Ratusan Peserta Bakal Ikut “Pokok’e Joget” Paud Bintang Wedarijaksa

???????????????Pati, Ratusan peserta baik dari anak-anak Sekolah Dasar, Taman Kanak-Kanak dan Kelompok Bermain se Kabupaten Pati bakal mengikuti lomba Pokok’e Joget yang diadakan jajaran Pengurus dan Pendidik Paud Bintang Wedarijaksa Pati. Agenda lomba yang dilaksanakan tanggal 15 Juni di halaman kampus Paud Bintang Wedarijaksa Jl. Cendrawasih tersebut dalam rangka Hardiknas dan HUT Paud Bintang yang pertama. Aris Supriyono selaku panitia lomba bertutur jika lomba tersebut sebagai ajang kreasi bakat yang terpendam dari anak-anak. Demikian juga acara tersebut dikemas sebagai penyegaran setelah mengikuti ujian atau UAS.

Dalam lomba yang bakal meriah dan penuh kegembiraan itu selain peserta terbaik mendapat hadiah juga disediakan door price yang menarik. Hingga saat ini sudah banyak yang mendaftar baik lewat telpon atau datang sendiri di Kampus Paud Bintang Wedarijaksa Pati. Kegiatan ini merupakan hiburan yang sangat menarik dan lucu mengingat para peserta akan ditampilkan di panggung dengan gaya dan kreasinya sendiri. Tajuk acara yang jarang digelar ini bakal memberikan hiburan segar dan menarik bagi masyarakat umum. Agenda kegiatan ini bakal dikemas setiap tahun sekali dengan corak yang berbeda-beda. Dimana pada tahun kemarin pihaknya menyelenggarakan lomba lukis Tingkat Kabupaten. Adapun di tahun ini dengan berbagai pertimbangan matang Lomba Pokok’e Joget menjadi prioritas. Tim Lip B/10

Peduli Lingkungan, Warga Pati Olah Lahan Perkotaan

???????????????

Pati, Kepedulian terhadap lingkungan perkotaan yang dilakukan salah seorang warga Pati Kota bernama Slamet Rianto patut mendapat pujian dan dukungan. Dengan memanfaatkan lahan kosong yang terletak di Kampung Randukuning Kelurahan Pati Lor dirinya mempunyai gagasan yang baik terhadap cinta lingkungan. Keprihatinan itu muncul disaat sekarang banyak lahan perkotaan dialih fungsikan dengan berdirinya bangunan baru baik untuk ruko maupun tempat kos. Dirinya mempunyai pikiran jika semua lahan yang ada di kota berdiri bangunan tentu saja keindahan dan kesejukan akan semakin menipis.
Melihat kondisi di wilayah kota Pati yang semakin padat dan terkikisnya beberapa tanaman penghijauan dirinya berpikir jika lahan kosong yang ada di Kampung Randukuning dihijaukan dengan tanaman unggulan dan produktif. Sebagai langkah awal dirinya telah menanam puluhan tanaman buah unggulan seperti kelengkeng, sawo, sirsat, jambu, mangga, sirkaya dengan sistem organik. Demikian juga untuk menambah hijaunya lahan pekarangan, bagian bawah tanahnya ditanami jahe dan umbi rambat.
Keseriusan yang dilakukan sejak satu tahun lalu sebagai upaya untuk memberikan cinta terhadap lingkungan, tanaman dan alam. Demikian juga rasa prihatin terhadap maraknya bangunan tanpa peduli terhadap lingkungan inilah yang mendorong dirinya berusaha menghijauankan lahan yang masih tertinggal. Slamet Rianto berharap ide untuk memanfaatkan lahan pekarangan dapat menjadi acuan dan contoh yang baik bagi masyarakat dalam memanfaatkan tanah kosong. Perlu adanya tanggung jawab bersama dalam menghijaukan lahan perkotaan baik sebagai hiburan ataupun peluang usaha yang menjanjikan. Tim Lip B/10

DIANGGAP TIDAK MAKSIMAL, ANGGOTA PANWASLUCAM DAN PPL DIGANTI

???????????????Pati, sebagai langkah untuk mengawal tahapan Pemilu Pilpres mendatang, jajaran Panwaslu Kabupaten Pati melakukan evaluasi terhadap kinerja dan fakta integritas dalam tugas pengawasan pemilu di Kabupaten Pati. Sebagai wujud untuk memberikan citra baik jajaran Panwaslu dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Pati. Perlu kiranya Komisioner Panwaslu Kabupaten Pati melakukan langkah bijak dalam pergantian anggota Panwascam dan Pengawas Pemilu Lapangan. Beberapa anggota Panwascam yang dianggap menyimpang dari aturan serta tidak patut dalam menjalankan tugas pengawasan selama Pemilu Pileg diberhentikan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Pati Suyoto SH. MH dalam kesempatan Rakor Pengawasan Pemuktahiran Data Pemilih di Hotel New Merdeka itu meminta supaya jajaran Panwaslucam se Kabupaten Pati untuk selalu mawas diri dalam menjalankan tugas pengawasan secara kontinyu dan terus menerus. Mengingat tahapan Pemilu Pilpres tinggal menghitung hari saja. Suyoto juga menambahkan jika pergantian jajaran Panwaslucam dianggap mendesak dan perlu. Karena pergantian itu berdasar kinerja dan fakta integritas yang dilanggar. Pihaknya berharap dengan pergantian anggota yang tidak aktif akan memberikan angin segar dalam pengawasan tahapan bagi anggota pengganti.
Anggota Panwaslu Sukarno SH juga berpendapat jika pergantian anggota Panwaslu yang dianggap masuk angin sudah sesuai prosedur aturan yang benar. Masa tugas sebagai anggota Panwaslucam Pileg telah berakhir per 31 Mei 2014. Namun apabila memenuhi persyaratan lagi pihaknya bisa menganggat lagi sebagai anggota Panwaslucam dalam Pemilu Pilpres. Demikian juga untuk PPL yang dianggap tidak maksimal dalam kinerjanya kami memberikan kesempatan kepada Panwaslucam untuk memberikan evaluasi langkah selanjutnya dalam tugas pengawasan Pemilu Pilpres. Tim Lip B/10

Kenal – Pamit Kapolres Pati Yang Hitmat Dan Penuh Keakraban

kapolres_pati
BERSAMA : Pejabat Lama Kapolres Pati , AKBP DR. Bakharuddin Muhammad Syah, MS, MSI bersama istri (kanan) menerima bingkisan foto dari perwakilan Pokja Wartawan Pati atas kinerjanya dalam upaya pemberantasan illegal logging di Pati .

PATI – Acara ramah tamah dan pisah sambut Kapolres Pati, AKBP DR. Bakharuddin Muhammad Syah, MS, MSI digantikan AKBP Budi Haryanto, SIK di Restaurant Salza Pati, Selasa (20/05/2014) malam berjalan hitmat dan penuh keakraban.

Acara pisah sambut, kedua perwira ini, selain dihadiri seluruh anggota bintara maupun perwira dan pejabat di Mapolres Pati, juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati, Anggota DPR RI Imam Suroso yang notabene asli orang pati serta segenap jajaran FORKOMPINDA (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ) dan para Kepala SKPD Pati, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Pati, Haryanto menilai Kapolres Pati, merupakan sosok pemimpin yang suka bergaul, bermasyarakat dan bersahabat.

Diceritakannya selama bertugas di Pati, banyak sekali lika liku maupun kisah yang dijalani dalam menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif.
” Saya menilai bapak kapolres orang yang bersahabat dan bersahaja. Selama ini, beliau sudah menjalankan tugas dengan baik, dibuktikan dengan pengamanan Pilkades dan Pileg yang baru kita lewati berjalan dengan lancar dan aman serta saya mewakili segenap masyarakat Pati mengucapkan selamat jalan dan selamat menempuh jabatan baru sebagai Wadirlantas Polda Metro jaya dan kami doakan setelah dari pati dapat menjadi Dirlantas kedepannya dan mendapatkan satu melati tambahan. Sedangkan bagi bapak Budi Haryanto kami ucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Pati, ” ungkapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Kapolres baru, AKBP Budi Haryanto, SIK didampingi istri mengaku dirinya tidak akan bisa bekerja dengan baik, tanpa dukungan semua pihak.
” Saya beserta istri meminta dukungan. Sebab di kepolisian tidak akan bisa bekerja sendiri perlu kerjasama semua pihak,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, AKBP DR. Bakharuddin Muhammad Syah, MS, MSI mengakui mungkin banyak kekurangan yang dilakukan selama menjalankan tugas. Karena itu, dirinya memohon maaf.
“Mungkin banyak sekali kekurangan saya. Bahkan melukai. Tetapi itu semata-mata menjalankan tugas. Terimakasih atas kerjasama selama ini, baik pemda,segenap jajaran Forkompinda, maupun anggota, dan perwira. Saya berterimakasih atas dukungan dan kerjasama selama ini. Sedangkan bagi rekan-rekan wartawan, terimakasih kerjasama selama ini, mungkin banyak bersinggungan, tetapi pada prinsipnya kita semua bersahabat. Dan ini merupakan suatu kejadian yang sangat luar biasa karena Kapolres Pati yang baru hampir sama dengan duet Bupati dan Wakil bupati kita Haryanto dan Budi, sedangkan pak Kapolres yang baru bernama Budi Haryanto, dan saya menyakini ini semua tak lepas dari takdir dan jodoh” ungkapnya
Acara pisah sambut, semakin penuh keakraban, ketika Bupati dan Wakil bupati serta segenap jajaran Forkompinda ,Kapolres yang baru, AKBP Budi Haryanto, SIK dan Kapolres lama AKBP DR. Bakharuddin Muhammad Syah, MS, MSI bersama polwan dan ibu-ibu bhayangkari ikut menyumbangkan suaranya sambil joget oplosan bersama.
Dalam acara tersebut, juga ada pemberian cidera mata dan kenang-kenangan berupa foto ketika beliau menangkap basah kawanan pencuri kayu didaerah dukuhseti, dari Pokja Wartawan Pati kepada Kapolres lama AKBP DR. Bakharuddin Muhammad Syah, MS, MSI beserta istri sebagai wujud keseriusan beliau selama ini dalam usaha pemberantasan illegal logging. ( Yusraa )

Kinerja BPBD Pati Amburadul, Dua Relawan Gagal Ikuti Pelatihan Ketrampilan Basarnas

dua relawan bpbd patiBERITA 10.COM Dua Relawan BPBD Pati yang seharusnya mengikuti pelatihan selama 4 hari di obyek wisata kedung ombo Kab Purwodadi Grobogan merasa kecewa karena gagal berangkat Pelatihan water resque . Pengakuan dari dua Relawan Marjuki dan Salim bahwa senin ( 12/5 ) mereka di hubungi per telpon oleh Pejabat BPBD untuk segera berangkat mengikuti pelatihan Sar , dan di perintahkan untuk segera menyiapkan semua perlengkapan dan persyaratan pelatihan di antaranya surat ke sehatan dokter .Relawan yang di tunjuk ini sudah berpengalaman dan berprestasi dalam evakuasi korban, karena persyaratan utama yang untuk di berangkatkan mahir dalam berenang Sangat di sayangkan kecekatan relawan dalam menyiapkan perlengkapan dan persyararatan dalam waktu 2 jam harus selesai , tidak di imbangi dengan perintah dan tanggung jawab Kalaksa BPBD Pati karena mereka merasa di pingpong untuk mendapatkan surat tugas pemberangkatan. “Semua persyaratan dan pembekalan sudah saya siapkan, namun sayang pejabat terkait tidak siap untuk membuatkan surat tugas, saya di suruh menunggu tapi tampaknya mereka saling melimpahkan tanggung jawab nya. Di karenakan Kalaksa tidak membuatkan surat tugas bahkan mendelegasikan kepada sekretaris dan sekretaris melempar ke Kabid Pencegahan dan Kesiap siagaan ,Surat tugas seharusnya di buat oelh sekretaris yang di tanda tangani oleh pimpinan, karena Kalaksa pada saat itu ada di tempat . Ada tanggung jawab yang tidak di jalankan Oleh Kalaksa BPBD PATI dalam pembuatan surat tugas untuk relawan.” Jelas Relawan
Sunggguh Ironis memang keberadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang di tuntut untuk siap dalam penanganan bencana dan cepat dalam mengambil keputusan ternyata menyelesaikan tugas untuk membuat surat keterangan saja tidak bisa terealisasi. Dan ini memghambat kinerja dan SDM Relawan yang semestinya memperoleh ketrampilan dari Basarnas untuk penanganan Bencana gagal mereka raih. TIM BERITA 10

Mobil BNPB Melaju Kencang , Terpelosok Dan Menelan Biaya Perbaikan Besar

BHAYANGKARAUTAMA.COM. Mobil Range 4X4 orange bertuliskan BNPB yang di rancang khusus untuk operasional jalan di medan sulit dan di lengkapi dengan segala fasilitas cukup memadai diantaranya alat derek elektronik dan mempunyai kekuatan luar biasa untuk menarik , terperosok tak berdaya di desa ngastorejo kecamatan jakenan pati pada saat ada kunjungan Ibu Ganjar , Istri Gubernur Jawa Tengah .Mobil BNPB Melaju KencangKecelakaan terperosoknya mobil BNPB ini bukan karena kondisi alam waktu banjir , Jalan yang di lewati mobil ini berbeton dan untuk lebar jalan dapat di lewati 2 truck masih tersisa sedangkan ketinggian air banjir kurang dari 15 cm , Pengemudi yang kurang trampil faktor penyebab terpelosoknya mobil range 4 x 4 ini.Komentar beberapa masyarakat mobil melaju dengan kencang dan ugal- ugalan , Naas memang selang beberapa detik Ranger Sang Jawara tersungkur di tepian persawahan, karena memang bukan seorang sopir yang mengemudi melainkan kasi kesiapsiagaan Kantor BPBD PATI Taufan Wicaksono , mobil Ranger yg semestinya bisa dengan mudah untuk keluar dari kubangan justru makin lama makin amblas ketanah karena sopir tembakan ini tidak bisa mengoprasikan doble gardan yg ada di mobil itu
Yang lebih menakjubkan konon perbaikan mobil megah untuk operasional bencana ini menghabiskan biaya perbaikan besar .Dana yang seharusnya dapat di manfaatkan untuk menolong korban banjir tergerus oleh ulah Oknum Kasi BPBD PATI yang kurang trampil dalam mengemudikan mobil Range 4X4 ,
BIRO PATI TRILAS/ HARSO

OKNUM PNS BPBD PATI DI DUGA SELINGKUH DENGAN RELAWAN WANITA SAAT PELATIHAN SAR

Bhayangkarautama.com Kasi kesiapsiagaan BPBD Pati di laporkan ke Bupati terkait dengan tindakan yang memalukan di lakukan pada saat pelatihan SAR yang di adakan bulan Oktober 2013 di waduk Seloromo Kec, Gembong

oknum bpdb
Oknum PNS BPBD pati yang di duga selingkuh dengan relawan wanita anggota tim Sar saat di konfirmasi.

Dugaan perbuatan selingkuh yang di lakukan oleh Kasi Kesiap siagaan Taufan Wicaksono, SE sebagai komandan TIM RELAWAN BPBD PATI dengan peserta relawan wanita , bahwa pada saat mengikuti pelatihan di Waduk Seloromo Kec Gembong Oknum PNS ini di duga mengajak pergi hingga pulang pagi sampai jam 05,00 . Ini menjadikan resah para peserta pelatihan,ada perlakuan khusus yang di berikan kepada relawan wanita tersebut, tanpa ijin kepada komandan regu meninggalkan lokasi latihan dan hal ini sudah di laporkan kepada Kepala BPBD Pati namun tidak jelas penyelesaian dan tindak lanjutnya.Menambah lagi kebobrokan manajement yang karut marut di Kantor BPBD PATI Karena perbuatan ini di lakukan pada saat mereka mengikuti pelatihan Sar. Ini benar- benar pelanggaran etika moral dan pelanggaran di siplin PNS.
Nama baik BPBD PATI dan relawan telah di rusak citranya oleh oknum PNS tersebut padahal dia adalah seorang pejabat yang seharusnya menaungi, menjadi contoh, panutan dan wajib menjalankan program bupati ”Noto Projo Mbangun Deso” bukan malah melawan dan merusak projo di kantor BPBD PATI.
“ kami selaku relawan PB merasa terganggu dengan adanya kasus ini, karena kasus ini menjadi bahan pergunjingan di tempat umum maupun di tempat pelatihan dan masyarakat luas, jelas ini pelanggaran berat “ tegas relawan PB.
Ketika di konfirmasikan oleh wartawan, kasus dugaan perselingkuhan ini , Kasi kesiapsiagaan BPBD PATI beralasan mengantarkan pulang peserta wanita pelatihan Sar karena sakit. Anehnya, pagi hari Oknum PNS tersebut menjemput di perempatan jalan yg cukup jauh dari rumah wanita itu, kemudian kembali berdua ketempat pelatihan.
“saya tidak membawa pergi , saya antarkan pulang karena sakit dan motornya rusak dan saya jemput pagi harinya di perempatan rumah” kilahnya
( H Trilas Hartaka \ Harso Biro Pati)

KARUT MARUT MANAjEMEN BPBD PATI

ka bpdb
KEPALA PELAKSANA BPBD PATI IR SUJONO,MM

Berita 10.com Megah dan resprentatif nya gedung BPBD (BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH) pati yang di bangun dengan anggaran APBD sebesar 4 milyard tidak sekokoh dan seanggun dengan kuatnya bangunan gedung. Sangat buruk , rapuh dan amburadul kinerja dan penerapan manajemen dalam mengatur sdm dan relawan maupun penanganan korban bencana alam.Para relawan telah menghadap dan menyampaikan keluhan kepada Bupati dan Sekda Pati karena merasa didlolimi oleh kepala pelaksana BPBD PATI.

Gedung BPBD Pati mulai berdiri 14 januari 2014 sudah menyiapkan sumber daya manusia yang seharusnya di isi oleh pegawai yang profesional terdiri dari kepala bpbp,kepala pelaksana ,sekretaris, 3 kabid , dan masing masing kabid 2 kasi, (BPBD tipe A) , di harapkan dapat segera melakukan penanganan bencana alam , mampu mendata jumlah korban, memberi bantuan tepat sasaran dan profesional dalam memberikan pertolongan.Namun ironisnya justru di dalam manajemen sendiri terjadi ketimpangan koordinasi lintas bagian dan amburadul dalam memberi pertolongan korban bencana karena relawan yang terbentuk kurang profesional dan asal comot dalam perekrutan, karena tidak menggunakan landasan dasar peraturan perundanganyang ada, dan PERKA BNPB no 17 tahun 2011 tentang pedoman relawan penanggulangan bencana. Pedoman materi peraturan kepala BNPB no 17 tahun 2011 tentang pedoman relawan penanggulangan bencana, bahwa BPBD adalah lembaga pengguna relawan dalam penggunaan pengerahan massa, bukan melakukan perekrutan, sedangkan untuk perekrutan relawan adalah dari lembaga pembina atau organisasi induk relawan.

KASI KESIAPSIAGAAN BPBD PATI TAUFAN WICAKSONO,SE
KASI KESIAPSIAGAAN BPBD PATI TAUFAN WICAKSONO,SE

Sedangkan peran BNPB dan BPBD membantu lembaga/ organisasi untuk pembinaan kelembagaan dan memberi dukungan manajerial sdm untuk penguatan kelembagaan relawan.Unsur pelaksana BNPB dan BPBD dapat membentuk satuan tugas bukan melakukan pembentukan relawan, Lucunya Kepala BPBD pati melakukan pembentukan relawan TIM SAR BPBD PATI dengan kesewenangan nya tidak berdasar pada aturan BPNB pusat. Evakuasi korban bencana sangat kurang profesional karena relawan yang ditugaskan tidak memiliki peran dasar pelatihan maupun pengalaman dalam evakuasi korban, sedangkan Relawan Senior yang tergabung dalam organisasi/ kelembagaan justru di abaikan dan jarang di tugaskan dalam evakuasi korban, padahal mereka telah banyak mengenyam pelatihan dasar bahkan masuk dalam juara tingkat nasional dalam penanggulangan bencana.Ironis sekali ada apakah di balik ini ? Ada kebobrokan yang perlu di Ungkap bahwa uang lelah relawan juga tidak transparan, mereka merasa haknya di potonng tidak sesuai dengan kesepakatan.Disampaikan oleh relawan bahwa awal masuknya relawan SAR Kesbangpollinmas ke BPBD Pati Kasi Kesiap siagaan Taufan Wicaksono dengan kepala pelaksana BPBD PATI Ir Sujono MM, menjanjikan setiap evakuasi akan mendapat uang lelah Rp 100.000,- per orang .namun kenyataan Relawan senior tersebut hanya menerima Rp 20.000,- belum termasuk uang piket per orang mendapat Rp 25.000,- masih dipotong 10 % dan bahkan ada yang menerima separo, itupun hampir satu tahun baru dicairkan.

Anggota tim relawan BPBD PATI saat di konfirmasi
Anggota tim relawan BPBD PATI saat di konfirmasi

Dana evakuasi dan lain lain , mulai bulan januari – Pebruari 2012 saat terjadi banjir terbesar di kota pati pada saat itu juga di kunjungi ketua PMI pusat Yusuf Kalla , relawan hanya menerima sebesar Rp 250.000,dipotong 10% tanpa ada bukti tanda terima dari Sutiknya ( Komandan Relawan Penanggulan Bencana ) status PNS PU Bina marga propinsi yang keseharian selalu siap – siaga di Posko BPBD PATI. Hal ini menunjukan ada indikasi penyimpangan anggaran/ Korupsi di lingkungan BPBD.
Arogansi kepala Pelaksana BPBD PATI Ir Sujono MM sangat mendominasi dan tidak mendukung program Bupati NOTO PROJO BANGUN DESO , terbukti pelaksanaan BPBD di Kab pati tidak sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang telah di tetapkan oleh BNPB.
Kasus tidak kondusifnya relawan penanggulangan bencana dengan kepala pelaksana BPBD dan kasi kesiap siagaan tidak hanya sekali saja namun hal ini terjadi berulang kali, bahkan selang beberapa bulan setelah terbentuknya BPBD PATI, relawan sempat mogok tidak piket di posko BPBD,
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi cahyo tidak mengelak dan membenarkan keterangan para relawan saat di konfirmasi .”Benar mas bahwa terjadi kurang kondusif antara kalaksa BPBD dengan para relawan karena banyak anggaran yang di sunat dan tidak sesuai dengan aturan .”jelasnya.
Perihal akan di konfirmansinya kasus ini kepala pelaksana BPBD Pati Ir Sujono MM, saat di telepon tidak memberikan jawaban dan saat di klarifikasi lewat sms juga tidak ada jawaban.
Tim Relawan Senior masih berharap ada penyelesaian terbaik dari Bupati Pati untuk menyelesaikan karut marutnya manajemen BPBD PATI yang tidak berdasarkan Perda no : 4 tahun 2012 tentang organisasi dan tata kerja BPBD Pati dan PERBUB NO: 44 tahun 2012 tentang penjabaran tupoksi dan tata kerja unsur pelaksana BPBP PATI, dan berharap masih berpegang teguh dengan Slogan ” NOTO PROJO BANGUN DESO.”
(H Trilas Hartaka Pati)

Firman Soebagyo, Putra Daerah Pati Melaju Ke Senayan Untuk Kali Ke 2 Sebagai Anggota Legislatif

firman subagyoBerita 10 .com Tidak di pungkiri bahwa karena kiprah dan program ukm kerakyatan yang selalu terealisasi sampai ke desa dan terbukti nyata maka tak heran bila Masyarakat pati tetap memilih Firman Soebagyo untuk caleg DPR RI..

Hasil dari Rekapitulasi KPU menunjukkan jumlah yang sangat signifikan untuk caleg dari Golkar ini. Dari D apil III Jawa Tengah untuk Kabupaten Purwodadi Grobogan, Blora .Rembang dan Pati Firman memperoleh suara 90.757 .Perolehan suara ini mengalami kenaikan di bandingkan dengan perolehan Pileg 2009, ada kenaikan 81 persen dari perolehan pileg 2009 , firman memperoleh 40.935 Bukti nyata bahwa Politisi santun ini masih membekas di hati rakyat

POLITISI SANTUN H FIRMAN SOEBAGYO SE MH MEMBANGUN ‘ INDONESIA UNTUK DESA ‘

Di kesempatan lain Firman Ketika melihat rekapitulasi hasil perolehan suara dan terpilih kembali sebagai anggota DPR RI mengucapkan syukur Kepada Allah , bahwa dirinya masih di percaya oleh rakyat. “Alhamdulillah, saya kembali mendapat amanah dari rakyat. Kepercayaan ini, akan saya jaga dan aspirasi mereka akan saya perjuangkan lebih baik dan maksimal di Senayan,” ujar Firman Subagyo.

Politisi yang santun ini memilik sikap “ politik rasional” artinya bahwa kita hidup bukan jaman kerajaan yang kekuasaan itu hanya di peroleh dari trah raja atau karena kharisma.Kita hidup di jaman Demokrasi dimana setiap masyarakat pemilih memiliki kehendak bebas dalam menentukan semua pilihan politiknya.Hanya dengan rasionalitas politik yang matang lah , setiap kehendak bebas pada masyarakat ini dapat di kendalikan untuk kepentingan politik kita.

Dan ini saya jalankan selama lima tahun setelah saya di percaya pada Pileg periode 2009 – 2014.Dengan mengedepankan etika dan moral serta berorientasi kepada kesejahteraan rakyat saya bekerja untuk rakyat

“ Dimana program UKM, program pertanian untuk petani kelautan untuk nelayan semua saya berikan kepada rakyat dan saya kawal sampai pada penerimaan langsung tanpa sedikit ada potongan , karena ini adalah membangun Indonesia untuk desa tidak lain memberdayakan masyarakat pedesaan yang pada umumnya petani, nelayan .

Makai dari kinerja yang nyata , pesta demokrasi tidak akan terbeli karena masyarakat dapat memilih dengan hati murni , dan Insya allah “ Saya siap mengemban dan memperjuangkan rakyat lebih baik lagi, untuk lima tahun kedepan,” ujarnya

Jumlah TPS Bakal Susut di Pilpres 2014

Pati, Berbagai persoalan yang menyangkut tahapan Pemilu khusunya dalam pungut hitung menjadi persoalan yang rumit dan butuh perhatian khusus. Pengalaman berharga yang terjadi di berbagai TPS yang tersebar menjadi perhatian utama. Khusunya dalam pungut hitung Pileg 2014 yang sangat menguras tenaga, pikiran dan waktu baik pengelenggara dan pengawas pemilu. Terbukti berbagai TPS dapat melakukan penghitungan dan rekapitulasi hingga menjelang tengah malam. Kerja keras dan pengorbanan menyangkut hasil yang jelas menjadi tanggung jawab KPPS dan PPS di masing-masing desa. Berbagai kekurangan dan kelebihan menjadi perhatian yang serius bagi penyelenggara dalam evaluasi menjelang tahapan pungut hitung Pilpres 2014 mendatang.

Jukari selaku Anggota KPU Pati tidak menolak jika dalam pelaksanaan pungut hitung dalam tahapan Pileg kemarin membutuhkan tenaga ektra dalam penghitungan rekapitulasi di masing-masing TPS. Ini karena penghitungan menyangkut banyaknya caleg dan parpol. Ada wacana jika dalam Pilpres 2014 nanti jumlah TPS bakal dikurangi. Hal tersebut menyangkut jumlah pemilih di masing-masing TPS bakal menjadi 800 orang. Hal tersebut sangat berbeda jauh dibanding dalam Pileg kemarin dimana di masing-masing TPS hanya 500 orang pemilih. Jukari juga menambahkan jika dalam pungut hitung di Pilpres tidak serumit Pileg. Pihaknya memastikan jika hasil Pilpres dapat terselesaikan pada sore hari itu juga. Melihat rekapitulasi penghitungan suara Pilpres tidak serumit Pileg kemarin. Tim Lip B/10

Warta Pati Online