Istri Korban Kecewa, Pelaku Pembunuhan di Dukuhseti Diganjar 15 Tahun

Istri Korban Kecewa, Pelaku Pembunuhan di Dukuhseti Diganjar 15 Tahun
Istri Korban Kecewa, Pelaku Pembunuhan di Dukuhseti Diganjar 15 Tahun

Pati, Didampingi puluhan kerabat dan tetangganya, Septi Herlina Saputri, 21 tahun dan Riftian Mahersya Pratama, 1,5 tahun, istri dan anak Arif Pranoto (korban tewas) dalam pembunuhan di Tempat Pelelangan Ikan Desa Banyutowo mengaku keberatan dan kecewa dengan putusan Majelis Hakim PN Pati.. Semestinya, ketiga pelaku pembunuh suaminya yaitu Karwanto, Sumartono, dan Imam Ashadi warga Banyutowo Dukuhseti tersebut dihukum seumur hidup.. Dengan didampingi puluhan kerabat dan tetangga mereka menolak putusan tersebut usai sidang di depan Kantor PN Pati. (kamis, 10/3). Dengan membawa spanduk penolakan putusan serta boneka berbentuk pocong mereka menuntut para pelaku dihukum berat atau mati. Mereka melakukan aksi damai di depan PN Pati dengan pengawasan petugas kepolisian.

Istri korban Septi Herlina Saputri mengatakan keberatan dan kecewa dengan Putusan Hakim PN Pati. Dirinya minta supaya pelaku dihukum seumur hidup. Suami saya meninggal dan bagaimana masa depan anak semata mayang saya. Demikian juga kerabat korban Asmaun juga minta para pelaku dihukum mati karena membunuh dengan senjata tajam. Dalam Putusan Majelis Hakim PN Pati yang Ketua Haruno SH MH dengan anggota Anggoro Tri SH dan Putu Putra SH tersebut ketiga pelaku hanya dihukum 15 tahun penjara. Mereka dianggap melanggar pasal 338 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi, berawal saat korban dan para pelaku melihat pertunjukan dangdut di TPI Banyutowo Dukuhseti. Terjadi perselisihan dan berlanjut penganiayaan di Dermaga TPI Banyutowo. Korban yang datang melihat bersama ayah dan satu orang teman, dikroyok terdakwa, Karwanto, Sumartono, dan Imam Ashadi, dan beberapa pelaku lainnya. Hingga akhirnya korban Arif Pranoto yang terjatuh lehernya tertusuk belati, dan di bagian tubuhnya terluka kena sabetan pedang para pelaku. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu tengah malam (10/10/2015) lalu sekitar pukul 23.00 malam. Agus Setiya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.