Warga Pati Tertipu Dua Puluh Juta, Hadiah “Sido Muncul”

ilustrasi, by google
ilustrasi, by google

Berita10.com -Pati, Modus penipuan dengan menggunakan program hadiah secara hibah yang dilakukan sindikat kejahatan dengan mengatas namakan sebuah perusahaan besar PT. Sido Muncul terjadi di Pati Jateng. Korban penipuan bernama Widya (42) warga Ngipik Rt 02 Rw 03 Kuthoharjo Pati telah tertipu uang sebesar dua puluh juta rupiah minggu lalu. Korban kepada awak media bertutur jika penipuan berawal ketika dirinya mendapat panggilan masuk melalui HP nya. Seseorang bernama Arief memperkenalkan dari perusahaan Sido Muncul yang memberitahukan jika dirinya merupakan salah satu dari puluhan warga Pati yang beruntung mendapat bantuan hibah uang sebesar Rp. 1,5 miliar. Pelaku meminta supaya dirinya mencatat no HP nya jika setiap saat menghubunginya. Selang beberapa menit lagi pelaku memberikan keyakinan jika penyerahan hadiah hibah akan dilakukan sendiri oleh artis Doni Kusuma. Pelaku minta supaya Widya menenangkan diri tidak usah terburu-buru. Sambil memberikan keyakinan dan petunjuk pengambilan hadiah, pelaku mengingatkan kepada Widya supaya hati-hati jika nantinya menerima uang sebanyak itu.

Merasa senang dan terharu karena akan mendapat bantuan hibah dari PT.Sido Muncul , seketika itu juga permintaan persyaratan administrasi pengurusan dana hibah yang diminta pelaku dituruti. Tanpa pikir panjang karena tergiur uang yang jumlahnya jutaan rupiah, korban Widya memenuhi permintaan pengiriman uang sebesar dua puluh juta rupiah melalui transfer rekening kepada pelaku. Merasa senang dan bangga korban lantas menghubungi ponsel pelaku jika uang telah ditrasfer. Dalam percakapan terakhir pelaku minta supaya dalam waktu dua hari rombongan PT. Sido Muncul beserta artis Doni Kusuma akan bersandang ke rumah Widya sembari menyerahkan dana hibah.

Merasa mendapatkan dana sampai ratusan juta, Widya dengan dibantu para tetangganya mempersiapkan diri penyambutan rombongan dengan berbagai masakan seperti sate, soto, gandul dan makanan kecil dengan jumlah biaya tidak sedikit. Merasa telah ada perjanjian antara dirinya dan pelaku tersebut jika dirinya akan menerima dana kejutan, dirinya lalu menghubungi pelaku. Dalam percakapan tersebut pelaku penyebutkan jika rombongan telah sampai Demak. Widya diminta sekitar satu jam lagi bersiap-siap untuk menerima hadiah kejutan. Rasa gelisah dan takut menyelimuti Widya dan keluarganya ketika jatah waktu yang ditunggu sudah melebihi batas tiga jam. Merasa kuwatir jika rombongan tersesat atau salah alamat, Widya melakukan kontak dengan pelaku lagi. Namun berkali-kali HP pelaku dihubungi sudah dalam keadaan mati. Ditunggu sampai malam rombongan PT.Sido Muncul belum juga datang, dirinya baru menyadari jika telah tertipu. Mengetahui dirinya merupakan korban penipuan seluruh keluarga Widya menjadi lemas. Selain tertipu uang dirinya juga tertipu berbagai menu yang telah dipesan. Dirinya mengaku jika kerugian yang dialami mencapai dua puluh lima juta rupiah, ucap Widya dengan menangis pada awak media.  /Tim Lip B10

Sidak Panwaslu Temukan Penyimpangan DPS

sidak panwaslu Berita10.com – Pati. Selama hampir satu minggu sidak pengawasan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di berbagai desa yang ada di wilayah Kabupaten Pati, masih juga ditemukan adanya penyimpangan DPS. Sidak yang dipimpin langsung jajaran Panwaslukab, Panwascam, dan PPL secara merata yang terus menerus melakukan pengecekan di tiap-tiap desa. Dalam sidak yang dilakukan sampai malam hari diketahui adanya penyimpangan PPS desa Puri Kecamatan Pati. Dalam sidak diketahui jika PPS tidak melakukan tugasnya dengan benar. Daftar Pemilih Sementara yang seharusnya ditempelkan ditempat terbuka dan ditempelkan, justru disimpan didalam laci kantor desa Puri. Dalam sidak tersebut  PPS mengakui jika DPS belum ditempelkan dengan alasan papan pengumuman rusak. PPS juga menjelaskan jika DPS akan ditempelkan di masing-masing RT. Namun ketika Ketua Panwaslukab Sunyoto SH.MM mendesak untuk melihat DPS tersebut, pihak PPS desa Puri tidak bisa menyakinkan jawaban.

     PPL Puri Joko menerangkan jika dirinya sudah berulang kali mengingatkan kepada Ketua PPS desa Puri Agus Imam, namun hingga sidak dilakukan oleh Panwaslu Pati, pihak PPS belum bergerak. Upaya pendekatan dan mengingatkan telah saya lakukan secara dini, kata Joko.

Ketua Panwaslukab Pati Sunyoto SH.MM meminta supaya semua jajaran Panwaslu dari tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa saling koordinasi dengan baik. Kita harus bersama-sama melakukan pengawasan secara periodik dan terus menerus. Sebagai pengawas harus  jeli dan teliti dalan pencermatan DPS. Panwas harus selalu mengingatkan dan memberikan masukan terhadap temuan tahapan Pilgub jateng  kepada penyelenggara. Hubungan kinerja saling kontrol diharapkan penyimpangan dan pelanggaran dapat diantisipasi, tambah Nyoto

     Tahapan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah tahun 2013 yang telah memasuki tahapan DPS adalah sangat penting dalam mencermati  adanya persoalan pemilih. Dalam tahapan ini peran aktif penyelenggara dan pengawas Pilgub  serta masyarakat luas sangatlah dibutuhkan. Jika memang diketahui adanya pemilih yang belum terdaftar secepatnya menghubungi PPS untuk didata. Adapun ditemukan adanya pemilih yang tidak layak masuk DPS peran serta masyarakat untuk melaporkan merupakan peran yang aktif. /Tim Lip B10

 

Pilgub Di Pati Disambut Adem Ayem

Berita10.com – Pati, Pilihan Gubernur Jawa Tengah tanggal 26 Mei tahun 2013 lalu merupakan pesta demokrasi bagi masyarakat Jawa Tengah dalam memilih pemimpinnya masa periode tahun 2013-2018 dengan biaya yang tidak sedikit. Di Kabupaten Pati dengan jumlah pemilih lebih dari satu juta orang yang tersebar di 21 kecamatan meliputi 406 kelurahan dan desa masih ditemui adanya kemalasan masyarakatnya untuk datang di TPS-TPS. Sebagai perbandingan yang ada di Kecamatan Pati sebagai tolak ukur wilayah di Kabupaten Pati dengan jumlah TPS sebanyak 190 dan Daftar Pemilih Tetapnya sejumlah 82 ribu lebih dijumpai adanya golput yang signifikan. Ini menunjukkan jika kesadaran warga akan pemilu masih membutuhkan perhatian yang serius.

pilgub jateng adem ayem
Dari pengawasan yang dilakukan Panwaslu Kabupaten Pati dibantu PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) di tiap-tiap desa banyak dijumpai tempat TPS yang lenggang. Bahkan sebelum jam 10.00 pagi banyak petugas KPPS istirahat dan santai. Divisi Pengawasan Panwaslu Kecamatan Pati Lukito membenarkan jika dalam pengawasan di Pilgub ini tidak ada gereget dari pemilih untuk datang ke TPS. Banyak ditemui jumlah pemilih yang hadir lebih kecil dari jumlah golputnya. Demikian juga dalam proses pemungutan suara yang dilakukan dengan kotak berjalan oleh KPPS desa Kutoharja bertempat di dalam Rumah Sakit RAA Soewondo sangat memprihatinkan. Dari jumlah pasien yang terdata sebanyak 300 orang lebih, namun yang menggunakan hak pilihnya hanya dibawah sepuluh orang. Pihaknya sangat menyanyangkan kiprah Penyelenggara baik KPU dan PPK tidak sedini mungkin memberikan informasi kepada keluarga pasien. Jika pihak penyelenggara pro aktif tentu saja para pasien yang ada akan mengambil surat undangan terlebih dahulu di rumah, ucap Lukito
Hal senada juga terucap dari Astuti warga Wedarijaksa Pati salah satu pasien di Rumah Sakit RAA Soewondo Pati. Dia juga merasa heran karena pihak rumah sakit dan PPS tidak memberikan informasi yang jelas. Akibatnya dirinya dan pasien lainnya menjadi golput. /Tim Lip B10

Sebanyak 45 Pejabat Pemkap Pati Di Lantik

noto projoBerita10.com – Pati, Sebanyak 45 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkap) Pati dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Wakil Bupati Pati, HM Budiyono, selaku Plh Bupati,di Pendopo Kabupaten, Sabtu(1/6). Bupati Haryanto ssedang berhalangan .Dari 45 pejabat yang dilantik,11 orang menduduki jabatan eselon 111dan 34 orang menjabat sebagai eselon 1V. Menurut Wabup ,mutasi dan promosi jabatan merupakan hal biasa dan telah sesuai dengan ketentuan kepegawaian. Apalagi jabatan bukan untuk seumur hidup, sehingga pasti ada evaluasi dan penyegaran, baik karena jabatan kosong maupun promosi.Saat ini, banyak jabatan yang kosong,karena pejabat sebelumnya telah purnatugas.karena itu pelantikan mendesak di lakukan agar tidak menghambat jalannya pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik.
Mutasi maupun promosi mengacu pada evaluasi kinerja dan disesuaikan kebutuhan organisasi, agar kinerja pemerintah Kabupaten Pati lebih baik lagi. Dalam kesempatan itu, Budiyono juga berpesan pejabat yang baru saja dilantik segera menyesuaikan diri dengan tempat barunya . Menginggat, pelaksanaan program dan kegiatan tahun anggaran 2013 tengah berjalan.Wabup juga menginggatkan,para pejabat untuk memegang amanah yang diberikan dengan penuh kesadaran ,keiklasan, serta tanggung jawab sebagai abdi Negara dan masyarakat.sehingga, dalam bekerja dilandasi dengan kehati-hatian dan tidak melanggar aturan.
Dengan menjalankan amanah, maka InsyaAllah akan membawa keberkahan dan kemanfaatan, baik kepada masyarakat, organisasi maupun diri sendiri dan keluarga, jelasnya.Dia menggajak pejabat baru untuk bersama-sama berbenah diri. Tugas dan tanggung jawabnya segera dilaksanakan agar proses penyelenggaraan pemerintah,pembanggunan dan pelayanan public tidak terganggu. Dengan begitu ,pemerintah berjalan lancer, kondusif, tepat sasaran dan tepat guna serta manfaat. Kami harapkan kerja sama,integritas,didikasi,loyalitas,dan komitmen dari bapak dan ibu semua untuk bersama-sama mewujudkan visi serta misi noto projo mbangun ndeso dalam membangun daerah ini, tandasnya. /Tim Lip B10

Pengusaha Wajib Dukung Buruh Untuk Coblos Pilgub Jateng

unduhan (2)Berita10.c0m-Pati, Hak setiap warga negara untuk ikut terlibat langsung dalam Pilihan Gubernur Jateng tahun 2013 adalah sama dan sejajar. Demikian juga sebagai pekerja atau buruh yang bekerja di perusahaan atau pabrik yang tersebar di wilayah Kabupaten Pati mempunyai andil yang sangat besar dalam perolehan suara terhadap salah satu calon. Mengingat potensi yang sangat besar dan menjanjikan untuk perolehan suara dan pencegahan adanya golput dilakangan pekerja sangatlah perlu jika ada peraturan yang mengatur persoalan tersebut. Jumlah pabrik dan pekerja yang mencapai ribuan orang tersebar di seluruh Kabupaten Pati haruslah menjadi perhatian Penyelenggara baik KPUD dan Panwaslu Kabupten Pati. Untuk mencegah terjadinya pelanggaran dan golput dikalangan pekerja sosialisasi dan surat edaran terkait hak dari pekerja untuk berpartisipasi dalam Pilgub Jateng sangatlah mendesak. Pihak penyelenggara secepatnya memberikan informasi kepada para pengusaha terkait aturan dan sangsi yang akan diterima jika secara sengaja menghalang-halangi pekerja untuk memilih.

Anggota Panwaslu Pati Sukarno SH dalam tugas pengawasannya menjelaskan jika barang siapa baik perorangan atau pengusaha yang menghalang-halangi atau melarang pekerjanya untuk menggunakan hak pilihnya dapat dikenakan pidana. Pasal 117 ayat 6 UU No.32 Tahun 2004 yang berisi tentang Pemerintah Daerah jelas mengatur bahwa majikan atau atasan harus member ijin kepada buruh atau pekerja untuk mencoblos baik Pilkada. Pilbug atau Pemilu. Apabila dengan sengaja melarang dalam dikenakan pidana penjara paling rendah dua bulan dan paling lama dua belas bulan. Demikian juga imbuh Sukarno ditambah denda satu juta sampai sepuluh juta rupiah besarnya. Jika ditemukan adanya intimidasi atau larangan yang terjadi pada para pekerja dari para majikan supaya melaporkan kepada Panwaslu, tambah Karno.
Joka Witarno warga Puri Pati yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja pabrik di Trangkil menyambut baik dengan munculnya peraturan tersebut. Secara jelas menyebutkan jika hak pekerja sangat dilindungi dalam memberikan suara dalam Pilgub Jateng nanti. Jika memang ada pengusaha atau majikan secara nyata menolak aturan tersebut, Panwaslu harus berani memprosesnya. Selain untuk mencegah potensi adanya golput aturan tersebut tentu saja memberikan hak sepenuhnya bagi para pekerja untuk menentukan pilihannya, tambah Joko dengan bangga. /Tim Lip B10

Jelang Pilgub, Panwas Bidik PNS Tidak Netral

panwaslu bidikBerita10.c0m – Pati, Menjelang pelaksanaan Pilihan Gubernur Jawa Tengah Tanggal 26 Mei 2013, indikasi pengerahan Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Jawa Tengah dari segi kaca mata Pengawas Pemilu Jateng semakin kuat. Dari berbagai pengawasan dan pelaporan yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu Jateng di berbagai kota dan kabupaten tercium adanya indikasi pengarahan PNS pada salah satu calon Gubernur Jawa Tengah. Mengantisipasi berbagai temuan dan dugaan adanya mobilisasi PNS, jajaran Panwaslu Kabupaten Pati secara dini melakukan pengawasan secara periodik. Memasuki tahapan Penetapan Daftar Pemilih Tetap, Kampanye, dan Pungut Hitung Panwaslu memberikan intruksi kepada jajaran Panwascam dan PPL untuk bersikap aktif dalam memberikan pengawasan terutama di kalangan Pegawai Negeri Sipil di setiap tingkatan. Ketua Panwaslu Pati Suyoto SH MH dengan tegas miminta semua PNS bisa menjaga diri untuk tidak terlibat langsung dalam mendukung salah satu calon di Pilgub Jateng nanti. Suyoto menjelaskan jika aturan pelanggaran dan hukuman disiplin bagi PNS yang terlibat langsung mendukung calon sudah tertuang pada Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS di pasal 4 ayat 15. Ditambahakan Suyoto jika pasal tersebut melarang PNS memberikan dukungan kepada calon Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah. Demikian juga kata Suyoto tidak boleh terlibat kampanye, membuat keputusan dan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan calon selama masa kampanye. Serta mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keterpihakan terhadap pasangan calon tertentu.

Suyoto juga menambahkan jika bagi PNS yang melanggar pasal tersebut akan mendapatkan hukuman disiplin sedang dan berat yang telah diatur dalam ayat 12 dan 13 pasal 4 PP No.53 Tahun 2010. Adapun hukuman disiplin sedang dapat berupa penundaan kenaikan pangkat dan gaji berkala selama satu tahun, menundaan pangkat setingkat lebih rendah selama satu tahun, kata Suyoto lagi. Adapun hukuman disiplin berat dapat berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun, pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. Kemudian pembebasan masa jabatan, serta pemberhentian secara hormat dan tidak secara hormat sebagai PNS, tambah Suyoto.
Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya pelanggaran yang dilakukan di kalangan PNS pihak Panwaslu telah berusaha memberikan sosialisasi dan informasi terkait persoalan tersebut. Dengan melalui pendekatan pada Pejabat Tinggi setempat dan kalangan PNS yang bertugas di berbagai SKPD diharapkan potensi adanya pelanggaran di kalangan PNS dapat dicegah. Mengingat sangat rawannya pergerakan PNS menjelang pungut hitung nanti, diperlukan kejelian jajaran Panwaslu dalam pengawasan di lapangan. Divisi Pengawasan Panwascam Pati Lukito dalam sidak yang dilakukan di berbagai desa meminta jajaran PPL bisa bekerja sepenuh waktu dalam pengawasan pergerakan PNS yang tidak netral, Demikian juga potensi penggunaan fasilitas negara menyangkut mobil, motor, gedung, tempat ibadah, kantor dan fasilitas lainnya menjadi pengawasan yang intensif. Kerja keras sepenuh waktu memang sangat dibutuhkan Panwaslu dalam menyikapi potensi pelanggaran yang bakal terjdi di wilayah Kabupaten Pati. Lukito menambahkan jika pengalaman dalam Pilgub Jateng tahun 2008 lalu masih ditemukan adanya oknum-oknum PNS dan jajaran BUMD secara terang-terangan memberikan dukungan kepada salah satu calon. Mengingat pasal untuk mencerat sudah jelas yang terang, jika ada PNS atau BUMD yang terlibat, Panwaslu akan lebih mudah untuk memberikan sangsi. /Tim Lip B10

Atasi Pelanggaran, Bawaslu Bentuk Posko Pengaduan

posko pengaduanBerita10.c0m – Pati, Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah secara serentak mengintruksikan jajaran Panwaslu Kabupaten dan Kota yang ada untuk merapatkan barisan dalam mencermati dan melakukan pengawasan tahapan Pilgub Jateng secara berkesinambungan. Demikian juga dengan Panwaslu Kabupaten Pati yang mempunyai personil tersebar di 21 kecamatan dan 406 kelurahan dan desa membentuk adanya Posko Pengaduan dan Pelaporan Pilgug Jateng di masing- masing wilayah. Posko yang bertempat di kantor kelurahan dan desa tersebut, melalui koordinator Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) setempat mendapat respon yang baik dari masyarakat sekitar. Ketua Bawaslu Jateng Abhan Misbhah SH dalam tugas di Pati menjelaskan jika keberadaan Posko tersebut untuk memudahkan masyarakat memberikan masukkan dan laporan terkait tahapan Pilgub Jateng. Apabila ada warga yang belum masuk DPT bisa langsung menghubungi PPL setempat. Demikian juga jika warga menemukan adanya pelanggaran Pilgub baik yang dilakukan penyelenggara atau tim sukses Posko tersebut sebagai jalan pertama untuk melapor, kata Abhan.

Dalam kesempatan lain divisi Pengawasan Panwaslu Pati Sunardi SH menambahkan jika keberadaan Posko tidak hanya pajangan saja yang tertempel di kantor desa dan kelurahan. Setidaknya masyarakat dan warga sekitar bisa memanfaatkan hal-hal terkait tahapan Pilgub. Untuk tahap ini peran serta PPL untuk melakukan pengawasan sekaligus mengingatkan warga yang belum masuk Daftar Pemilih Tetap masih terbuka hingga akhir bulan Maret 2013. Mengingat penetapan DPT tanggal 1 April 2013, tentu saja warga yang belum terdaftat bisa memberikan masukan langsung baik ke PPL atau PPS setempat untuk didaftar ulang. Sunardi juga menambahkan jika dalam penyisiran yang dilakukan Panwaskab, Panwascam dan PPL se Kabupaten Pati masih banyak ditemukan adanya persoalan daftar pemilih. Daftar ganda, meninggal, usia, pindah domisili, belum masuk daftar pemilih masih banyak ditemukan dalam proses pengawasan. Semua data temuan telah kami informasikan ke tingkat penyelenggara yaitu KPU, PPK, dan PPS untuk ditindaklanjuti. /Tim Lip B10

Jelang Pilgub Jateng, Sentra Gakkumdu Dibentuk

gakkumduBerita10.com – Pati, Menjelang pelaksanaan tahapan Pemilihan Umum Gubernur Jawa Tengah tahun 2013 ini, jajaran Panwaslu Kabupaten Pati, Kejaksaaan Negeri Pati, Polres Pati menyelenggarakan pertemuan intensif dalam pembentukan Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk tingkat Kabupaten Pati. Keberadaan Sentra Gakkumdu dirasa sangat mendesak disaat tahapan pelaksanaan Piilgub Jateng telah memasuku pemutahiran data pemilih. Pembentukan Gakkumdu yang dilakukan ketiga unsur terkait sangatlah mendesak dan perlu dalam rangka menyamakan perspeksi antar instansi dalam penanganan pelanggaran Pemilu Gubernur Jawa Tengah tahun 2013.

Divisi Pelaporan dan Tindak Lanjut Pelanggaran Pemilu Panwaslu Kabupaten Pati Sukarno SH disela-sela pertemuan tersebut menjelaskan jika pembentukan Sentra Gakkumdu dilakukan sebagai wujud untuk memberikan pandangan yang sama dalam penanganan pelanggaran Pilgub antara Panwas, Kejaksaan dan Kepolisian. Demikian juga hal tersebut dilakukan karena adanya petunjuk dari Bawaslu yang sebelumnya juga telah membentuk Sentra Gakkumdu di tingkat Pusat dan Provinsi. Sejak dibentuknya Pengawas Pemilu berdasar Undang-Undang Nomor 22 tahun 2007 berbagai macam bentuk pelanggaran Pemilu telah ditangani dan ditindaklanjuti oleh Pengawas Pemilu baik tingkat Bawaslu maupun tingkat Panwaslu daerah. Bentuk pelanggaran Pemilu yang ditangani adalah berupa pelanggaran administrasi, pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu, dan tindak pidana Pemilu. Belajar dari pengalaman tersebut, terdapat berbagai kendala dalam pengumpulan alat bukti dan pelimpahan perkara ke instansi berwenang. Melihat rumitnya pelaporan dan pelimpahan perkara Pemilu maka perlu dibentuk Sentra Gakkumdu dalam Pilgub Jateng ini, tambah Sukarno. Dia juga tidak menolak jika selama ini dalam penanganan kasus pelanggaran Pemilu kerap kali mandek di tengah jalan. Dengan terbentuknya Sentra Gakkumdu diharapkan semua pelaporan yang terkait pelanggaran Pemilu dalam terselesaikan, ucapnya.
Untuk menambah ruang gerak bagi Bawaslu serta Panwaslu dalam menjalankan tugas menangani pelanggaran pidana tersebut, Bawaslu telah memprakarsai adanya Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepolisian, Kejaksaan dan Bawaslu dalam bentuk system Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu). Berdasarkan Pokok Agenda Rakor Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil Pemilu (PHPU) di Mahkamah Konstitusi yang disampaikan Bawaslu dalam bagian catatan Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Tindak Pidana Pemilu antara Panwaslu, KPU, dan Instansi Penegak Hukum masih belum terjalinnya koordinasi yang sinergis. Melihat persoalan yang semakin menerujut tersebut secara tidak langsung semua elemen yang terkait tersebut bisa saling terbuka dalam penanganan perkara pidana Pemilu. Dalam tahapan Pilgub Jateng memasuku fase pungut hitung yang dilakukan tanggal 26 Mei 2013 semakin dekat, tentu berbagai persoalan dan pelanggaran Pemilu Pilgub Jateng bakal mencuat. Untuk memudahkan adanya pelaporan pelanggaran tersebut keberadaan Posko Sentra Gakkumdu di Kantor Panwaslu Jl. Soegiono No1 Pati sangatlah tepat dan memadahi baik personil dan fasilitasnya. /Tim Lip B10

HIV/AIDS Ancam Ibu Rumah Tangga, 70 Pengidap Meninggal

ilustrasi - berita10.com
ilustrasi – berita10.com

Berita10.com –  Pati, Maraknya praktek prostitusi yang dilakukan para pekerja seks komersial dan maraknya pergaulan bebas dikalangan warga tertentu menjadi salah satu alasan munculnya beberapa kasus terjangkitnya virus HIV/AIDS. Dari hasil survey dan temuan di wilayah Kabupaten Pati jumlah penderitanya semakin bertambah dari tahun ke tahun. Dari tahun 1996 sampai bulan Pebrusri 2013 ditemukan sebanyak 414 kasus yang terjadi. Dari sejumlah itu sebanyak 70 orang pengidap telah meninggal dunia, adapun 258 orang telah mendapat perawatan secara intensif sedangkan 86 orang belum diketahui nasibnya.

Koordinator Program Penanggulangan HIV/AIDS Pati Wahyu Indrayawan dalam sela-sela acara sosialisasi di Gedung NU Pati mengungkapkan jika beberapa kasus HIV/AIDS di wilayah Pati perlu mendapat perhatian yang serius. Mengingat dengan jumlah temuan yang ada dilapangan menjadikan Kabupaten Pati menempati peringkat kelima se Jawa Tengah. Wahyu menambahkan jika tren penularan virus mematikan tersebut selain muncul dari lingkungan lokasisasi dan pecandu narkotika jenis suntik, belakangan ini banyak para ibu rumah tangga yang tertular. Kebanyakan mereka menjadi korban dari suami-suami yang sering mampir di tempat lokalisasi. Sebagai pembanding sesuai data nasional yang ada para ibu rumah tangga yang tertular virus mematikan itu sebanyak 41,4% adapun para pekerja seks komersial hanya 8,7% saja. Ini menunjukan jika resiko ibu rumah tangga terhadap penularan penyakit HIV/AIDS sangat tinggi sekali. Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan jika penularan virus tersebut paling dominan melalui hubungan seks bebas tanpa alat kontrasepsi kondom. Serta melakukan hubungan badan langsung dengan berganti-ganti pasangan. /Tim Lip B10

Jalan Kota Rusak Parah, Warga Keluhkan Polusi Udara

jalan rusakBerita10.com Pati. Pemandangan setiap hari sepanjang jalan kota Pati arah selatan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan masyarakat jalur lalu lintas tersebut. Sudah berbulan-bulan lamanya kerusakan jalur pantura dalam kota Pati yang selalu dilewati angkutan berat baik truk dan bus menjadi agenda setiap warga. Selain kemancetan rutin dan kesemprawutan jalur lalu lintas ditambah maraknya penyebaran polusi udara yang parah sangat disesalkan warga sepanjang jalan Kiai Pupus, Ki Ageng Selo, Pananggulan dan Syeh Jangkung. Warga sangat menyesalkan lambatnya pembangunan disepanjang jalur yang saben hari padat lalu lintas. Seperti terungkap dari Rudi Widodo salah satu tokoh masyarakat desa Plangitan yang merasakan sekali dampak dari kerusakan jalan. Rasanya sudah tidak tahan lagi melihat parahnya polusi udara yang terjadi disepanjang jalur itu. Selain debu pekat yang muncul dari jalan dan knalpot tanpa henti ditambah suara bising akibat kemancetan kendaraan berat . Jika hal tersebut tanpa ada batasnya tentu saja akan membuat susah warga sekitar, terlebih terhadap dampak kesehatan balita dan anak yang rentan terhadap penyakit, keluh Wiwik.

Selain meresahkan sebagian masyarakat di sepanjang jalur itu., dampak dari kerusakan jalan kerap kali menimbulkan kemancetan yang luar biasa disaat jam padat. Dampak dari kerusakan sangat dirasakan sekali warga pengguna jalan di sepanjang kota Pati. Banyak kendaraan dari arah timur terutama angkutan jenis bus masuk melewati jalan kecil dan depan pasar Rogowonggo sebagai jalur alternatif. Akibatnya kemancetan disepanjang jalur tersebut tidak dapat terhindari. / Tim Lip B10

Warta Pati Online