Sidang Guru Aniaya Siswi Diwarnai Penyesalan

DSC00078Pati, Sidang seorang oknum guru SMA 1 Juwana Pati Jateng yang menganiaya siswinya akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Pati, (Rabu, 7/1/2015). Dengan dipimpin Hakim Ketua Hadi Sutopo SH dengan Jaksa Penuntut Umum Doyo Ediati SH dalam persidangan menghadirkan pelaku Drs. Basuki bin Nyamin (57 th) warga desa Bakaran Wetan Juwana, korban Dhevi Saraswati (16 th) dan sejumlah saksi sejumlah siswi dan guru pengajar di SMA 1 Juwana Pati. Dalam persidangan tersebut pelaku mendapat Bantuan Hukum dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng.
Peristiwa penganiayaan terjadi di SMA 1 Juwana Pati itu dilakukan Drs. Basuki oknum guru Bahasa Indonesia kepada siswinya bernama Dhevi Saraswati ketika usai mengikuti pelajaran olah raga pada tanggal 14 Oktober 2014. Secara tiba-tiba pelaku mendatangi korban di ruang ganti sambil langsung memegang rahang dan mencengkeram mulut korban dengan tangan tanpa bertanya dahulu kesalahan korban. Selain itu pelaku juga mencakar, menampar pipi kanan kiri korban serta bagian wajahnya dengan tangan kosong. Akibatnya korban mengalami pendarahan di hidung dan dibawa ke Puskesmas Juwana. Dari hasil Visum Et Repertum No : 370/2014 tanggal 30 Oktober 2014 yang ditanda tangani dr. Shinta Dewi dari UPT Puskesmas Juwana dengan hasil luka lecet pada kelopak mata, luka memar pada pipi sebelah kanan, kepala pusing dan korban mengalami trauma. Akibat peristiwa itu oknum guru Drs. Basuki dipindah tugaskan dari SMA 1 Juwana ke SMA 1 Batangan Pati.
Jalannya sidang yang berjalan selama 3,5 jam mendapat perhatian dari berbagai pihak baik para guru, Pejabat Dinas Pendidikan dan masyarakat luas di Pengadilan Negeri Pati. Selama persidangan pelaku Basuki sempat meratapi dan mengakui atas segala perbuatannya. Bahkan dirinya dengan terbata-bata memohon maaf atas segala perilakunya terhadap keluarga korban. Dia memohon supaya korban dan keluarganya dapat memaafkannya karena dirinya mau pensiun.
Korban Dhevi Saraswati meminta supaya pelaku dapat dihukum sesuai perbuatannya. Selain melakukan kekerasan pada murid juga dirinya mengalami trauma.
Hakim Ketua Hadi Sutopo SH menjelaskan jika akan memberikan putusan secara adil dan transparan.

Naskah Kiriman : Agus Setiyo Utomo, Pati-Jateng (081228002648)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.