesional dalam membuat berita tidak selalu copi paste dari pihak lain. Demikian juga seorang wartawan tidak menyalahgunakan kartu pers dalam melakukan peliputan di desa desa atau wilayah lain tanpa menunjukkan kode etik jurnalis.
Demikian juga Aris Takus mengusulkan supaya kemitraan dalam pemberitaan yang membangun dan kritik yang positif. Aris memohon supaya Prokompim tegas terhadap jurnalis yang tidak profesional. Wartawan harus bisa memberikan karya tulisan hasil liputan sendiri dan dapat dipertanggung jawabkan.
Hal tersebut juga dikuatkan Heru Andre terkait wartawan yang tidak profesional, pihak Prokompim harus tegas dalam memberikan penilaian.
Demikian juga Purwoko berharap dalam membuat berita pihak Prokompim memberikan informasi berita dalam inti tajuk berita saja kemudian dikembangkan sendiri tiap wartawan sesuai kreasi dan kemampuan.
Usman menambahkan jika perlu adanya profesional jurnalis dalam memberikan sajian berita yang bermutu dan menarik. Pihaknya sangat menyanyangkan di saat ini ada wartawan yang menjadi profesi dobel sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat.
Kasubag Publikasi dan Informasi Mega Permarita, SH dan Kasubag Analisa Data Irvan Vikadi, S.Sos mendukung dengan profesional kerja sebagai jurnalis yang cerdas, profesional dan dapat dipertanggung jawabkan baik untuk publik dan medianya sendiri.
Mega mengatakan bahwa pihaknya akan tegas dalam memberikan evaluasi dan penilaian terhadap kinerja wartawan yang sebenarnya. Goes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.