Pasukan Kuning Dan warga Berperan Raih Adipura Pati

adipuraBerita10.com – Pati, Kabupaten Pati Jateng sudah enam kalinya meraih Penghargaan tertinggi Adipura dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup tanpa henti sejak tahun 2008. Di bulan Juni tahun 2013 ini Adipura ke enam berhak didapatkan Pemerintah Kabupaten Pati atas prestasi sebagai kategori Kota Kecil Terbersih se Indonesia. Bukan tidak mungkin jika di tahun 2014 yang akan datang Adipura Kencana berhasil di raih Kabupaten Pati dengan kerja keras dan kesadaran lingkungan masyarakat.

Peran penting Pasukan Kuning dan masyarakat yang selama ini pro aktif dalam kebersihan lingkungan merupakan andil yang sangat besar dalam meraih Adipura. Pasukan Kuning yang saben subuh, pagi dan sore hari dalam aktifitasnya dibantu masyarakat sekitar dalam kerja bakti missal dan rutin saben sabtu dan minggu secara kontinyu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pati Ir. Suharyono MM menambahkan jika keberhasilan meraih Adipura tidak sekejap di raih Kabupaten Pati. Butuh perjuangan dan kesadaran dalam penataan lingkungan sekitar perkotaan. Khususnya daerah yang dilewati aliran air melalui kanal atau gorong-gorong. Kerja bakti perlu dipupuk sejak dini sehingga tumpukan sampah yang selalu muncul dalam sekejap dapat teratasi. Kata Haryono lagi jika penataan perkotaan menjadi perhatian yang mendesak sehingga terlihat nyaman, indah dan asri. Saling koordinasi dan menjalin hubungan baik diantara para pihak setidaknya memberi peluang bagi Kabupaten Pati untuk bisa meraih Adipura Kencana di tahun 2014 mendatang, tandasnya./Tim Lip B10

Kota Pati Raih Adipura Ke Enam

adipuraBerita10.com – Pati, Selama enam kali berturut-turut Kabupaten Pati berhasil meraih Penghargaan Tertinggi Adipura sebagai kategori Kota Kecil Terbersih di Indonesia. Menempati urutan tiga besar sebagai Kota Kecil Terbersih di bawah Kabupaten Karangasem  Bali dan Kabupaten Tuban Jawa Timur merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi seluruh masyarakat Pati. Perjuangan keras serta tanggung jawab penuh seluruh lapisan masyarakat, SKPD, dan Pemerintah Daerah dalam keperdulian terhadap lingkungan merupakan adil yang sangat berarti dalam meraih  Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta. Bupati Pati Haryanto beserta Tim Kemenangan Adipura berhak untuk menerima Penghargaan Tertinggi Adipura dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Jakarta senin lalu. Sebelumnya penghargaan penataan Pasar Puri terbaik di Indonesia dan penghargaan sistem penyelenggaraan transportasi perkotaan juga diraih Kabupaten Pati dari Pemerintah Pusat.

Bupati Pati Haryanto dalam kesempatan lain merasa bersyukur atas segala partisipasi masyarakat dan jajaran SKPD dalam melakukan kepedulian dalam kerja bakti dan bersih lingkungan di masing-masing wilayah. Tidak lepas peran penting pasukan kuning yang selama ini giat dan semangat melakukan perbersihan di sekitar poros jalan sepanjang Kota Pati. Kami berharap tahun 2014 Kabupaten bisa meraih Adipura Kencana yaitu sebagai kategori Kota Kecil Terbersih teratas.  Harapannya peran serta warga dan pengembangan Tempat Pembuangan Sampah (TPA),  PKL, Pengolahan Sampah, Peran Serta Bank Sampah, Keindahan Taman Kota dan Lingkungan tepi jalan bisa tertata rapi, bersih dan nyaman. Demikian juga sepanjang jalan protokol bebas dari sepanduk liar dan tidak berijin, tentu saja untuk meraih Adipura Kencana pasti bisa, pesan Bupati dengan bangga. /Tim Lip B10

Menengok Genuk Kemiri, Petilasan Kadipaten Pesantenan

genuk kemiriBerita10.com – Pati, Desa Kemiri  yang terletak sebelah timur dari Kota Pati merupakan awal sejarah terbentuknya Kabupaten Pati. Bekas petilasannya yang berupa bongkahan bata dan kayu bekas kadipaten, makam Raden Kembangjoyo dan sesepuh lainnya serta sebuah benda wujud Genuk Kemiri terbuat dari tanah liat sebagai tempat wundhu Raden Kembangjoyo merupakan saksi bisu. Demikian juga sepasang pohon beringain yang ada di bagian depan sebagai bukti bahwa keberadaanya sudah ratusan tahun. Keberadaan  Genuk Kemiri patut diyakini jika pengunjung datang dengan hati bersih dengan maksud baik untuk melihat isi dari genuk tersebut ada keyakinan maksudnya terkabul. Jika dalam menengok ke dalam genuk dijumpai airnya penuh maka leinginannya akan terkabul. Banyak pengunjung datang di lokasi tersebut selain hanya mampir melihat bekas kadipaten, banyak diantara mereka melakukan semedi atau berdoa di sekitar makan Raden Kembangjoyo.

Bahkan menjelang malam tidak sedikit para pejabat, pengusaha, warga biasa melakukan tirakatan di sekitar lokasi kadipaten dan Genuk kemiri untuk mendekatkan diri pada leluhurnya. Untuk menjaga keutuhan dan keaslian dari peninggalan yang sangat berharga tersebut adanya keseriusan pihak pihak yang terkait dalam melestarikan peninggalan budaya leluhur. /Tim Lip B10

Ketagihan Nikmatnya Soto Kemiri (Kuliner Khas Pati)

soto kemiriBerita10.com – Pati, Siapa sangka jika kenikmatan rasa semangkuk soto kemiri  belumlah terasa puas bagi yang menikmati. Rata-rata setiap penikmat soto akan meminta  dua atau tiga mangkuk kembali pada penjualnya. Soto kemiri adalah salah satu menu kuliner  yang sulit untuk dilupakan bagi penikmatnya.  Makanan khas ini membutuhkan bumbu bawang merah, bawang putih, kencur, kemiri, lengkuas, jinten mrica, jahe dan santan yang diramu menjadi satu tanpa penyedap makanan. Cara memasak soto kemiri sangat mudah dan sederhana. Cukup menggunakan kuwali dari bahan tanah liat serta dipanaskan dengan kayu bakar. Salah satu cara mengenali soto khas Pati ini berupa aroma kemirinya yang lebih menonjol  serta kuahnya lebih encer disbanding soto daerah lain.

     Cara penyajiannya pun unik yaitu setelah mangkuk yang telah berisi nasi, irisan daging ayam dan taoge lantas diberi kuah lalu dituangkan lagi ke dalam kuwali demikian diulang beberapa kali sehingga rasa gurih sangat terasa sekali.  Karena cara penyajiannya seperti itu soto kemiri juga dikenal sebagai soto kopyok. Lauk yang disajikan sebagi pelengkap berupa ayam. Namun untuk soto kemiri ukuran ayam yang tersaji adalah ayam dere yaitu ukurannya sangat kecil-kecil namun gurih.

     Bagi sebagian warga yang singgah atau lewat kota Pati  menganggap jika belum menikmati soto ayam kemiri  rasanya belum puas untuk meninggalkan kota Pati. Untuk memberikan kepuasan kepada penikmat kuliner jenis ini tentu saja tidak akan kesulitan dalam mencarinya. Dari pelosok kota sepanjang jalan Kabupaten Pati sudah banyak tersebar penjual-penjual soto kemiri yang menanti dengan kesabaran.  Sehingga para penikmat kuliner khas Pati yang berasal dari luar daerah tidak akan kesulitan dalam menikmati semangkuk, dua mangkuk, tiga mangkuk atau lebih soto kemiri tersebut. /Tim Lip B10

Nasi Gandul Selalu Diburu Pelancong (Kuliner Khas Pati)

sego gandul patiBerita10.com – Pati, Sajian kuliner yang satu ini yaitu nasi gandul khas Kota Pati saat ini bukan  saja menjadi primadona makanan Kabupaten Pati, namun dalam perkembangannya sudah menjadi menu andalan setiap orang disaat singgah di Kota Pati. Rasa khas tiada tanding dengan alas daun pisang pada piringnya memberikan kenikmatan yang alami bagi yang menikmati. Sajian ini merupakan kombinasi dari dua masakan yang masing-masing dimasak dengan bumbu sangat renyah dan gurih. Elemen pertama adalah empal daging sapi yang dimasak dalam bumbu-bumbu harum, kemudian digoreng sebentar. Empalnya sangat gurik dan lezat jika disantap secara langsung. Elemen kedua berupa kuah santan yang sangat gurih. Rasa jinten dan ketumbar mencuatkan cita rasa gulai atau kari India.  Sedang lengkuas dan bawang putih mewakili unsur-unsur makanan yang mewakili masakan jawa.  Diperkaya dengan bumbu-bumbu lain yang diikat dengan santan yang membuatnya butuh keseriusan dalam rasa.nasi gandul

Tidak semua penjual nasi gandul baik di Pati maupun kota-kota lain menyajikan dengan cara yang sama. Tetapi yang pasti  hampir semua penjual nasi gandul memakai alas piring dengan daun pisang. Tampaknya ini merupakan cirri penting yang tidak boleh tidak. Sebagian penjual memakai gunting untuk memotong daging atau jeroan.  Ada sebagian penjual nasi gandul yang menuang kuah diatas nasi, kemudian menggunting empal (daging) di bagian atasnya. Tetapi ada pula yang  menggunting empalnya dan menaburkan di atas nasi lantas dituangi kuahnya dengan ditaburi bawang merah goring yang renyah.

Riwayat nasi gandul bagi sebagian orang masih menjadi pertanyaan yang sulit terjawab. Hampir tidak ada jawaban yang pas terhadap  asal usul nama nasi gandul itu muncul.  Satu-satunya jawaban yang masuk akal karena nasi dan kuahnya gemandul (tergantung) di atas piring yang terlebih dahulu dialasi daun pisang. Lauk wajib untuk nasi gandul berupa tempe goreng kering dan padat sangat cocok sebagai lauk pendamping selain empal,  jerohan, telur dan begedel.

Bagi masyarakat pendatang atau pelancong yang singggah di Kabupaten Pati saat ini tidak akan kesulitan mencari masakan khas Pati tersebut. Selain di sentra wilayah desa Gajahmati, keberadaanya mudah ditemui di sepanjang jalan kota Pati. Baik Di seputar Simpang Lima, Pasar Puri, Blaru, sekitar Rumah Sakit,  Terminal Sleko, dan sepanjang jalan Kota Pati mudah untuk mencarinya. Gandul Pak Muntiman, gandul Bu Sardi, gandul Pak Melet dan lainnya akan selalu setia menunggu penikmat kuliner Pati dengan keramahannya. /Tim Lip B10

Pintu Gerbang Majapahit Butuh Sentuhan

pintu majapahit
picture by berita10.com

 Berita10.com – Pati, Peninggalan benda sejarah era pemerintahan kerajaan Majapahit yang terdampar di desa Muktiharjo Rendole Margorejo Pati seakan mengingatkan kepada masyarakat atas kejayaannya jika melihatnya. Bentuknya yang sangat alami dan penuh arsitektur tinggi dengan ukiran yang rapi terpahat di semua bagian kayunya, menjadikan keberadaanya semakin mempesona. Bentuk bangunan berupa gapura dengan dilengkapi daun pintu kayu jati asli pada jamannya tidak memberikan kesan kusam pada pahatannya. Dalam kurun waktu ratusan tahun benda sejarah yang telah dilindungi oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah dengan pasal 15 UU RI No 5 tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya. Dengan larangan merusak mengambil, memindahkan, mengubah bentuk dan memisahkan dari aslinya tanpa sepengetahuan dari pihak yang berwenang.

Menurut salah satu tokoh desa setempat Santoso yang saben hari melakukan perawatan dan pembersihan di sekitar lokasi peninggalan sejarah tersebut meminta adanya kepedulian Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi bahkan Pusat untuk melihat kenyataan yang ada di lingkungan Pintu Gerbang. Saya sebenarnya sangat prihatin denserpihan genteng pintu majapahitgan keberadaan di sekitar bangunan Pintu Gerbang peninggalan kerajaan Majapahit tanpa adanya dukungan sarana prasarana yang jelas. Jika ada kepedulian dari pengelola berkaitan bangunan pendukung yang dilengkapi tempat duduk dan atap untuk istirahat para pengunjung, tentunya akan semakin hidup dan banyak pengunjungnya. Jika perlu sarana bermain untuk anak-anak juga bisa menjadi alternatife sebagai daya tariknya, keluh Santoso. /Tim Lip B10

Warga Pati Tertipu Dua Puluh Juta, Hadiah “Sido Muncul”

ilustrasi, by google
ilustrasi, by google

Berita10.com -Pati, Modus penipuan dengan menggunakan program hadiah secara hibah yang dilakukan sindikat kejahatan dengan mengatas namakan sebuah perusahaan besar PT. Sido Muncul terjadi di Pati Jateng. Korban penipuan bernama Widya (42) warga Ngipik Rt 02 Rw 03 Kuthoharjo Pati telah tertipu uang sebesar dua puluh juta rupiah minggu lalu. Korban kepada awak media bertutur jika penipuan berawal ketika dirinya mendapat panggilan masuk melalui HP nya. Seseorang bernama Arief memperkenalkan dari perusahaan Sido Muncul yang memberitahukan jika dirinya merupakan salah satu dari puluhan warga Pati yang beruntung mendapat bantuan hibah uang sebesar Rp. 1,5 miliar. Pelaku meminta supaya dirinya mencatat no HP nya jika setiap saat menghubunginya. Selang beberapa menit lagi pelaku memberikan keyakinan jika penyerahan hadiah hibah akan dilakukan sendiri oleh artis Doni Kusuma. Pelaku minta supaya Widya menenangkan diri tidak usah terburu-buru. Sambil memberikan keyakinan dan petunjuk pengambilan hadiah, pelaku mengingatkan kepada Widya supaya hati-hati jika nantinya menerima uang sebanyak itu.

Merasa senang dan terharu karena akan mendapat bantuan hibah dari PT.Sido Muncul , seketika itu juga permintaan persyaratan administrasi pengurusan dana hibah yang diminta pelaku dituruti. Tanpa pikir panjang karena tergiur uang yang jumlahnya jutaan rupiah, korban Widya memenuhi permintaan pengiriman uang sebesar dua puluh juta rupiah melalui transfer rekening kepada pelaku. Merasa senang dan bangga korban lantas menghubungi ponsel pelaku jika uang telah ditrasfer. Dalam percakapan terakhir pelaku minta supaya dalam waktu dua hari rombongan PT. Sido Muncul beserta artis Doni Kusuma akan bersandang ke rumah Widya sembari menyerahkan dana hibah.

Merasa mendapatkan dana sampai ratusan juta, Widya dengan dibantu para tetangganya mempersiapkan diri penyambutan rombongan dengan berbagai masakan seperti sate, soto, gandul dan makanan kecil dengan jumlah biaya tidak sedikit. Merasa telah ada perjanjian antara dirinya dan pelaku tersebut jika dirinya akan menerima dana kejutan, dirinya lalu menghubungi pelaku. Dalam percakapan tersebut pelaku penyebutkan jika rombongan telah sampai Demak. Widya diminta sekitar satu jam lagi bersiap-siap untuk menerima hadiah kejutan. Rasa gelisah dan takut menyelimuti Widya dan keluarganya ketika jatah waktu yang ditunggu sudah melebihi batas tiga jam. Merasa kuwatir jika rombongan tersesat atau salah alamat, Widya melakukan kontak dengan pelaku lagi. Namun berkali-kali HP pelaku dihubungi sudah dalam keadaan mati. Ditunggu sampai malam rombongan PT.Sido Muncul belum juga datang, dirinya baru menyadari jika telah tertipu. Mengetahui dirinya merupakan korban penipuan seluruh keluarga Widya menjadi lemas. Selain tertipu uang dirinya juga tertipu berbagai menu yang telah dipesan. Dirinya mengaku jika kerugian yang dialami mencapai dua puluh lima juta rupiah, ucap Widya dengan menangis pada awak media.  /Tim Lip B10

Sidak Panwaslu Temukan Penyimpangan DPS

sidak panwaslu Berita10.com – Pati. Selama hampir satu minggu sidak pengawasan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di berbagai desa yang ada di wilayah Kabupaten Pati, masih juga ditemukan adanya penyimpangan DPS. Sidak yang dipimpin langsung jajaran Panwaslukab, Panwascam, dan PPL secara merata yang terus menerus melakukan pengecekan di tiap-tiap desa. Dalam sidak yang dilakukan sampai malam hari diketahui adanya penyimpangan PPS desa Puri Kecamatan Pati. Dalam sidak diketahui jika PPS tidak melakukan tugasnya dengan benar. Daftar Pemilih Sementara yang seharusnya ditempelkan ditempat terbuka dan ditempelkan, justru disimpan didalam laci kantor desa Puri. Dalam sidak tersebut  PPS mengakui jika DPS belum ditempelkan dengan alasan papan pengumuman rusak. PPS juga menjelaskan jika DPS akan ditempelkan di masing-masing RT. Namun ketika Ketua Panwaslukab Sunyoto SH.MM mendesak untuk melihat DPS tersebut, pihak PPS desa Puri tidak bisa menyakinkan jawaban.

     PPL Puri Joko menerangkan jika dirinya sudah berulang kali mengingatkan kepada Ketua PPS desa Puri Agus Imam, namun hingga sidak dilakukan oleh Panwaslu Pati, pihak PPS belum bergerak. Upaya pendekatan dan mengingatkan telah saya lakukan secara dini, kata Joko.

Ketua Panwaslukab Pati Sunyoto SH.MM meminta supaya semua jajaran Panwaslu dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa saling koordinasi dengan baik. Kita harus bersama-sama melakukan pengawasan secara periodik dan terus menerus. Sebagai pengawas harus  jeli dan teliti dalan pencermatan DPS. Panwas harus selalu mengingatkan dan memberikan masukan terhadap temuan tahapan Pilgub jateng  kepada penyelenggara. Hubungan kinerja saling kontrol diharapkan penyimpangan dan pelanggaran dapat diantisipasi, tambah Nyoto

     Tahapan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2013 yang telah memasuki tahapan DPS adalah sangat penting dalam mencermati  adanya persoalan pemilih. Dalam tahapan ini peran aktif penyelenggara dan pengawas Pilgub  serta masyarakat luas sangatlah dibutuhkan. Jika memang diketahui adanya pemilih yang belum terdaftar secepatnya menghubungi PPS untuk didata. Adapun ditemukan adanya pemilih yang tidak layak masuk DPS peran serta masyarakat untuk melaporkan merupakan peran yang aktif. /Tim Lip B10

 

Pilgub Di Pati Disambut Adem Ayem

Berita10.com – Pati, Pilihan Gubernur Jawa Tengah tanggal 26 Mei tahun 2013 lalu merupakan pesta demokrasi bagi masyarakat Jawa Tengah dalam memilih pemimpinnya masa periode tahun 2013-2018 dengan biaya yang tidak sedikit. Di Kabupaten Pati dengan jumlah pemilih lebih dari satu juta orang yang tersebar di 21 kecamatan meliputi 406 kelurahan dan desa masih ditemui adanya kemalasan masyarakatnya untuk datang di TPS-TPS. Sebagai perbandingan yang ada di Kecamatan Pati sebagai tolak ukur wilayah di Kabupaten Pati dengan jumlah TPS sebanyak 190 dan Daftar Pemilih Tetapnya sejumlah 82 ribu lebih dijumpai adanya golput yang signifikan. Ini menunjukkan jika kesadaran warga akan pemilu masih membutuhkan perhatian yang serius.

pilgub jateng adem ayem
Dari pengawasan yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Pati dibantu PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) di tiap-tiap desa banyak dijumpai tempat TPS yang lenggang. Bahkan sebelum jam 10.00 pagi banyak petugas KPPS istirahat dan santai. Divisi Pengawasan Panwaslu Kecamatan Pati Lukito membenarkan jika dalam pengawasan di Pilgub ini tidak ada gereget dari pemilih untuk datang ke TPS. Banyak ditemui jumlah pemilih yang hadir lebih kecil dari jumlah golputnya. Demikian juga dalam proses pemungutan suara yang dilakukan dengan kotak berjalan oleh KPPS desa Kutoharja bertempat di dalam Rumah Sakit RAA Soewondo sangat memprihatinkan. Dari jumlah pasien yang terdata sebanyak 300 orang lebih, namun yang menggunakan hak pilihnya hanya dibawah sepuluh orang. Pihaknya sangat menyanyangkan kiprah Penyelenggara baik KPU dan PPK tidak sedini mungkin memberikan informasi kepada keluarga pasien. Jika pihak penyelenggara pro aktif tentu saja para pasien yang ada akan mengambil surat undangan terlebih dahulu di rumah, ucap Lukito
Hal senada juga terucap dari Astuti warga Wedarijaksa Pati salah satu pasien di Rumah Sakit RAA Soewondo Pati. Dia juga merasa heran karena pihak rumah sakit dan PPS tidak memberikan informasi yang jelas. Akibatnya dirinya dan pasien lainnya menjadi golput. /Tim Lip B10

Sebanyak 45 Pejabat Pemkap Pati Di Lantik

noto projoBerita10.com – Pati, Sebanyak 45 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkap) Pati dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Wakil Bupati Pati, HM Budiyono, selaku Plh Bupati,di Pendopo Kabupaten, Sabtu(1/6). Bupati Haryanto ssedang berhalangan .Dari 45 pejabat yang dilantik,11 orang menduduki jabatan eselon 111dan 34 orang menjabat sebagai eselon 1V. Menurut Wabup ,mutasi dan promosi jabatan merupakan hal biasa dan telah sesuai dengan ketentuan kepegawaian. Apalagi jabatan bukan untuk seumur hidup, sehingga pasti ada evaluasi dan penyegaran, baik karena jabatan kosong maupun promosi.Saat ini, banyak jabatan yang kosong,karena pejabat sebelumnya telah purnatugas.karena itu pelantikan mendesak di lakukan agar tidak menghambat jalannya pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Mutasi maupun promosi mengacu pada evaluasi kinerja dan disesuaikan kebutuhan organisasi, agar kinerja pemerintah Kabupaten Pati lebih baik lagi. Dalam kesempatan itu, Budiyono juga berpesan pejabat yang baru saja dilantik segera menyesuaikan diri dengan tempat barunya . Menginggat, pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2013 tengah berjalan.Wabup juga menginggatkan,para pejabat untuk memegang amanah yang diberikan dengan penuh kesadaran ,keiklasan, serta tanggung jawab sebagai abdi Negara dan masyarakat.sehingga, dalam bekerja dilandasi dengan kehati-hatian dan tidak melanggar aturan.
Dengan menjalankan amanah, maka InsyaAllah akan membawa keberkahan dan kemanfaatan, baik kepada masyarakat, organisasi maupun diri sendiri dan keluarga, jelasnya.Dia menggajak pejabat baru untuk bersama-sama berbenah diri. Tugas dan tanggung jawabnya segera dilaksanakan agar proses penyelenggaraan pemerintah,pembanggunan dan pelayanan public tidak terganggu. Dengan begitu ,pemerintah berjalan lancer, kondusif, tepat sasaran dan tepat guna serta manfaat. Kami harapkan kerja sama,integritas,didikasi,loyalitas,dan komitmen dari bapak dan ibu semua untuk bersama-sama mewujudkan visi serta misi noto projo mbangun ndeso dalam membangun daerah ini, tandasnya. /Tim Lip B10

Warta Pati Online