WABUP SAIFUL ARIFIN JALIN SILAHTURAHMI PETERNAK AYAM BROILER PATI

Pati, Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin didampingi Kepala Dinas Peternakan Ir. Muchtar Effendi menjalin silahturahmi dengan para peternak ayam broiler di Lantai 11 Hotel Safin Pati ( rabu, 11/7/18).
Acara silahturahmi dikemas dengan pembinaan dan prospek pengembangan usaha peternak unggas yang lebih menjanjikan serta menguntungkan.

Peran pemerintah sangat penting agar usaha industri peternakan unggas di Pati bisa berkembang sesuai harapan peternak.
Industri ke depan adalah industri makanan dimana olahan ayam adalah salah satu menu unggulan yang mempunyai pangsa pasar jelas.

Wakil Bupat Pati H. Safin mempunyai cita cita dan harapan bahwa dalam kurun waktu empat tahun kedepan Kabupaten Pati menjadi kota peternakan unggas terbesar. Safin dihadapan para peternak berharap
Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil unggas terbesar dengan Menuju Kemandirian Dalam Industrialisasi Perunggasan Nasional.
Turut hadir dalam presentasi tersebut PT. PUAS (Pantura Unggas Sejahtera) sebagai perusahaan kemitraan & PT Samaco Karkasindo sebagai mitra Rumah Potong Hewan Unggas.
Kepala Dinas Peternakan Ir. Muchtar Effendi sangat mendukung program kemitraan yang terjalin antara peternak unggas dengan PT. PUAS dan PT. Samaco Karkasindo. Dimana dalam kemitraan itu bibit, pakan, obat disediakan serta hadil panen diambil. Sistem kemitraan sangat menguntungkan karena jelas dan menguntungkan. Direktur Operasional PT. PUAS Hardi memberikan keyakinan bahwa dengan sistem kemitraan sangat jelas karena hasil panen dibeli. Adapun bibit, pakan dan obat disuplay sehingga para peternak bisa menikmati hasil yang maksimal. Goes

PROGRAM SMART CITY, WUJUDKAN PATI JADI KOTA CERDAS BERBASIS IT

Kabupaten Pati sedang bergerak menuju Smart City, dan akan meningkatkan kualitas layanan publik dengan mengintegrasikan infrastruktur dan teknologi. Hal itu dinyatakan oleh Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Pati Ir. Suharyono MM, saat membuka acara Sosialisasi Smart City 2018 di ruang Penjawi, Setda Kabupaten Pati (selasa, 10/7/18)

Setda Kabupaten Pati Ir. Suharyono MM dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Pati telah melewati beberapa tahap assesment (seleksi-red) sebagai salah satu Kabupaten yang memenuhi syarat untuk mengikuti program Smart City yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Kominfo.
“Tidak mudah untuk melewati seleksi itu, karena banyak unsur yang dinilai hingga dinyatakan lulus dan layak mengikuti program Smart City” kata Suharyono.

Menurutnya Smart City adalah kota cerdas berbasis IT, sebagai contoh perijinan usaha dialihkan dari sistem konvensional menjadi online. Contoh lain, Aplikasi SIAPak merupakan aplikasi online yang dikelola Sat Pol PP saat ini, siap menampung keluhan atau aduan masyarakat di wilayah Kabupaten Pati secara online dan langsung ditindak lanjuti.

Suharyono menambahkan, pengembangan program Smart City ini secara bertahap akan meliputi semua layanan publik. “Nanti kalau ada listrik padam, PLN langsung tahu di area mana, dan tanpa menunggu telepon dari pelanggan bisa langsung ditangani. ltulah tujuan dari Smart City,” jelas Suharyono mencontohkan.

Suharyono berharap dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan konsep Smart City ini di Kabupaten Pati, menurutnya jika hanya pihak pemerintah saja yang bekerja, program ini tidak mungkin akan berjalan dengan baik.

Melalui acara sosialisasi ini, diharapkan adanya kesamaan persepsi dan pandangan dalam mewujudkan program Smart City dan seluruh unsur pendukungnya, mengingat peserta undangan adalah para Anggota Dewan, para
Camat, Instansi vertikal, BUMD, unsur perwakilan Kepala Desa, para praktisi IT dan perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi. Melalui acara sosialisasi ini, diharapkan adanya kesamaan persepsi dan pandangan dalam mewujudkan program Smart City dan seluruh unsur pendukungnya, mengingat peserta undangan adalah para anggota dewan
dan pelaksana program Smart City di Kabupaten Pati.

Narasumber acara tersebut Ibenk dari Kemenkominfo mengatakan kita nilai Pati adalah salah satu Kabupaten kota yang siap lebih cepat menuju kota Smart City, di samping Smart Goverment di mana sudah banyak menggunakan aplikasi pelayanan publik di lingkungan pemerintah daerah, di luar juga banyak lembaga lembaga bisnis, pendikan dan lain lain yang sudah memggunakan IT. Tinggal bagamana Dewan Smart City yang sudah dibentuk di Pati untuk bisa menganalisa masalah, kondisi dan mengkaji bagaimana solusinya mengintegrasikan Smart Govermen, Smart Sociaty dan Smart Ekonomi menjadi suatu Ekosistem Smart City yang bermanfaat, memberi kemudahan dan kebahagiaan kepada warga masyarakat Pati.

Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 170 peserta, yang terdiri dari jajaran Forkopimda, seluruh kepala OPD, Camat, Instansi vertikal, BUMD, unsur perwakilan Kepala Desa, para praktisi IT dan perwakilan dari beberapa Perguruan Tinggi. Hms

WABUP SAIFUL ARIFIN BUKA TMMD SENGKUYUNG DI DESA KASIYAN PATI

Pati, Wakil Bupati Pati, H. Saiful Arifin membuka TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2018 di Desa Kasiyan Sukolilo Pati Jateng dengan mengambil tema ” Membangun Karakter Generasi Melenial” dengan dihadiri sebanyak 400 peserta. (selasa, 10/7/18)
Hadir dalam kegiaran tersebut jajaran Forkompinda Kabupaten Pati, jajaran OPD, Koramil, Polsek, Kecamatan, pelajar pramuka dan tokoh serta masyarakat desa Kasihan Sukolilo.

Wakil Bupati Pati H. Saiful Arifin mewakili Bupati H. Haryanto dalam membacakan sambutan Gubernur Jateng mengatakan bahw saya mewakili Provinsi Jateng mengucapkan selamat hari Raya Idul Fitri 1439 H mohon maaf lahir bathin.
Saya selaku pemerintah daerah mengucapkan banyak trima kasih karena bisa mensukseskan Pilkada serentak diwilayah Jateng. Sekarang waktunya membangun Jateng bersama seluruh elemen masyarakat.
TMMD telah memberikan pelajaran buat kita semua, dengan mengedepankan gotong royong, bahu membahu untuk membangun jalan dan jembatan bersama masyarakat. Sudah banyak membantu aksesibikitas masyarakat untuk mereka yang akan bekerja, bersekolah, beribadah, berkegiatan sosial dan aktivitas lainnya. Kemudian memugar RTLH, jambanisasi ataupun sanitasi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Upaya-upaya untuk mengatasi kemiskinan yang ada diwilayah Jateng yang saat ini mencapai 12,23% pada tahun 2017. Untuk membangun generasi muda yang baik dan mampu menguasai teknologi yang jauh dari hoax, hate speech, bully serta dibentengi dengan nilai-nilai Pancasila.
TMMD bukan hanya membangun sarana fisik bagi masyarakat desa akan tetapi juga membangun semangat kepercayaan diri masyarakat agar mampu mengelola potensi masyarakat yang dimiliki.
Ayo kita sengkuyung bareng-bareng program pembangunan yang mensejahterakan masyarakat desa. Bangun desa tanpa meninggalkan kearifan lokal yang dimilikinya. Desane maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakate koplit, SDM makin berkualitas, mandiri punya spirirualitas tinggi, kreatif dan inovatif serta berkarakter kebangsaan dan kuat lestarikan budayanya.
Masyarakat desa Kasihan Pati sangat menyambut antusias dengan pelaksanaan TMMD. Selain menjalin hubungan baik dengan rakyat, TMMD memberikan manfaat dalam pembangunan di wilayah pedesaan Kabupaten Pati. Goes

PEPES WALERAN KHAS JUWANA PATI MAKIN DIMINATI

Pati, Kabupaten Pati Jateng merupakan daerah penghasil ikan bandeng dengan kualitas baik dan rasanya yang enak dan gurih. Demikian juga olahan kuliner dari bahan baku ikan bandeng seperti bandeng bakar, bandeng krIspi, bakso bandeng, rica rica bandeng, soto bandeng selalu menjadi makanan yang selalu dicari penikmat kuliner tanah air. Olahan makanan ikan bandeng khas Juwana Pati sudah terbukti rasanya.
Bahkan berkat kreatifitas sejumlah pelaku usaha warga Pati dan Juwana sisa waleran atau jerohan ikan bandeng yang semula dibuang bisa diolah menjadi makanan enak berupa pepes waleran bandeng. Produksi kreatif pelaku usaha ini sangat laris dan diminati sejumlah penikmat kuliner baik warga Pati dan luar daerah. Olahan ini rasanya sangat menggoda lidah karena jerohan atau waleran ikan bandeng yang sudah dibuang empedunya kemudian dicampur dengan bumbu dapur berupa bawang, kemiri, garam, cabai, tomat, asam jawa dan bumbu lain selanjutnya dibungkus dengan daun pisang. Diakhir pembuatan waleran yang sudah dicampur dengan semua bumbu dibungkus daun pisang serta di bakar diperapian arang selama 15 menit.
Rasanya sangat enak dan gurih jika disantap dengan sepiring nasi dan lalapan.
Ermanto salah satu pelaku usaha olahan bandeng asal Juwana mengaku jika pepes waleran saat ini semakin disukai karena rasanya gurih dan enak. Walau dari sisa jerohan ikan bandeng namun berkat percampuran bumbu yang pas rasanya mantap. Ermanto menambahkan jika olahan pepes waleran bandeng harganya sangat murah sekitar Rp.3.000 per bungkus. Saat ini pepes waleran banyak disediakan baik rumah makan, warung dan angringan.
H.Saiful.Arifin selaku Wakil Bupati dan Ketum Karang Taruna Kabupaten Pati mengaku jika makanan jenis pepes waleran bandeng menjadi menu favorit dirinya. H.Safin mengaku jika pepes waleran bandeng rasanya sangat enak dan gurih, terasa sayang untuk dilewatkan. Jenis makanan ini sebagai wujud produk kreatif warga Pati dan Juwana yang saat ini banyak disukai warga masyarakat. Goes

FORKOMPINDA DUKUNG LAUNCHING APLIKASI SIAPaK 2018

Pati, Bertempat di ruang Pragola Setda Kabupaten Pati telah berlangsung kegiatan Launching Dan Pelatihan Aplikasi Android SIAPak Dalam Menunjang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat Di Kabupaten Pati ( 9/7/18).

Dalam Kegiatan tersebut hadir
Bupati Pati Haryanto SH MM M.Si
Dandim 0718 Pati diwakili oleh Kapt Kav Suyatna
Kapolres Pati diwakili oleh Iptu Agung SH,
Kasat Pol PP Hadi Santosa AP, MM,
Camat Se Kabulaten Pati,
Perwakilan Linmas Kabupaten Pati dan OPD terkait.

Dalam Acara Tersebut Kasat Pol PP Kabupaten Pati dalam sambutanya latar belakang dari giat launching aplikasi ini merupakan sistem kita untuk menerima laporan masyarakat secara online
pembuatan sistem ini berdasarkan pada tugas dan fungsi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang melindungi masyarakat dalam rangka penanggulangan dan penanganan pengungsi, membantu aparat pemerintah dalam memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, serta membantu kegiatan sosial kemasyarakatan di desa / kelurahan.

Sistem aplikasi dapat di unduh di Play Store
Tujuan pembuatan sistem ini adalah untuk melakukan pencegahan dini terjadinya konflik di masyarakat. Warga dapat melaporkan secara online setiap permasalahan maupun perilaku yang berpotensi menjadi permasalahan melalui aplikasi atau website berbasis IT
agar program aplikasi ini dapat disosialisasikan, karena keberadaan aplikasi ini tentunya dapat memudahkan satlinmas saat bertugas di lapangan.

Bupati Pati H.Haryanto SH.MM.Msi mengatakan bahwa
Aplikasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dalam mengadukan laporan
Penanganan Penegakan Perda ada pada Sat Pol PP.
Jangan hanya proper sudah lulus, namun aplikasi dan tanggapan pengaduan masyarakat harus ada respon.
Semoga masyarakat dapat terlayani dengan baik melalui sistem aplikasi dan aduan masyarakat bisa terakomodir
Ketertiban keamanan tidak hanya tertumpu pada Sat Pol PP, namun juga dibantu oleh Polri dan TNI.
Karena perkembangan jaman maka mau tidak mau kita harus berubah mengikuti teknologi yang ada.
Kita juga harus waspada dengan perkembangan teknologi, karena banyak orang iseng atau penipuan yang mengaku mengatas namakan aparat atau petugas.
Jangan hanya aplikasi ini menjadi sekedar aplikasi sistem, tapi harus ada tindakan real di lapangan. Dan harus ada laporan kepada saya terkait tindakan riil dari pengaduan masyarakat. Goes

Keluarga Hidup Bersama Hewan Kambing Butuh Uluran Tangan

Pati, Rasanya tersayat hati melihat kehidupan asli satu keluarga yang tinggal di Dukuh Trangkilan Desa Sidoharjo Wedarijaksa Pati Jateng. Selama bertahun tahun pasutri Sarwi dan Rasinah beserta anak bernama Supadi tinggal di rumah tidak layak yang terbuat dari anyaman bambu. Kondisi rumah yang berlantai tanah tidak ada ventilasi dan penerangan yang cukup sehingga terlihat gelap dan kumuh. Terlebih dibagian ruang depan rumah dipakai untuk memelihara kambing. Rumah anyaman bambu berukuran tiga kali lima terasa pengab dan kotor. Apalagi hewan kambing yang ditaruh di depan kerap kali buang kotoran dan kencing di ruangan rumah.
Penderitaan keluarga ini sangat dirasakan saat ini dimana sebagai kepala keluarga Sarwi menderita tuna rungu dan tidak dapat bekerja, istrinya Rasinah tergulai sakit serta anaknya Supadi mengalami keterbelakangan mental atau idiot. Untuk kebutuhan sehari hari keluarga ini mendapat belas kasihan dari para tetangga dan kerabatnya.
Ketua Rt.01 Rw.01 Dukuh Trangkilan Sidoharjo Suwodo mengatakan jika kondisi keluarga ini sangat memprihatinkan baik kondisi rumah dan kesehatan. Sudah bertahun tahun kondisi ini dijalani walau dengan serba kekurangan. Saat ini Sarwi tidak bekerja karena pendengarannya kurang. Demikian juga istrinya Rasinah harus tergulai di dipan karena menderita sakit. Apalagi anaknya menderita idiot sejak kecil. Harapannya penderitaan keluarga ini tidak berlarut, semoga ada pihak tiga atau donatur yang peduli pada warganya. Pihaknya sangat prihatin karena selama bertahun tahun hidup berkumpul dalam satu rumah dengan hewan kambing. Goes

Dengan Reaktor “Kapal Selam”, Desa Langse Pati Jadi Nominasi Desa Mandiri Energi

Desa Langse kecamatan Margorejo, terpilih mewakili Kabupaten Pati untuk mengikuti lomba Desa Mandiri Energi Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Reaktor “Kapal Selam” demikian nama instalasi alat pengolah limbah kotoran kelinci, kambing dan lain – lain yang menjadi bio gas serta pupuk tanaman hasil karya warga lokal.

Tim Penilai datang ke desa Langse pada Jumat (6/7) terdiri dari unsur akademisi, PLN, Pertamina serta Kementerian ESDM. Kedatangan tim penilai ini disambut oleh Asisten Pemerintahan Sekda Sudiyono, Kepala Dinpermades Mohtar Effendi, Kepala DLH Purwadi, Camat Margorejo, Kepala Desa Langse dan warga masyarakat.

Kepala Desa Langse Amrudin mengatakan, desa Langse saat ini baru proses menuju desa mandiri energi. Teknologi tersebut memberdayakan 10 warga masyarakat kurang mampu karena sifatnya masih percontohan, sehingga pihak desa memberikan lahan. Mulai dari memasak, listrik dan pupuk murni hasil teknologi reaktor kapal selam. “Melihat potensi bahan baku untuk produksi bio gas di daerah kami yang melimpah, ke depan akan kami kembangkan agar teknologi tersebut bisa dimanfaatkan merata oleh warga khususnya desa Langse,” ungkap Amrudin.

Bupati Pati Haryanto melalui Asisten Pemerintahan Sekda Sudiyono menyambut baik kemandirian warga Langse di bidang energi ini. “Desa Langse ini memang memiliki suatu proses dari waktu ke waktu, yang mana untuk berbenah diri, membangun diri dalam rangka menyediakan kebutuhan energi terkhusus untuk masyarakat desa Langse, ini betul – betul hal yang luar biasa”, ungkapnya.

Lanjutnya, beliau berharap agar kedatangan tim penilai di Desa Langse dapat memberikan kesan yang baik.
Terkait dengan konsep dan detail yang akan di lombakan, pihaknya akan mengajak para tim penilai ke lokasi yang mana terdapat energi yang dikembangkan melalui teknologi ramah lingkungan yang output atau hasilnya benar – benar luar biasa khususnya bagi masyarakat Desa Langse sendiri.

“Penyediaan air bersih yang mana digerakkan melalui teknologi berbahan bakar limbah dari kotoran kelinci, kambing dan lain – lain serta hasilnya baik untuk kebutuhan sehari – hari seperti konsumsi rumah tangga, sebagai bahan bakar, ini merupakan output dari energi biogas”, imbuhnya.

Sudiyono juga berharap bahwa dengan inovasi tersebut, Desa Langse mendapat apresiasi dari tim penilai. Bukan hanya sekedar apresiasi, namun ia berharap Kabupaten Pati khususnya Desa Langse masuk dalam nominasi juara minimal tiga besar.
“Untuk kepala desa Langse memang luar biasa, karena memiliki banyak rencana kedepan yg terkait pengembangan biogas ini. Bahkan nantinya, terdapat 4 titik atau lokasi yang akan dijadikan tempat pengembangan. Terlebih, kita juga punya peternak besar yang hasil limbahnya dapat dimanfaatkan untuk biogas”, papar Asisten Pemerintahan Sekda itu.

Apresiasi dan bangga disampaikan Ketua Tim penilai kepada warga desa langse yang dianggap sudah membantu pemerintah dalam penyediaan bio gas ini. “Harapan kedepan agar dikembangkan secara berkelanjutan untuk peningkatan manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya. Hms

Wujudkan Pati Jadi Sentra Penghasil Unggas Terbesar

Pati, Kabupaten Pati yang terletak di pesisir pantai utara Jawa Tengah merupakan daerah yang sebagian besar penduduknya ditopang dari pertanian, peternakan dan perikananan. Pati sebagai Kota Bumi Mina Pati di masa pemerintahan Bupati Pati H.Haryanto dan Wakil Bupati H.Saiful Arifin berupaya dalam peningkatan perekonomian rakyat sebagai penunjang sektor pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Salah satunya sektor peternakan unggas yang menjadi prioritas dalam kesejahteraan rakyat. Ternak bebek dan ayam yang saat ini sangat menjanjikan menjadi prioritas utama dalam mewujudkan Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil ternak unggas terbesar. Dengan pangsa pasar yang jelas dan mampu memberikan penghasilan rutin, sektor ini menjadi produksi kreatif masyarakat Pati.
Sejumlah warga tersebar di wilayah Pati yang sudah menekuni usaha peternakan bebek Jenis Hibrida Super sebagai contoh keberhasilan ekonomi kerakyatan yang menjadi program Pemkab Pati. Dengan menjadi mitra dari PT. Rafindo Agro Makmur Divisi Bebek Pedaging Kabupaten Pati, semua bibit unggul, pakan dan obat diberikan semua dengan aturan dan pemeliharaan yang jelas. Demikian juga untuk hasil panen diambil pihak PT. RAM sesuai harga dan bobot hasil panen Bebek Hibrida Super. Rata rata para peternak mendapat jatah 1.000 bibit dalam satu kandang yang permanen dan menjaga gangguan lingkungan sekitar. Para pelaku usaha produk kreatif ini hanya menyediakan kandang permanen sekaligus merawat menjaga perkembangan bebek serta menjaga kebersihan kandang. Dengan aturan sesuai petunjuk dari pihak PT. RAM penghasilan bersih yang bisa diraih dalam kurun waktu panen 37 hari mencapai Rp. 3.5 juta hingga Rp. 5 juta per 1.000 ekor sesuai berat bebek.
Wakil Bupati Pati H.Saiful Arifin (Safin) menjelaskan jika pengembangan produk kreatif di sektor peternakan sangat menjanjikan. Peluang usaha ini sangat tepat dan cocok di kembangkan di Pati. Selain letak geografisnya mendukung juga memberikan hasil yang menguntungkan. Pihaknya bakal mewujudkan Kabupaten Pati menjadi sentra penghasil ternak unggas terbesar. Sudah banyak peternak bebek Hibrida Super di Pati merasakan hasil yang dicapai melalui kemitraan. Gagasan itu untuk mewujudkan pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Pati dalam ternak bebek dan ayam.
Pemkab Pati selalu mendukung program perekonomian di sektor peternakan dengan pangsa pasar jelas dan menjanjikan.
Selain jenis Bebek Hibrida Super yang sudah terbukti untuk dikembangkan, unggas ayam menjadi target selanjutnya untuk dikembangkan. Bahkan ternak ayam permintaan pasar sangat tinggi dan rutin untuk pangsa pasar kota kota besar di Indonesia.
Safin menambahkan dengan kegigihan dan tanggung jawab bersama dalam menjalankan usaha kreatif ini, Kabupaten Pati mampu diwujudkan sebagai penghasil ternak unggas terbesar. Goes

Wabup Pati Saiful Arifin Hadiri Pameran Industri Peternakan di Jakarta

Pati, Wakil Bupati Pati H.Saiful Arifin didampingi Kepala Dispertan Pati Mochtar Effendi, perwakilan peternak Pati dan Karang Taruna menghadiri Indo Livestick Freed Event 2018 di Jakarta Convention Center ( 4 – 6 Juli 2018 ).
Pameran industri peternakan, pakan ternak, susu dan perikanan diikuti sebanyak 550 peserta dari tanah air dan mancanegara.
Pameran yang digelar selama tiga hari sangat bermanfaat dan bisa menambah wawasan pengetahuan di sektor industri kreatif bidang peternakan di Indonesia dan khususnya dalam menguatan pelaku usaha peternakan di Kabupaten Pati.
Sejumlah peserta yang datang dari penjuru tanah air dan luar negeri menyambut dengan antusias dengan pameran ini.
Demikian juga Pemkab Pati yang diwakili Wabup H.Saiful Arifin beserta dinas terkait dan pelaku usaha peternakan di Pati tidak menyia nyiakan untuk hadir langsung dalam pameran terbesar di Jakarta Convention Center.
Wabup H.Safin mengungkapkan jika adanya pameran industri pakan ternak menjadi motivasi pihaknya dalam pengembangan industri kreatif yang diterapkan di Kabupaten Pati. Dengan melihat langsung pameran ini bisa menambah wawasan pengetahuan khususnya sektor peternakan. Sengaja dalam giat kali ini pihaknya mengajak pelaku peternakan dan Karang Taruna sehingga pengetahuan dan informasi dalam pameran ini bisa diserap dalam pengembangan industri kreatif peternakan di Kabupaten Pati. Pihaknya berharap potensi peternakan di Kabupaten Pati bisa menambah perekonomian kemasyarakatan yang menjanjikan. Dengan tanggung jawab dan mau bekerja semoga Kabupaten Pati bisa diwujudkan sebagai sentra penghasil unggas terbesar, ungkap Safin dengan yakin.
Sejumlah warga telah mewujudkan harapannya dengan beternak bebek Hibrida Super dengan sistem kemitraan. Kedepan ternak ayam juga menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri kreatif peternakan di Kabupaten Pati. Goes

Tahu Gimbal Pak Edi Rasanya Menggoda Lidah

Semarang, Menu kuliner Tahu Gimbal Pak Edi khas Semarang patut dicoba karena mempunyai rasa yang menggoda lidah. Karena perpaduan bumbunya yang pas dari kacang, bawang, cabai dan garam menjadi daya tarik para pelanggannya. Semua bumbu dicampur dan dibuat sesuai pesanan pelanggan dan pembeli lain. Warung yang buka menjelang siang di sekitar Taman KB Semarang menjadi ampiran warga setempat dan luar daerah. Karena rasa dan perpaduan bumbu kacang yang di taburkan diatas gimbal udang, tahu dan lontong menjadi lezat dan nikmat di lidah. Warung Tahu Gimbal Pak Edi ini sangat terkenal dan selalu di cari pelanggannya karena cita rasanya yang tiada duanya.
Edi Gunawan asal Pati sangat merasakan nikmatnya Tahu Gimbal Khas Semarang yang sajiannya selalu menggoda lidah. Selain disajikan hangat perpaduan bumbunya juga sangat enak untuk disantap bersama kerabat atau keluarga. Kehadiran menu kuliner ini menjadi sajian yang patut dicoba jika ke kota Semarang. Menu kuliner ini selalu dicari setiap warga karena rasanya yang khas. Untuk menemukan kuliner yang satu ini sangat mudah karena puluhan penjualnya membuka dasar di sepanjang pinggir jalan protokol kota Semarang. Di setiap sudut kota selalu tampak para penjual Tahu Gimbal dengan pelanggannya yang antri untuk menyantapnya.
Demikian juga Moch Rudi yang baru pertama kali mencicipi kuliner khas Semarang merasa puas. Selain rasanya nikmat perpaduan bumbunya sangat pas sesuai dengan pedas cabainya. Gs

Warta Pati Online