Abhan SH, Terpilih Jadi Anggota Bawaslu RI

Abhan SH, Terpilih Jadi  Anggota Bawaslu RI

Abhan SH, Terpilih Jadi Anggota Bawaslu RI

Semarang, Mengawali karirnya dengan menjadi seorang advokat di Kota Semarang, pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Pekalongan ini kemudian turut terlibat dalam dunia kepemiluan dengan menjadi Anggota Panwaslu Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2009. Bersama dengan Anggota Panwaslu Provinsi Jawa Tengah lainnya, yaitu Edi Pranoto dan Rahmulyo Adi Wibowo, dirinya dipercaya menjadi Ketua lembaga pengawas pemilu tersebut.
Abhan Misbah, nama itulah yang kerap ia gunakan dalam setiap kesempatan untuk memperkenalkan dirinya. Secara formal, nama resminya hanya Abhan. Sementara nama Misbah tidak lain adalah nama ayah kandungnya. Nama Misbah kerap ia gunakan untuk mengingatkan betapa penting peran orang tua dalam kehidupannya, selain untuk menjelaskan asal-muasal keturunan keluarganya.
Bagi pria yang telah memiliki 2 anak ini, pemilu hanyalah salah satu cara dalam proses pelaksanan demokrasi, khususnya dalam penggantian kepemimpinan baik nasional maupun daerah. Ia memilih terlibat di dalamnya agar tidak hanya sekedar menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku sejarah dalam proses demokrasi.
“Banyak cara yang bisa digunakan dalam poses demokrasi yang berlangsung di Indonesia, namun saat ini pemilu masih menjadi pilihan yang memungkinkan untuk dilakukan, saya memilih untuk terlibat di dalamnya agar tidak hanya sekedar menjadi penonton, dengan alasan itulah pada tahun 2009 lalu saya memutuskan untuk menjadi penyelenggara pemilu di Jawa Tengah” ujar pria yang lahir pada 12 Nopember 1968.
Selain keterlibatannya dalam lembaga pengawas, pria yang bertempat tinggal di Sendangmulyo Kota Semarang ini pernah juga aktif dalam Centre of Society Development for Democracy (Cosdec) Jawa Tengah, sebuah organisasi masyarakat yang memilki perhatian terhadap kepemiluan di Indonesia. Pria yang pernah mendapat penghargaan sebagai salahsatu dari 10 tokoh berprestasi dari Komunitas Wartawan tahun 2007 ini juga merupakan salahsatu pendiri Komite Penyelidikan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN), sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berkedudukan di Kota Semarang.
Setelah dirinya purna tugas sebagai Ketua Panwaslu Provinis Jawa Tengah, ia tidak lantas meninggalkan hiruk-pikuk dunia kepemiluan, sebagai seorang advokat ia justru banyak berperan sebagai kuasa hukum bagi KPU Daerah atau peserta pemilu dalam ajang Pilkada di beberapa daerah. Ia kerap bersidang dalam sengketa perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi.
Tahun 2011, terbit Undang-undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu yang di dalamnya terdapat perubahan mengenai kelembagaan pengawas pemilu di tingkat Provinsi. Semula lembaga pengawas di tingkat Provinsi hanya bersifat adhoc atau sementara, melalui UU 15/2011 telah menjadi sebuah Badan yang bersifat permanen.
Ketika terdapat penjaringan Calon Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2012, pria yang gemar menikmati santapan kuliner tradisional ini mendaftarkan diri sebagai Calon Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Berbekal pengalamannya di bidang kepemiluan, akhirnya ia terpilih sebagai Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah untuk periode 2012-2017.
Di tahun 2017 ini prestasi yang tertinggi telah tercapai dengan terpilihnya sebagai Anggota Bawaslu RI periode 2017 2022. Predikat yang telah dicapainya sangat membanggakan karena proses seleksi dan penjaringan sangat ketat sejak awal hingga penetapan Anggota Bawaslu RI. Akhirnya dengan segala kemampuan dan pengalaman selama ini menjadi penilaian yang baik dari Komisi II DPR RI untuk ditetapkan sebagai Anggota Bawaslu baru. Persaingan menuju Bawaslu RI sangat ketat dengan diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Dalam seleksi dan penjaringan yang diikuti sejak awal hingga akhir berhasil menyisihkan ratusan peserta bahkan Anggota Bawaslu lama yang ikut serta semuanya tersisih. Gs
Ia bersama kedua Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah terpilih lainnya yaitu Teguh Purnomo dan Juhanah, akhirnya dilantik pada September 2012. Berdasarkan rapat pleno, Abhan dipercaya memimpin Badan yang baru lahir ini sebagai Ketua. Ia juga dipercaya menjadi memimpin Divisi Penindakan dan Penyelesaian Sengketa, sementara Teguh Purnomo memimpin Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga dan Juhanah memimpin Divisi Sumber Daya Manusia.
Ia bersama Teguh dan Juhanah kemudian secara kolektif bahu-membahu membangun pondasi Badan yang baru berdiri tersebut, mulai dari mencari kantor untuk dijadikan sebagai sekretariat sampai dengan mencari personil kesekretariatan untuk membantu kinerja-kinerja pengawasan.
Hingga tahun 2015 ini, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah melakukan pengawasan atas penyelenggaraan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2013, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014, serta melakukan supervisi pengawasan terhadap Pemilihan Bupati/Walikota di beberaa daerah di Jawa Tengah.
Namun dengan pengalamannya sejauh ini, pria yang sangat mudah bergaul ini tetap berpandangan bahwa pengawas sejati adalah masyarakat itu sendiri. “pengawas sejati dari proses pemilihan adalah masyarakat itu sendiri, karena merekalah yang sesungguhnya memiliki kepentingan atas pemilihan tersebut, peran lembaga pengawas pemilihan seharusnya mendorong agar masyarakat ikut terlibat aktif dalam pengawasan” tegas Abhan.
Nama
:
ABHAN, SH
Tempat,tanggal lahir
:
Pekalongan 12 November 1968
Jabatan
:
Ketua Bawaslu provinsi Jawa Tengah
:
Koordinator Divisi Penindakan dan Penyelesaian Sengketa
Agama
:
Islam
Alamat
:
Klipang Sendangmulyo Rt.02 Rw.01 Tembalang, Semarang
Kantor
:
Jl.Atmodirono no.12A Semarang, Jawa Tengah
Telp/fax
:
(024)8450728
E-mail
:

Abhan SH, Terpilih Jadi Anggota Bawaslu RI | admin | 4.5