Arsip Tag: pati

HARI KOPERASI DIPUSATKAN DI ALUN ALUN DAN HALAMAN JOYOKUSUMO PATI

Pati, Upacara Peringatan Hari Koperasi ke 71 di Kabupaten Pati dipusatkan di Alun Alun Pati ( kamis,12/7/18 ).

Sengaja kegiatan tersebut dilakukan sore hari dan dianggap tidak lazim, biar masyarakat tahu bahwa Koperasi di Pati masih eksis dan berkembang baik. Dengan peringatan Hari Koperasi di Pati keberadaannya akan bangkit dan menepis anggapan tidak baik.
Peringatan Hari Koperasi dihadiri langsung Bupati Pati H. Haryanto, Dandim 0718 Letkol Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti SIK, sejumlah Kepala OPD serta pengurus Koperasi se Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya Bupati Pati H. Haryanto mengatakan jika sengaja Peringatan Hari Koperasi di gelar sore hari untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa koperasi di Pati masih maju dan berkembang dengan baik. Walaupun ada isu satu dua koperasi tidak eksis dianggap wajar. Untuk koperasi yang tidak sehat di verifikasi terlebih dahulu dan diberi pembinaan pada pengurusnya.

Dengan pelatihan dan pembinaan secara teratur dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati diharapkan keberadaannya akan semakin baik dan sehat. Bupati juga mencontohkan jika koperasi yang tidak sehat pengurusnya tidak berani menggelar RAT setiap tahunnya. Karena di RAT tersebut sebagai bagian kemajuan koperasi dengan laporan keuangan secara terbuka pada anggotanya.

Adapun untuk UMKM di Kabupaten Pati berkembang dengan baik dan menjanjikan karena pihak Pemkab Pati melakukan pembinaan dengan alokasi anggaran yang besar.

Peringatan Hari Koperasi ke 71 di Pati diwarnai dengan penyerahan penghargaan dan bantuan kepada anak yatim piatu. Demikian juga berlangsung Bazar UMKM yang digelar di halaman sepak bola Joyokusumo dengan menampilkan pelaku usaha dan koperasi Kabupaten Pati. Bazar UMKM yang digelar selama tiga hari (12 – 14/7/18) juga menampilkan hiburan musik dan jalan sehat bersama. Goes

WABUP SAIFUL ARIFIN JALIN SILAHTURAHMI PETERNAK AYAM BROILER PATI

Pati, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin didampingi Kepala Dinas Peternakan Ir. Muchtar Effendi menjalin silahturahmi dengan para peternak ayam broiler di Lantai 11 Hotel Safin Pati ( rabu, 11/7/18).
Acara silahturahmi dikemas dengan pembinaan dan prospek pengembangan usaha peternak unggas yang lebih menjanjikan serta menguntungkan.

Peran pemerintah sangat penting agar usaha industri peternakan unggas di Pati bisa berkembang sesuai harapan peternak.
Industri ke depan adalah industri makanan dimana olahan ayam adalah salah satu menu unggulan yang mempunyai pangsa pasar jelas.

Wakil Bupat Pati H. Safin mempunyai cita cita dan harapan bahwa dalam kurun waktu empat tahun kedepan Kabupaten Pati menjadi kota peternakan unggas terbesar. Safin dihadapan para peternak berharap
Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil unggas terbesar dengan Menuju Kemandirian Dalam Industrialisasi Perunggasan Nasional.
Turut hadir dalam presentasi tersebut PT. PUAS (Pantura Unggas Sejahtera) sebagai perusahaan kemitraan & PT Samaco Karkasindo sebagai mitra Rumah Potong Hewan Unggas.
Kepala Dinas Peternakan Ir. Muchtar Effendi sangat mendukung program kemitraan yang terjalin antara peternak unggas dengan PT. PUAS dan PT. Samaco Karkasindo. Dimana dalam kemitraan itu bibit, pakan, obat disediakan serta hadil panen diambil. Sistem kemitraan sangat menguntungkan karena jelas dan menguntungkan. Direktur Operasional PT. PUAS Hardi memberikan keyakinan bahwa dengan sistem kemitraan sangat jelas karena hasil panen dibeli. Adapun bibit, pakan dan obat disuplay sehingga para peternak bisa menikmati hasil yang maksimal. Goes

PROGRAM SMART CITY, WUJUDKAN PATI JADI KOTA CERDAS BERBASIS IT

Kabupaten Pati sedang bergerak menuju Smart City, dan akan meningkatkan kualitas layanan publik dengan mengintegrasikan infrastruktur dan teknologi. Hal itu dinyatakan oleh Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Pati Ir. Suharyono MM, saat membuka acara Sosialisasi Smart City 2018 di ruang Penjawi, Setda Kabupaten Pati (selasa, 10/7/18)

Setda Kabupaten Pati Ir. Suharyono MM dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Pati telah melewati beberapa tahap assesment (seleksi-red) sebagai salah satu Kabupaten yang memenuhi syarat untuk mengikuti program Smart City yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Kominfo.
“Tidak mudah untuk melewati seleksi itu, karena banyak unsur yang dinilai hingga dinyatakan lulus dan layak mengikuti program Smart City” kata Suharyono.

Menurutnya Smart City adalah kota cerdas berbasis IT, sebagai contoh perijinan usaha dialihkan dari sistem konvensional menjadi online. Contoh lain, Aplikasi SIAPak merupakan aplikasi online yang dikelola Sat Pol PP saat ini, siap menampung keluhan atau aduan masyarakat di wilayah Kabupaten Pati secara online dan langsung ditindak lanjuti.

Suharyono menambahkan, pengembangan program Smart City ini secara bertahap akan meliputi semua layanan publik. “Nanti kalau ada listrik padam, PLN langsung tahu di area mana, dan tanpa menunggu telepon dari pelanggan bisa langsung ditangani. ltulah tujuan dari Smart City,” jelas Suharyono mencontohkan.

Suharyono berharap dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan konsep Smart City ini di Kabupaten Pati, menurutnya jika hanya pihak pemerintah saja yang bekerja, program ini tidak mungkin akan berjalan dengan baik.

Melalui acara sosialisasi ini, diharapkan adanya kesamaan persepsi dan pandangan dalam mewujudkan program Smart City dan seluruh unsur pendukungnya, mengingat peserta undangan adalah para Anggota Dewan, para
Camat, Instansi vertikal, BUMD, unsur perwakilan Kepala Desa, para praktisi IT dan perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi. Melalui acara sosialisasi ini, diharapkan adanya kesamaan persepsi dan pandangan dalam mewujudkan program Smart City dan seluruh unsur pendukungnya, mengingat peserta undangan adalah para anggota dewan
dan pelaksana program Smart City di Kabupaten Pati.

Narasumber acara tersebut Ibenk dari Kemenkominfo mengatakan kita nilai Pati adalah salah satu Kabupaten kota yang siap lebih cepat menuju kota Smart City, di samping Smart Goverment di mana sudah banyak menggunakan aplikasi pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah, di luar juga banyak lembaga lembaga bisnis, pendikan dan lain lain yang sudah memggunakan IT. Tinggal bagamana Dewan Smart City yang sudah dibentuk di Pati untuk bisa menganalisa masalah, kondisi dan mengkaji bagaimana solusinya mengintegrasikan Smart Govermen, Smart Sociaty dan Smart Ekonomi menjadi suatu Ekosistem Smart City yang bermanfaat, memberi kemudahan dan kebahagiaan kepada warga masyarakat Pati.

Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 170 peserta, yang terdiri dari jajaran Forkopimda, seluruh kepala OPD, Camat, Instansi vertikal, BUMD, unsur perwakilan Kepala Desa, para praktisi IT dan perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi. Hms

PEPES WALERAN KHAS JUWANA PATI MAKIN DIMINATI

Pati, Kabupaten Pati Jateng merupakan daerah penghasil ikan bandeng dengan kualitas baik dan rasanya yang enak dan gurih. Demikian juga olahan kuliner dari bahan baku ikan bandeng seperti bandeng bakar, bandeng krIspi, bakso bandeng, rica rica bandeng, soto bandeng selalu menjadi makanan yang selalu dicari penikmat kuliner tanah air. Olahan makanan ikan bandeng khas Juwana Pati sudah terbukti rasanya.
Bahkan berkat kreatifitas sejumlah pelaku usaha warga Pati dan Juwana sisa waleran atau jerohan ikan bandeng yang semula dibuang bisa diolah menjadi makanan enak berupa pepes waleran bandeng. Produksi kreatif pelaku usaha ini sangat laris dan diminati sejumlah penikmat kuliner baik warga Pati dan luar daerah. Olahan ini rasanya sangat menggoda lidah karena jerohan atau waleran ikan bandeng yang sudah dibuang empedunya kemudian dicampur dengan bumbu dapur berupa bawang, kemiri, garam, cabai, tomat, asam jawa dan bumbu lain selanjutnya dibungkus dengan daun pisang. Diakhir pembuatan waleran yang sudah dicampur dengan semua bumbu dibungkus daun pisang serta di bakar diperapian arang selama 15 menit.
Rasanya sangat enak dan gurih jika disantap dengan sepiring nasi dan lalapan.
Ermanto salah satu pelaku usaha olahan bandeng asal Juwana mengaku jika pepes waleran saat ini semakin disukai karena rasanya gurih dan enak. Walau dari sisa jerohan ikan bandeng namun berkat percampuran bumbu yang pas rasanya mantap. Ermanto menambahkan jika olahan pepes waleran bandeng harganya sangat murah sekitar Rp.3.000 per bungkus. Saat ini pepes waleran banyak disediakan baik rumah makan, warung dan angringan.
H.Saiful.Arifin selaku Wakil Bupati dan Ketum Karang Taruna Kabupaten Pati mengaku jika makanan jenis pepes waleran bandeng menjadi menu favorit dirinya. H.Safin mengaku jika pepes waleran bandeng rasanya sangat enak dan gurih, terasa sayang untuk dilewatkan. Jenis makanan ini sebagai wujud produk kreatif warga Pati dan Juwana yang saat ini banyak disukai warga masyarakat. Goes

Keluarga Hidup Bersama Hewan Kambing Butuh Uluran Tangan

Pati, Rasanya tersayat hati melihat kehidupan asli satu keluarga yang tinggal di Dukuh Trangkilan Desa Sidoharjo Wedarijaksa Pati Jateng. Selama bertahun tahun pasutri Sarwi dan Rasinah beserta anak bernama Supadi tinggal di rumah tidak layak yang terbuat dari anyaman bambu. Kondisi rumah yang berlantai tanah tidak ada ventilasi dan penerangan yang cukup sehingga terlihat gelap dan kumuh. Terlebih dibagian ruang depan rumah dipakai untuk memelihara kambing. Rumah anyaman bambu berukuran tiga kali lima terasa pengab dan kotor. Apalagi hewan kambing yang ditaruh di depan kerap kali buang kotoran dan kencing di ruangan rumah.
Penderitaan keluarga ini sangat dirasakan saat ini dimana sebagai kepala keluarga Sarwi menderita tuna rungu dan tidak dapat bekerja, istrinya Rasinah tergulai sakit serta anaknya Supadi mengalami keterbelakangan mental atau idiot. Untuk kebutuhan sehari hari keluarga ini mendapat belas kasihan dari para tetangga dan kerabatnya.
Ketua Rt.01 Rw.01 Dukuh Trangkilan Sidoharjo Suwodo mengatakan jika kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan baik kondisi rumah dan kesehatan. Sudah bertahun tahun kondisi ini dijalani walau dengan serba kekurangan. Saat ini Sarwi tidak bekerja karena pendengarannya kurang. Demikian juga istrinya Rasinah harus tergulai di dipan karena menderita sakit. Apalagi anaknya menderita idiot sejak kecil. Harapannya penderitaan keluarga ini tidak berlarut, semoga ada pihak tiga atau donatur yang peduli pada warganya. Pihaknya sangat prihatin karena selama bertahun tahun hidup berkumpul dalam satu rumah dengan hewan kambing. Goes

Dengan Reaktor “Kapal Selam”, Desa Langse Pati Jadi Nominasi Desa Mandiri Energi

Desa Langse kecamatan Margorejo, terpilih mewakili Kabupaten Pati untuk mengikuti lomba Desa Mandiri Energi Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Reaktor “Kapal Selam” demikian nama instalasi alat pengolah limbah kotoran kelinci, kambing dan lain – lain yang menjadi bio gas serta pupuk tanaman hasil karya warga lokal.

Tim Penilai datang ke desa Langse pada Jumat (6/7) terdiri dari unsur akademisi, PLN, Pertamina serta Kementerian ESDM. Kedatangan tim penilai ini disambut oleh Asisten Pemerintahan Sekda Sudiyono, Kepala Dinpermades Mohtar Effendi, Kepala DLH Purwadi, Camat Margorejo, Kepala Desa Langse dan warga masyarakat.

Kepala Desa Langse Amrudin mengatakan, desa Langse saat ini baru proses menuju desa mandiri energi. Teknologi tersebut memberdayakan 10 warga masyarakat kurang mampu karena sifatnya masih percontohan, sehingga pihak desa memberikan lahan. Mulai dari memasak, listrik dan pupuk murni hasil teknologi reaktor kapal selam. “Melihat potensi bahan baku untuk produksi bio gas di daerah kami yang melimpah, ke depan akan kami kembangkan agar teknologi tersebut bisa dimanfaatkan merata oleh warga khususnya desa Langse,” ungkap Amrudin.

Bupati Pati Haryanto melalui Asisten Pemerintahan Sekda Sudiyono menyambut baik kemandirian warga Langse di bidang energi ini. “Desa Langse ini memang memiliki suatu proses dari waktu ke waktu, yang mana untuk berbenah diri, membangun diri dalam rangka menyediakan kebutuhan energi terkhusus untuk masyarakat desa Langse, ini betul – betul hal yang luar biasa”, ungkapnya.

Lanjutnya, beliau berharap agar kedatangan tim penilai di Desa Langse dapat memberikan kesan yang baik.
Terkait dengan konsep dan detail yang akan di lombakan, pihaknya akan mengajak para tim penilai ke lokasi yang mana terdapat energi yang dikembangkan melalui teknologi ramah lingkungan yang output atau hasilnya benar – benar luar biasa khususnya bagi masyarakat Desa Langse sendiri.

“Penyediaan air bersih yang mana digerakkan melalui teknologi berbahan bakar limbah dari kotoran kelinci, kambing dan lain – lain serta hasilnya baik untuk kebutuhan sehari – hari seperti konsumsi rumah tangga, sebagai bahan bakar, ini merupakan output dari energi biogas”, imbuhnya.

Sudiyono juga berharap bahwa dengan inovasi tersebut, Desa Langse mendapat apresiasi dari tim penilai. Bukan hanya sekedar apresiasi, namun ia berharap Kabupaten Pati khususnya Desa Langse masuk dalam nominasi juara minimal tiga besar.
“Untuk kepala desa Langse memang luar biasa, karena memiliki banyak rencana kedepan yg terkait pengembangan biogas ini. Bahkan nantinya, terdapat 4 titik atau lokasi yang akan dijadikan tempat pengembangan. Terlebih, kita juga punya peternak besar yang hasil limbahnya dapat dimanfaatkan untuk biogas”, papar Asisten Pemerintahan Sekda itu.

Apresiasi dan bangga disampaikan Ketua Tim penilai kepada warga desa langse yang dianggap sudah membantu pemerintah dalam penyediaan bio gas ini. “Harapan kedepan agar dikembangkan secara berkelanjutan untuk peningkatan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya. Hms

Wujudkan Pati Jadi Sentra Penghasil Unggas Terbesar

Pati, Kabupaten Pati yang terletak di pesisir pantai utara Jawa Tengah merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya ditopang dari pertanian, peternakan dan perikananan. Pati sebagai Kota Bumi Mina Pati di masa pemerintahan Bupati Pati H.Haryanto dan Wakil Bupati H.Saiful Arifin berupaya dalam peningkatan perekonomian rakyat sebagai penunjang sektor pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Salah satunya sektor peternakan unggas yang menjadi prioritas dalam kesejahteraan rakyat. Ternak bebek dan ayam yang saat ini sangat menjanjikan menjadi prioritas utama dalam mewujudkan Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil ternak unggas terbesar. Dengan pangsa pasar yang jelas dan mampu memberikan penghasilan rutin, sektor ini menjadi produksi kreatif masyarakat Pati.
Sejumlah warga tersebar di wilayah Pati yang sudah menekuni usaha peternakan bebek Jenis Hibrida Super sebagai contoh keberhasilan ekonomi kerakyatan yang menjadi program Pemkab Pati. Dengan menjadi mitra dari PT. Rafindo Agro Makmur Divisi Bebek Pedaging Kabupaten Pati, semua bibit unggul, pakan dan obat diberikan semua dengan aturan dan pemeliharaan yang jelas. Demikian juga untuk hasil panen diambil pihak PT. RAM sesuai harga dan bobot hasil panen Bebek Hibrida Super. Rata rata para peternak mendapat jatah 1.000 bibit dalam satu kandang yang permanen dan menjaga gangguan lingkungan sekitar. Para pelaku usaha produk kreatif ini hanya menyediakan kandang permanen sekaligus merawat menjaga perkembangan bebek serta menjaga kebersihan kandang. Dengan aturan sesuai petunjuk dari pihak PT. RAM penghasilan bersih yang bisa diraih dalam kurun waktu panen 37 hari mencapai Rp. 3.5 juta hingga Rp. 5 juta per 1.000 ekor sesuai berat bebek.
Wakil Bupati Pati H.Saiful Arifin (Safin) menjelaskan jika pengembangan produk kreatif di sektor peternakan sangat menjanjikan. Peluang usaha ini sangat tepat dan cocok di kembangkan di Pati. Selain letak geografisnya mendukung juga memberikan hasil yang menguntungkan. Pihaknya bakal mewujudkan Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil ternak unggas terbesar. Sudah banyak peternak bebek Hibrida Super di Pati merasakan hasil yang dicapai melalui kemitraan. Gagasan itu untuk mewujudkan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Pati dalam ternak bebek dan ayam.
Pemkab Pati selalu mendukung program perekonomian di sektor peternakan dengan pangsa pasar jelas dan menjanjikan.
Selain jenis Bebek Hibrida Super yang sudah terbukti untuk dikembangkan, unggas ayam menjadi target selanjutnya untuk dikembangkan. Bahkan ternak ayam permintaan pasar sangat tinggi dan rutin untuk pangsa pasar kota kota besar di Indonesia.
Safin menambahkan dengan kegigihan dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan usaha kreatif ini, Kabupaten Pati mampu diwujudkan sebagai penghasil ternak unggas terbesar. Goes

Wabup Pati Saiful Arifin Hadiri Pameran Industri Peternakan di Jakarta

Pati, Wakil Bupati Pati H.Saiful Arifin didampingi Kepala Dispertan Pati Mochtar Effendi, perwakilan peternak Pati dan Karang Taruna menghadiri Indo Livestick Freed Event 2018 di Jakarta Convention Center ( 4 – 6 Juli 2018 ).
Pameran industri peternakan, pakan ternak, susu dan perikanan diikuti sebanyak 550 peserta dari tanah air dan mancanegara.
Pameran yang digelar selama tiga hari sangat bermanfaat dan bisa menambah wawasan pengetahuan di sektor industri kreatif bidang peternakan di Indonesia dan khususnya dalam menguatan pelaku usaha peternakan di Kabupaten Pati.
Sejumlah peserta yang datang dari penjuru tanah air dan luar negeri menyambut dengan antusias dengan pameran ini.
Demikian juga Pemkab Pati yang diwakili Wabup H.Saiful Arifin beserta dinas terkait dan pelaku usaha peternakan di Pati tidak menyia nyiakan untuk hadir langsung dalam pameran terbesar di Jakarta Convention Center.
Wabup H.Safin mengungkapkan jika adanya pameran industri pakan ternak menjadi motivasi pihaknya dalam pengembangan industri kreatif yang diterapkan di Kabupaten Pati. Dengan melihat langsung pameran ini bisa menambah wawasan pengetahuan khususnya sektor peternakan. Sengaja dalam giat kali ini pihaknya mengajak pelaku peternakan dan Karang Taruna sehingga pengetahuan dan informasi dalam pameran ini bisa diserap dalam pengembangan industri kreatif peternakan di Kabupaten Pati. Pihaknya berharap potensi peternakan di Kabupaten Pati bisa menambah perekonomian kemasyarakatan yang menjanjikan. Dengan tanggung jawab dan mau bekerja semoga Kabupaten Pati bisa diwujudkan sebagai sentra penghasil unggas terbesar, ungkap Safin dengan yakin.
Sejumlah warga telah mewujudkan harapannya dengan beternak bebek Hibrida Super dengan sistem kemitraan. Kedepan ternak ayam juga menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri kreatif peternakan di Kabupaten Pati. Goes

Kakak Beradik Warga Cabak Pati Sukses Beternak Bebek Hibrida Super

Pati, Berkat kegigihan dan tanggung jawab dalam merawat ternak bebek Hibrida Super, kakak beradik warga Dukuh Anggrek Desa Cabak Tlogowungu Pati berbuh hasil. Dua saudara bernama Sugito dan Sutiknyo menjadi contoh tauladan generasi muda yang ada di Kabupaten Pati. Berkat kemauan keras dalam mengelola kandang beserta ratusan bebek bebek jenis Hibrida Super menjadi harapannya dalam meraih penghasilan tetap. Sejak pagi hingga malam hari keduanya kompak dalam merawat dan menjaga binatang yang bisa memberikan rejeki tiap bulannya. Hal itu sudah dibuktikan keduanya hingga panen tiga kali dengan hasil yang maksimal. Berkat perawatan yang benar dan baik, ratusan bebek mampu memenuhi standar bobot harga jual. Dalam waktu 37 hari keduanya bisa meraup penghasilan bersih masing masing Rp.5 juta setiap kandang. Dua saudara tersebut mempunyai dua buah kandang dengan kapasitas isi bebek sebanyak 1.000 ekor. Sehingga total yang dihasilkan dari dua kandang hampir mencapai Rp.10 juta.
Sugito mengatakan perlu tanggung jawab dan keseriusan dalam merawat perkembangan bebek Hibrida Super dari bibit hingga menjelang panen. Terlebih pada perawatan tahap awal di usia satu hingga 6 hari perlu perawatan ektra pada bibit bebek. Perlu adanya penerangan atau perapian cukup di tengah kandang serta menjaga bibit tidak terinjak dengan lainnya. Di masa tersebut sangat rentan timbulnya kematian bibit. Karena itu perlu pengawasan supaya bibit bebek tidak saling berhimpitan secara masal.
Setelah memasuki hari ke 7 bibit bebek sudah semakin besar dan pertumbuhannya semakin cepat. Demikian juga untuk menjaga perkembangan bebek semakin baik dan sehat, setiap hari kebersihan kandang terjaga serta penberian pakan dan air sesuai jadwal. Biasanya pakan bebek dilakukan empat kali dengan jeda antara lima jam dari pagi hingga malam hari. Sugito menambahkan jika perawatan bebek Hibrida Super lebih mudah dan menguntungkan. Selain bibit, pakan dan obat disuplay dari mitra kerja PT. RAM hasil panen diambil semua. Saya sebagai warga yang tinggal di Cabak Pati sangat mendukung program kemitraan yang digagas Pemkab Pati. Selain bisa menambah penghasilan juga memberikan peluang warga dalam pengembangan produk kreatif bagi perekonomian Kabupaten Pati. Goes

Ternak Bebek Hibrida Super Berhasil Dikembangkan Warga Pati

Pati, Ternak Bebek Hibrida Super yang saat ini dikembangkan di Kabupaten Pati Jateng mampu memberikan harapan keuntungan sejumlah warga. Inovasi produk kreatif dibidang peternakan yang di gagas di masa Pemerintahan H.Haryanto dan H.Saiful Arifin saat ini memberikan pendapatan yang rutin bagi pelaku usaha peternakan.
Pelaku usaha peternakan bebek Hibrida Super asal Dukuh Anggrek Desa Cabak Tlogowungu Sutiklan mengaku bahwa dengan usaha ini sangat menjanjikan bahkan menguntungkan karena hasilnya lumayan besar. Demikian juga perawatannya sangat mudah dan tahan penyakit karena bibit yang dikirim dari Bogor sangat unggul dan baik. Dengan menekuni ternak jenis ini dapat memberikan hasil pasti dengan harga jelas serta bibit, pakan dan obat diberikan oleh pengelola dalam hal ini PT.Rafindo Agro Makmur divisi bebek pedaging Kabupaten Pati. Warga yang berminat beternak harus menyiapkan kandang yang layak dan bebas dari gangguan lingkungan sekitar. Demikian juga harus mempunyai tanggung jawab dalam merawat bebek dari bibit hingga siap panen. Jika semua sudah dipenuhi maka pihak pengelola akan melakukan survay di lapangan. Apabila dinyatakan siap maka semua bibit, pakan dan obat akan dikirim oleh pihak PT. RAM.
Puluhan warga di Pati sudah menjadi mitra dalam ternak bebek Hibrida Super yang tersebar di berbagai desa. Semua peternak telah berhasil dan menghasilkan pendapatan bersih antara Rp.3.5 juta hingga Rp.5 juta dalam waktu 37 hari.
Sugito salah satu peternak mengaku jika hasil yang diperoleh sangat menjanjikan. Diperlukan perawatan yang baik dan selalu menjaga kebersihan kandang. Sehingga hasilnya sangat baik sesuai bobot bebek yang dipelihara. Dengan ternak bebek jenis ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Goes