KANTOR KOPERASI INTIDANA MERASA TAK NYAMAN DI DATANGI NASABAH

Berita10.com –  Pati, Ironis memang sebuah kantor koperasi merasa kurang nyaman dengan kedatangan nasabahnya , mestinya memperlakukan nasabah dengan santun dan ramah tamah karena dengan nasabah mereka menjadi besar dan dapat berkembang usahanya. Sesuai harapan dari pesan logo yang disampaikan bahwa mereka ingin koperasinya memberikan layanan lebih Dari, oleh dan untuk Anda Kami Bisa. …………………..
Kejadian ini menimpa Warga Juwana, Kusmiyati dan anak Ahli waris Malfino Candra Winata ketika akan mengambil hak SHM justru di laporkan oleh pimpinan Koperasi IntiDana karena mereka merasa tergannggu dengan kehadirannya.

 intidana

Bermula dari pinjaman Agunan Sertifikat lewat koperasi Intidana Pati, Purwaningsih mengajukan pinjaman sebesar 120 juta rupiah . Ansuran berjalan hingga 6 bulan , pemilik Sertifikat Purwaningsih meninggal dunia 21 Desember 2012, hingga akhirnya pelunasan tercaver oleh Asuransi. Kusmiyati selaku pemohon perwalian dari Malfino Candra Winata Ahliwaris Purwaningsih dengan surat keputusan PN No 892/PDT.P/2013 berusaha untuk meminta pengembalian Sertifikat tanah anaknya yang di agungkan di Koperasi Intitidana Pati . Menunggu proses yang terlalu lama lebih dari 6 bulan , kesabaran Keluarga di ambang batas kewajaran. hingga akhirnya Kusmiyati mengajak beberapa warga menggeruduk Kantor Koperasi Intidana untuk miminta shm yang di agungkan karena merasa di persulit dan di pimpong pihak Koperasi Intidana Pati.

Merasa di kecewakan dengan Managemet Pusat Koperasi Intidana .Kusmiyati dengan anak Ahli waris Malfino Candra Winata ( II th ) Anak dari perkawinan Santoso dan Purwaningsih Pemilik Setifikat Rumah di Jl Perumahan Joyokusumo dengan di bantu beberapa warga yang simpati menduduki kantor menunggu pimpinan Koperasi Inti Dana selama 5 jam , informasi yang di peroleh Pihak pimpinan koperasi terkesan menghindar dan tidak bersedia menemui nasabahnya.

Pihak Koperasi Intidana terkesan selalu mengulur – ulur penyerahan sertifikat rumah dengan alasan masih dalam proses hukum dan pimpinan masih sibuk membuka kantor cabang . Hingga berita ini di turunkan Pihak Pimpinan Koperasi tidak mau menemui dan memberikan penjelasan kepada nasabah, bahkan dengan sikap kurang simpati justru melaporkan lewat per telpon ke Polisi karena merasa kurang nyaman bahwa kantornya di duduki beberapa warga.
Petugas Intel Polres Pati berusaha menjembatani permasalahan ini untuk bisa di selesaikan dengan cara musyawarah mufakat. Dan di beri janji bahwa permasalahan ini akan di selesaikan kurun waktu 3 hari mendatang..

Pimpinan Koperasi Intidana Pati Tri Retno Handayani ketika di konfirmasi perihal lamanya proses penyerahan mengatakan bahwa :” sertifikat sudah ada di meja kami, tetapi karena belum ada perintah menyerahkan dari pimpinan pusat kami tidak berani. Karena masih menunggu proses hukum “..
Lucunya lagi ketika Manager pusat Koperasi Intidanab Semarang sdr Handoko ketika di konfirmasi lewat tlpn malah dengan nada ketus balik menanyakan identitas kartu wartawan dan no registrasi PWI dan justru mempersilahkan kasus ini unutk di laporkan di ranah Hukum.. “ Apa kewenangan saudara dan dari wartawan mana saudara kita punya dapur masing- masing , tidak ada yang perlu di konfirmasikan silahkan di bawa ke ranah hukum “ jelasnya.
( H Tri Las Hartaka )

KANTOR KOPERASI INTIDANA MERASA TAK NYAMAN DI DATANGI NASABAH | admin | 4.5