TERJADI DI SMA NEGERI I JUWANA OKNUM GURU LAKUKAN PENGANIAYAAN ,” DI POLISIKAN “

Berita 10 .com  .Kasus tindak kekerasan terhadap murid sering berulang kali terjadi , Kali ini terjadi tindak kekerasan terhadap anak didik di SMA Negeri I Juwana. Oknum guru bernama Basuki di “ Polisikan “ orang tua murid  terkait penganiayaan terhadap muridnya . Orang tua korban tidak menerimakan perlakuaan nya  ,karena  hal tersebut tidak cukup di lakukan kali ini saja, karena sudah kali ke dua anaknya di perlakukan tidak wajar dalam menghukum anaknya.

image

Oknum guru Drs Basuki Mantan Guru SMA Negeri I Juwana di polisikan muridnya karena kasus penganiayaan di bawah umur
Menurut keterangan  korban  Dhevi ,  Selasa, (14 /10 )  ketika akan berolah raga  salah satu teman tersandung kerikil jatuh dan menangis, oleh korban di anggap  bercanda dengan mengatakan Ngapusi , Ngapusi ? bersamaan itu  Oknum Guru  sedang mengajar bahasa Indonesia di ruang kelas yang di lewati korban  , Tanpa merasa tidak berbuat melakukan kesalahan korban meninggalkan ruangan untuk berolah raga .

Peristiwa  penganiayaan terjadi  ketika   Dhevi  berada di depan kamar mandi  sekolahan, saat  untuk ganti pakaian selepas mengikuti pelajaran olah raga. Entah sebab apa, saya  tidak tahu apa-apa, langsung di tampar  dan di cakar wajah saya  hingga saya teriak salah saya apa pak , kenapa saya di perlakukan seperti ini ?
Anehnya lagi Usai di aniaya korban  di panggil di ruang BP di periksa oleh beberapa guru ,  di minta menanda tangani surat yang menyatakan  telah terjadi pelecehan terhadap Guru Bahasa Indonesia  , dan  di  ancam oleh  oknum guru tersebut bilamana Basuki  keluar dari SMA I Juwana , Dhevi juga harus keluar dari sekolahan dan di minta  untuk damai   karena di anggap melecehkan guru  , karena merasa takut dan tertekan surat pernyataanya tersebut di tanda tangani oleh Dhevi. Lucunya  surat itu di jadikan bukti oleh pelaku  seolah   telah ada kesepakan damai bersama., antara Pihak Sekolah  , Basuki  dan Dhevi
Kepada Wartawan orang tua korban Warsi ( 48 ) menceritakan bahwan anaknya di di perlakukan secara tidak wajar , di aniaya tanpa jelas permasalahnya ,  di dalam kamar mandi sekolah  di tampar, di cakar hingga 7 menit lamanya. Dan kejadian ini tidak cukup kali ini saja karena pernah ketika Oknum guru tersebut menghukum nya   di depan kelas di suruh tidur sambil bergulung gulung hingga kepala pusing.,dan mual .
“ Karenanya kemarin setelah kami adukan ke  polres pati, saya teruskan dengan pelaporan        STPL NO  STPL /293/XI/214 /JATENG .RES.PATI ( 7/10 )   karena saya merasa anak saya di perlakukan tidak wajar dan cukup bukti karena   luka pada bagian muka karena di aniaya di kamar mandi kurang lebih 7 menit lamanya dan banyak saksi murid melihatnya.” Terangnya..

image

Korban penganiayaan Oknum Guru SMAN  I Juwana , wajah lebam dan muka penuh luka cakaran .

Untuk kelengkapan pemberkasan  petugas Unit PPA Polres Pati, disaksikan keluarga korban, telah melakukan visum terhadap korban berinisial Dhevi , di Puskesmas Juwana, untuk melengkapi bukti pelaporannya.  Kekerasan terhadap anak / penganiayaan masuk pasal 80 UU  NO 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman  pidana paling lama 3 ( tiga ) tahun 6 ( enam ) bulan dan atau denda paling banyak 72.0000.000 ( tujuh puluh dua juta rupiah
Sementara itu Kepala Sekolah Budi Santoso ketika di konfirmasi menyatakan pihaknya menyerahkan kasus ini pada ranah hukum yang berlaku , hanya menyayangkan sikap oknum yang merusak nama baik sekolah karena sekolah yang sudah masuk dalam kategori sekolah berprestasi tercoreng karena ulah oknum tersebut.
Informasi dari keluarga korban per 1 nopember 2014 Oknum guru tersebut sudah di mutasi tugas di SMA N Batangan ,
Semoga tidak ada korban lainnya seperti Dhevi,  mengingat Oknum tersebut telah banyak melakukan kekerasan hampir 14 korban laiinya , termasuk kekerasan dengan rekan sejawat sesama guru .
TIM BERITA 10

TERJADI DI SMA NEGERI I JUWANA OKNUM GURU LAKUKAN PENGANIAYAAN ,” DI POLISIKAN “ | admin | 4.5