Arsip Tag: pati

AYAM-BEBEK BAKAR PEMUDA PATI TERASA BUMBUNYA

Pati, Ayam bakar Pemuda yang mangkal di Desa Blaru sebelah selatan Koramil Pati Kota menjadi kuliner pilihan yang sangat diminati pelanggannya. Olahan menu ini menjadi rekomendasi pencinta kuliner warga Pati dan sekitarnya. Terbukti warung yang buka sejak sore hingga malam tidak pernah sepi dari pembelinya. Rasanya sangat pas di lidah karena olagan bumbunya sangat terasa. Para pembeli dapat memesan olahan ini berupa ayam atau bebek bakar dan goreng ditambah lalapan mentimun, daun kemangi dan urisan daun kol. Apalagi ditambah sambal terasi gorengnya yang rasanya tiada duanya.
Suraji salah satu pengelola mengaku jika olahan yang disajikan terasa sekali bumbunya apalagi disantap dengan sambal terasinya yang rerasa khas rasanya. Sambal yang dibuat sangat enak dan cocok di lidah karena komposisi percampuran antara lombok, terasi yang bumbu lain terasa pas.
Kukuk Indri Bakti salah satu pelanggan mengakui akan rasa bumbu bakar dan sambal terasinya. Satu porsi ayam atau bebek bakar tidak cukup baginya untuk bisa menyantapnya. Biasanya saya ambil dua porsi jika mampir di warung ini. Ditambah dua gelas es jeruk dan lalapan. Menu ini menjadi kuliner yang tetap bagi dirinya. Setiap minggu dua kali dirinya selalu menyempatkan menikmati kuliner khas Pati. Hanya dengan Rp. 23 ribu terasa terpuaskan dengan olahan kuliner ini. Goes

RUMAH ADAT PATI DI TAMAN MINI JATENG PATUT DIKUNJUNGI

Semarang, Keberadaan Rumah Adat Khas Pati di Taman Mini Jateng atau Puri Maerakaca di Komplek PRPP Semarang semakin menarik untuk dikunjungi. Keberadaan Rumah Adat Pati yang menjadi kebanggaan warga Kabupaten Pati bentuknya sangat unik dan menarik. Perpaduan bentuk gentingnya unik dengan perpaduan budaya khas Jawa dan Tiongkok yang sudah ada sejak tahun 1700 itu bisa dilihat secara langsung di Komplek PRPP di anjungan Kabupaten Pati. Selain itu bentuk replika lain berupa monumen “Penthol Godi dan Blaru” serta pegunungan kapur berada dalam satu lokasi anjungan Kabupaten Pati.
Bangunan Rumah Adat Pati menjadi anjungan yang sangat menarik karena ornamen ukiran dan bahan baku 90 persen menggunakan kayu jati asli. Yang lebih khas dari Rumah Adat Pati bentuk gentingnya yang menjulur ke atas.
Letak Anjungan Pati sangat strategis berada di depan kolam dan wisata air, sehingga mudah dijangkau para pengunjung. Kondisi Rumah Adat Pati lebih terawat dibandingkan anjungan Kabupaten atau Kota lain yang kurang terawat bahkan rusak.
Mohamad Ali salah satu warga Tlogowungu Pati sengaja datang di anjungan Pati untuk membuktikan keberadaan Rumah Adat Pati di lokasi Taman Mini Jateng. Dirinya kagum dan bangga dengan keberadaan Rumah Adat Pati, dibandingkan anjungan lain ternyata Kabupaten Pati lebih baik dan menarik. Rumah Adat Pati menjadi bukti nyata jika bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu jati yang diukir sangat indah sehingga menarik perhatian pengunjung daerah lain. Pihaknya berharap warga Pati bisa datang langsung melihat anjungan Kabupaten Pati dan daerah lain di Komllek PRPP Semarang. Terutama para pelajar sebagai bentuk pembelajaran budaya Indonesia. Goes

DESA BLARU PATI WUJUDKAN KAMPUNG WARNA WARNI

Pati, Warga desa Blaru Kecamatan Pati semakin giat dan kompak dalam mewujudkan kampung warna warni di tempat tinggalnya. Dengan menggunakan media tembok pagar, rumah dan halaman semangat gotong royong yang dimulai dari warga Blaru yang tinggal di Rw.o3 dilakukan. Baik siang dan malam hari puluhan warga melakukan pengecatan warna warni dengan swadaya bersama.
Sugeng Raharjo selaku tokoh pemuda desa Blaru merasa tertantang untuk mewujudkan kampungnya lebih indah dan menarik. Rasa kebersamaan dan gotong royong yang dilakukan warga menjadi bukti nyata akan kepedulian lingkungan dan desanya. Saat ini lingkungan desa Blaru lebih bersih dan menarik karena ornamen dari cat warna warni yang dibuat warga lebih bervariasi.
Kebersamaan dan kepedulian ini patut menjadi contoh baik bagi generasi muda dan warga desa lainnya. Apalagi menjelang Peringatan Hari Jadi Kota Pati dan Agustusan sangat tepat jika lungkungan desa di cat warna warni.
Harapannya semoga kegiatan ini menjadi cermin akan cinta tanah air dan Kabupaten Pati. Goes

HARI KOPERASI DIPUSATKAN DI ALUN ALUN DAN HALAMAN JOYOKUSUMO PATI

Pati, Upacara Peringatan Hari Koperasi ke 71 di Kabupaten Pati dipusatkan di Alun Alun Pati ( kamis,12/7/18 ).

Sengaja kegiatan tersebut dilakukan sore hari dan dianggap tidak lazim, biar masyarakat tahu bahwa Koperasi di Pati masih eksis dan berkembang baik. Dengan peringatan Hari Koperasi di Pati keberadaannya akan bangkit dan menepis anggapan tidak baik.
Peringatan Hari Koperasi dihadiri langsung Bupati Pati H. Haryanto, Dandim 0718 Letkol Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti SIK, sejumlah Kepala OPD serta pengurus Koperasi se Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya Bupati Pati H. Haryanto mengatakan jika sengaja Peringatan Hari Koperasi di gelar sore hari untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa koperasi di Pati masih maju dan berkembang dengan baik. Walaupun ada isu satu dua koperasi tidak eksis dianggap wajar. Untuk koperasi yang tidak sehat di verifikasi terlebih dahulu dan diberi pembinaan pada pengurusnya.

Dengan pelatihan dan pembinaan secara teratur dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati diharapkan keberadaannya akan semakin baik dan sehat. Bupati juga mencontohkan jika koperasi yang tidak sehat pengurusnya tidak berani menggelar RAT setiap tahunnya. Karena di RAT tersebut sebagai bagian kemajuan koperasi dengan laporan keuangan secara terbuka pada anggotanya.

Adapun untuk UMKM di Kabupaten Pati berkembang dengan baik dan menjanjikan karena pihak Pemkab Pati melakukan pembinaan dengan alokasi anggaran yang besar.

Peringatan Hari Koperasi ke 71 di Pati diwarnai dengan penyerahan penghargaan dan bantuan kepada anak yatim piatu. Demikian juga berlangsung Bazar UMKM yang digelar di halaman sepak bola Joyokusumo dengan menampilkan pelaku usaha dan koperasi Kabupaten Pati. Bazar UMKM yang digelar selama tiga hari (12 – 14/7/18) juga menampilkan hiburan musik dan jalan sehat bersama. Goes

WABUP SAIFUL ARIFIN JALIN SILAHTURAHMI PETERNAK AYAM BROILER PATI

Pati, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin didampingi Kepala Dinas Peternakan Ir. Muchtar Effendi menjalin silahturahmi dengan para peternak ayam broiler di Lantai 11 Hotel Safin Pati ( rabu, 11/7/18).
Acara silahturahmi dikemas dengan pembinaan dan prospek pengembangan usaha peternak unggas yang lebih menjanjikan serta menguntungkan.

Peran pemerintah sangat penting agar usaha industri peternakan unggas di Pati bisa berkembang sesuai harapan peternak.
Industri ke depan adalah industri makanan dimana olahan ayam adalah salah satu menu unggulan yang mempunyai pangsa pasar jelas.

Wakil Bupat Pati H. Safin mempunyai cita cita dan harapan bahwa dalam kurun waktu empat tahun kedepan Kabupaten Pati menjadi kota peternakan unggas terbesar. Safin dihadapan para peternak berharap
Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil unggas terbesar dengan Menuju Kemandirian Dalam Industrialisasi Perunggasan Nasional.
Turut hadir dalam presentasi tersebut PT. PUAS (Pantura Unggas Sejahtera) sebagai perusahaan kemitraan & PT Samaco Karkasindo sebagai mitra Rumah Potong Hewan Unggas.
Kepala Dinas Peternakan Ir. Muchtar Effendi sangat mendukung program kemitraan yang terjalin antara peternak unggas dengan PT. PUAS dan PT. Samaco Karkasindo. Dimana dalam kemitraan itu bibit, pakan, obat disediakan serta hadil panen diambil. Sistem kemitraan sangat menguntungkan karena jelas dan menguntungkan. Direktur Operasional PT. PUAS Hardi memberikan keyakinan bahwa dengan sistem kemitraan sangat jelas karena hasil panen dibeli. Adapun bibit, pakan dan obat disuplay sehingga para peternak bisa menikmati hasil yang maksimal. Goes

PROGRAM SMART CITY, WUJUDKAN PATI JADI KOTA CERDAS BERBASIS IT

Kabupaten Pati sedang bergerak menuju Smart City, dan akan meningkatkan kualitas layanan publik dengan mengintegrasikan infrastruktur dan teknologi. Hal itu dinyatakan oleh Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Pati Ir. Suharyono MM, saat membuka acara Sosialisasi Smart City 2018 di ruang Penjawi, Setda Kabupaten Pati (selasa, 10/7/18)

Setda Kabupaten Pati Ir. Suharyono MM dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Pati telah melewati beberapa tahap assesment (seleksi-red) sebagai salah satu Kabupaten yang memenuhi syarat untuk mengikuti program Smart City yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Kominfo.
“Tidak mudah untuk melewati seleksi itu, karena banyak unsur yang dinilai hingga dinyatakan lulus dan layak mengikuti program Smart City” kata Suharyono.

Menurutnya Smart City adalah kota cerdas berbasis IT, sebagai contoh perijinan usaha dialihkan dari sistem konvensional menjadi online. Contoh lain, Aplikasi SIAPak merupakan aplikasi online yang dikelola Sat Pol PP saat ini, siap menampung keluhan atau aduan masyarakat di wilayah Kabupaten Pati secara online dan langsung ditindak lanjuti.

Suharyono menambahkan, pengembangan program Smart City ini secara bertahap akan meliputi semua layanan publik. “Nanti kalau ada listrik padam, PLN langsung tahu di area mana, dan tanpa menunggu telepon dari pelanggan bisa langsung ditangani. ltulah tujuan dari Smart City,” jelas Suharyono mencontohkan.

Suharyono berharap dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan konsep Smart City ini di Kabupaten Pati, menurutnya jika hanya pihak pemerintah saja yang bekerja, program ini tidak mungkin akan berjalan dengan baik.

Melalui acara sosialisasi ini, diharapkan adanya kesamaan persepsi dan pandangan dalam mewujudkan program Smart City dan seluruh unsur pendukungnya, mengingat peserta undangan adalah para Anggota Dewan, para
Camat, Instansi vertikal, BUMD, unsur perwakilan Kepala Desa, para praktisi IT dan perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi. Melalui acara sosialisasi ini, diharapkan adanya kesamaan persepsi dan pandangan dalam mewujudkan program Smart City dan seluruh unsur pendukungnya, mengingat peserta undangan adalah para anggota dewan
dan pelaksana program Smart City di Kabupaten Pati.

Narasumber acara tersebut Ibenk dari Kemenkominfo mengatakan kita nilai Pati adalah salah satu Kabupaten kota yang siap lebih cepat menuju kota Smart City, di samping Smart Goverment di mana sudah banyak menggunakan aplikasi pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah, di luar juga banyak lembaga lembaga bisnis, pendikan dan lain lain yang sudah memggunakan IT. Tinggal bagamana Dewan Smart City yang sudah dibentuk di Pati untuk bisa menganalisa masalah, kondisi dan mengkaji bagaimana solusinya mengintegrasikan Smart Govermen, Smart Sociaty dan Smart Ekonomi menjadi suatu Ekosistem Smart City yang bermanfaat, memberi kemudahan dan kebahagiaan kepada warga masyarakat Pati.

Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 170 peserta, yang terdiri dari jajaran Forkopimda, seluruh kepala OPD, Camat, Instansi vertikal, BUMD, unsur perwakilan Kepala Desa, para praktisi IT dan perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi. Hms

PEPES WALERAN KHAS JUWANA PATI MAKIN DIMINATI

Pati, Kabupaten Pati Jateng merupakan daerah penghasil ikan bandeng dengan kualitas baik dan rasanya yang enak dan gurih. Demikian juga olahan kuliner dari bahan baku ikan bandeng seperti bandeng bakar, bandeng krIspi, bakso bandeng, rica rica bandeng, soto bandeng selalu menjadi makanan yang selalu dicari penikmat kuliner tanah air. Olahan makanan ikan bandeng khas Juwana Pati sudah terbukti rasanya.
Bahkan berkat kreatifitas sejumlah pelaku usaha warga Pati dan Juwana sisa waleran atau jerohan ikan bandeng yang semula dibuang bisa diolah menjadi makanan enak berupa pepes waleran bandeng. Produksi kreatif pelaku usaha ini sangat laris dan diminati sejumlah penikmat kuliner baik warga Pati dan luar daerah. Olahan ini rasanya sangat menggoda lidah karena jerohan atau waleran ikan bandeng yang sudah dibuang empedunya kemudian dicampur dengan bumbu dapur berupa bawang, kemiri, garam, cabai, tomat, asam jawa dan bumbu lain selanjutnya dibungkus dengan daun pisang. Diakhir pembuatan waleran yang sudah dicampur dengan semua bumbu dibungkus daun pisang serta di bakar diperapian arang selama 15 menit.
Rasanya sangat enak dan gurih jika disantap dengan sepiring nasi dan lalapan.
Ermanto salah satu pelaku usaha olahan bandeng asal Juwana mengaku jika pepes waleran saat ini semakin disukai karena rasanya gurih dan enak. Walau dari sisa jerohan ikan bandeng namun berkat percampuran bumbu yang pas rasanya mantap. Ermanto menambahkan jika olahan pepes waleran bandeng harganya sangat murah sekitar Rp.3.000 per bungkus. Saat ini pepes waleran banyak disediakan baik rumah makan, warung dan angringan.
H.Saiful.Arifin selaku Wakil Bupati dan Ketum Karang Taruna Kabupaten Pati mengaku jika makanan jenis pepes waleran bandeng menjadi menu favorit dirinya. H.Safin mengaku jika pepes waleran bandeng rasanya sangat enak dan gurih, terasa sayang untuk dilewatkan. Jenis makanan ini sebagai wujud produk kreatif warga Pati dan Juwana yang saat ini banyak disukai warga masyarakat. Goes

Keluarga Hidup Bersama Hewan Kambing Butuh Uluran Tangan

Pati, Rasanya tersayat hati melihat kehidupan asli satu keluarga yang tinggal di Dukuh Trangkilan Desa Sidoharjo Wedarijaksa Pati Jateng. Selama bertahun tahun pasutri Sarwi dan Rasinah beserta anak bernama Supadi tinggal di rumah tidak layak yang terbuat dari anyaman bambu. Kondisi rumah yang berlantai tanah tidak ada ventilasi dan penerangan yang cukup sehingga terlihat gelap dan kumuh. Terlebih dibagian ruang depan rumah dipakai untuk memelihara kambing. Rumah anyaman bambu berukuran tiga kali lima terasa pengab dan kotor. Apalagi hewan kambing yang ditaruh di depan kerap kali buang kotoran dan kencing di ruangan rumah.
Penderitaan keluarga ini sangat dirasakan saat ini dimana sebagai kepala keluarga Sarwi menderita tuna rungu dan tidak dapat bekerja, istrinya Rasinah tergulai sakit serta anaknya Supadi mengalami keterbelakangan mental atau idiot. Untuk kebutuhan sehari hari keluarga ini mendapat belas kasihan dari para tetangga dan kerabatnya.
Ketua Rt.01 Rw.01 Dukuh Trangkilan Sidoharjo Suwodo mengatakan jika kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan baik kondisi rumah dan kesehatan. Sudah bertahun tahun kondisi ini dijalani walau dengan serba kekurangan. Saat ini Sarwi tidak bekerja karena pendengarannya kurang. Demikian juga istrinya Rasinah harus tergulai di dipan karena menderita sakit. Apalagi anaknya menderita idiot sejak kecil. Harapannya penderitaan keluarga ini tidak berlarut, semoga ada pihak tiga atau donatur yang peduli pada warganya. Pihaknya sangat prihatin karena selama bertahun tahun hidup berkumpul dalam satu rumah dengan hewan kambing. Goes

Dengan Reaktor “Kapal Selam”, Desa Langse Pati Jadi Nominasi Desa Mandiri Energi

Desa Langse kecamatan Margorejo, terpilih mewakili Kabupaten Pati untuk mengikuti lomba Desa Mandiri Energi Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Reaktor “Kapal Selam” demikian nama instalasi alat pengolah limbah kotoran kelinci, kambing dan lain – lain yang menjadi bio gas serta pupuk tanaman hasil karya warga lokal.

Tim Penilai datang ke desa Langse pada Jumat (6/7) terdiri dari unsur akademisi, PLN, Pertamina serta Kementerian ESDM. Kedatangan tim penilai ini disambut oleh Asisten Pemerintahan Sekda Sudiyono, Kepala Dinpermades Mohtar Effendi, Kepala DLH Purwadi, Camat Margorejo, Kepala Desa Langse dan warga masyarakat.

Kepala Desa Langse Amrudin mengatakan, desa Langse saat ini baru proses menuju desa mandiri energi. Teknologi tersebut memberdayakan 10 warga masyarakat kurang mampu karena sifatnya masih percontohan, sehingga pihak desa memberikan lahan. Mulai dari memasak, listrik dan pupuk murni hasil teknologi reaktor kapal selam. “Melihat potensi bahan baku untuk produksi bio gas di daerah kami yang melimpah, ke depan akan kami kembangkan agar teknologi tersebut bisa dimanfaatkan merata oleh warga khususnya desa Langse,” ungkap Amrudin.

Bupati Pati Haryanto melalui Asisten Pemerintahan Sekda Sudiyono menyambut baik kemandirian warga Langse di bidang energi ini. “Desa Langse ini memang memiliki suatu proses dari waktu ke waktu, yang mana untuk berbenah diri, membangun diri dalam rangka menyediakan kebutuhan energi terkhusus untuk masyarakat desa Langse, ini betul – betul hal yang luar biasa”, ungkapnya.

Lanjutnya, beliau berharap agar kedatangan tim penilai di Desa Langse dapat memberikan kesan yang baik.
Terkait dengan konsep dan detail yang akan di lombakan, pihaknya akan mengajak para tim penilai ke lokasi yang mana terdapat energi yang dikembangkan melalui teknologi ramah lingkungan yang output atau hasilnya benar – benar luar biasa khususnya bagi masyarakat Desa Langse sendiri.

“Penyediaan air bersih yang mana digerakkan melalui teknologi berbahan bakar limbah dari kotoran kelinci, kambing dan lain – lain serta hasilnya baik untuk kebutuhan sehari – hari seperti konsumsi rumah tangga, sebagai bahan bakar, ini merupakan output dari energi biogas”, imbuhnya.

Sudiyono juga berharap bahwa dengan inovasi tersebut, Desa Langse mendapat apresiasi dari tim penilai. Bukan hanya sekedar apresiasi, namun ia berharap Kabupaten Pati khususnya Desa Langse masuk dalam nominasi juara minimal tiga besar.
“Untuk kepala desa Langse memang luar biasa, karena memiliki banyak rencana kedepan yg terkait pengembangan biogas ini. Bahkan nantinya, terdapat 4 titik atau lokasi yang akan dijadikan tempat pengembangan. Terlebih, kita juga punya peternak besar yang hasil limbahnya dapat dimanfaatkan untuk biogas”, papar Asisten Pemerintahan Sekda itu.

Apresiasi dan bangga disampaikan Ketua Tim penilai kepada warga desa langse yang dianggap sudah membantu pemerintah dalam penyediaan bio gas ini. “Harapan kedepan agar dikembangkan secara berkelanjutan untuk peningkatan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya. Hms

Wujudkan Pati Jadi Sentra Penghasil Unggas Terbesar

Pati, Kabupaten Pati yang terletak di pesisir pantai utara Jawa Tengah merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya ditopang dari pertanian, peternakan dan perikananan. Pati sebagai Kota Bumi Mina Pati di masa pemerintahan Bupati Pati H.Haryanto dan Wakil Bupati H.Saiful Arifin berupaya dalam peningkatan perekonomian rakyat sebagai penunjang sektor pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Salah satunya sektor peternakan unggas yang menjadi prioritas dalam kesejahteraan rakyat. Ternak bebek dan ayam yang saat ini sangat menjanjikan menjadi prioritas utama dalam mewujudkan Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil ternak unggas terbesar. Dengan pangsa pasar yang jelas dan mampu memberikan penghasilan rutin, sektor ini menjadi produksi kreatif masyarakat Pati.
Sejumlah warga tersebar di wilayah Pati yang sudah menekuni usaha peternakan bebek Jenis Hibrida Super sebagai contoh keberhasilan ekonomi kerakyatan yang menjadi program Pemkab Pati. Dengan menjadi mitra dari PT. Rafindo Agro Makmur Divisi Bebek Pedaging Kabupaten Pati, semua bibit unggul, pakan dan obat diberikan semua dengan aturan dan pemeliharaan yang jelas. Demikian juga untuk hasil panen diambil pihak PT. RAM sesuai harga dan bobot hasil panen Bebek Hibrida Super. Rata rata para peternak mendapat jatah 1.000 bibit dalam satu kandang yang permanen dan menjaga gangguan lingkungan sekitar. Para pelaku usaha produk kreatif ini hanya menyediakan kandang permanen sekaligus merawat menjaga perkembangan bebek serta menjaga kebersihan kandang. Dengan aturan sesuai petunjuk dari pihak PT. RAM penghasilan bersih yang bisa diraih dalam kurun waktu panen 37 hari mencapai Rp. 3.5 juta hingga Rp. 5 juta per 1.000 ekor sesuai berat bebek.
Wakil Bupati Pati H.Saiful Arifin (Safin) menjelaskan jika pengembangan produk kreatif di sektor peternakan sangat menjanjikan. Peluang usaha ini sangat tepat dan cocok di kembangkan di Pati. Selain letak geografisnya mendukung juga memberikan hasil yang menguntungkan. Pihaknya bakal mewujudkan Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil ternak unggas terbesar. Sudah banyak peternak bebek Hibrida Super di Pati merasakan hasil yang dicapai melalui kemitraan. Gagasan itu untuk mewujudkan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Pati dalam ternak bebek dan ayam.
Pemkab Pati selalu mendukung program perekonomian di sektor peternakan dengan pangsa pasar jelas dan menjanjikan.
Selain jenis Bebek Hibrida Super yang sudah terbukti untuk dikembangkan, unggas ayam menjadi target selanjutnya untuk dikembangkan. Bahkan ternak ayam permintaan pasar sangat tinggi dan rutin untuk pangsa pasar kota kota besar di Indonesia.
Safin menambahkan dengan kegigihan dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan usaha kreatif ini, Kabupaten Pati mampu diwujudkan sebagai penghasil ternak unggas terbesar. Goes