Arsip Kategori: Nasional

BUPATI PATI MINTA KEPALA PUSKESMAS TEMPATI RUMAH DINAS

Pati, Pengukuhan 24 Kepala UPTD Puskesmas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pati, dilaksanakan pada Sabtu (22/9) bertempat di Aula Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Pati.

Hadir dalam acara pengukuhan tersebut, Bupati Pati Haryanto, Sekretaris Daerah Pati Suharyono, Kepala BKPP Pati Jumani, Asisten Ekbangkesra Edy Sulistiyono yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Kesehatan.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di Pati. Ia menegaskan, kemajuan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pati berada di tangan pegawai Puskesmas.
“Apalagi setelah berubah menjadi BLUD, dan beberapa Puskesmas juga harus memberikan pelayanan selama 24 jam, maka para pegawai diharapkan memberikan pikiran dan tenaga sepenuh hati dalam memimpin puskesmas masing – masing dimanapun tempat bertugasnya,” jelas tegas Bupati usai mengukuhkan para Kepala Puskesmas.

Lebih lanjut Haryanto mengatakan, adanya ketentuan mengenai puskesmas harus terakreditasi, juga merupakan sebuah tantangan tersendiri yang harus dilalui oleh para kepala UPTD Puskesmas.
“Termasuk juga kondisi yang kita ketahui bersama bahwa sistem jaminan sosial kesehatan yang dilaksanakan BPJS Kesehatan, juga masih banyak menyimpan persoalan sehingga masyarakat akan bertumpu pada puskesmas kesehatan yang terbaik”, imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar Kepala Puskesmas dan dokter berdomisili di tempat mana dia bertugas, sehingga dapat memaksimalkan kinerja dan pengabdian. Selain itu, Bupati juga menghimbau, jika ada yang bertugas maupun kegiatan di luar daerah sehingga meninggalkan pekerjaan, hendaknya melakukan pendelegasian atau dapat dititipkan pekerjaan tersebut kepada bawahan.
“Terkait menempati rumah dinas, seperti kepala puskesmas dan camat, kapolsek, danramil, itu kan fasilitas khusus, beda dengan SKPD yang lain. Maksud saya dengan ditempatinya rumah dinas tersebut, pelayanan akan menjadi lebih maksimal. Jadi tidak perlu bolak – balik karena capek. Selain itu, saya himbau agar tidak me- _mark up_-kan anggaran, dan dapat dipertanggungjawabkan sebaik – baiknya”, tandasnya.

Bupati menjelaskan, sebab Puskesmas saat ini statusnya adalah BLU, yaitu dapat merencanakan dan menggunakan sendiri. “Berbeda dengan status puskesmas zaman dulu yang harus menunggu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati,” pungkasnya. Hms/ Goes

BUPATI MOTIVASI ATLET PATI BERLAGA DI PORPROV 2018

Pati, Ratusan atlet yang akan mewakili Kabupaten Pati pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XV/ 2018, hari ini mendapatkan pembinaan mental di Pendopo Kabupaten Pati.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Saiful Arifin, Dandim 0718/Pati Letkol Arief Darmawan, Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Sigit Hartoko serta Ketua KONI Pati Edi Buntoro. Tak ketinggalan, seluruh atlet yang akan bertanding di Porprov juga turut mengikuti kegiatan pembinaan ini.

Dari sekian banyak Cabang Olahraga (Cabor) dan atlet yang ada, hanya terdapat 30 Cabor dan 261 atlet yang siap untuk berlaga pada Porprov yang akan dilaksanakan 19 Oktober 2018 mendatang di Solo.

Namun demikian, Pemkab optimis Pati dapat masuk 10 sepuluh besar se-Jawa Tengah dengan 30 Cabor yang telah lolos seleksi Pra Porprov.

“Ini belum pelepasan atlet, ini baru tahap pemberian motivasi kepada atlet. Meski begitu, sesuai kemampuan daerah, kami sudah mengakomodir pemberangkatan atlet baik yang perorangan maupun beregu”, ungkap Bupati.

Menurut Haryanto, Pemkab bahkan sudah menganggarkan kebutuhan untuk keikutsertaan di Porprov. “Nominalnya cukup lumayan. Akan tetapi kalau memang kurang, maka akan dianggarkan di APBD Perubahan”, tegasnya.

Dukungan anggaran ini menurut Haryanto, merupakan bentuk dukungan Pemkab untuk mewujudkan target 10 besar di Porprov tahun ini.

“Ini juga sudah sesuai dengan Peraturan Bupati yang ada. Termasuk juga soal bonus, itu pasti”, terang Haryanto.

Terlebih, lanjut Bupati, kini juga sudah ada alokasi anggaran yang ditempatkan di KONI.

Haryanto juga menyampaikan bahwa cabang atletik akan menjadi Cabor andalan Kabupaten Pati. Pihaknya juga optimis bahwa nanti atlet Pati banyak yang akan menyumbangkan medali emas.

“Kita jangan punya nyali yang kecil, tapi kita harus punya nyali yang besar dulu ketika bertanding, itu utamanya. Semoga nanti di tanggal 19 Oktober, tidak ada yang tertinggal, semuanya siap, dan tidak ada yang sakit”, harapnya. Hms/Goes

PATI OPTIMIS MASUK SEPULUH BESAR PORPROV 2018

Pati, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pati Edi Buntoro menyatakan rasa optimisnya jelang Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XV/2018 yang akan digelar pada 19 Oktober 2018 mendatang di Solo.

“Pati optimis dapat meraih sepuluh besar dengan 30 Cabang Olah Raga (Cabor) yang lolos seleksi Pra Porprov. Karena, di tahun 2013 saat di Purwokerto, Pati sudah masuk sebelas besar”, terangnya di sela-sela acara pembinaan mental atlet Porprov Jateng di Pendopo Pati, Sabtu (22/09).

Ketua Koni Edi Buntoro mengatakan, dari sekian Cabor dan atlet yang dikirim, yang lolos hanya sebanyak 30 Cabor dengan 261 atlet.

Pelatih dan pihak terkait, menurut Edi, akan berusaha untuk menempa lagi para atlet agar bisa masuk 10 besar.
“Sebab dari 30 cabor yang kita ikuti, 10 diantaranya merupakan cabang andalan Pati untuk Porprov Jateng, seperti Cabor senam, angkat berat, tarung derajat, panahan dan lainnya yang tidak bisa kita sebutkan semuanya,” bebernya.

Kontingen yang dianggap berat, menurut Edi, ada tiga kabupaten yakni Solo, Semarang dan Purwokerto. “Meski demikian, kami yakin dari Cabor unggulan yang dikirim akan dapat mencetak medali emas, perak dan perunggu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Ketua KONI juga meminta doa restu dari masyarakat Pati, agar bisa masuk 10 besar.

Dengan adanya pembinaan mental ini, lanjut Edi, diharapkan para atlet bisa lebih optimis jelang pertandingan dan juga dapat menambah peluang untuk bisa meraih apa yang diimpikan.

“Kami juga sudah melakukan monitoring ke Solo dan untuk reservasinya ternyata sudah dipersiapkan oleh pihak provinsi di salah satu hotel di kota tersebut,” ungkapnya.

Meski secara resmi pagelaran akbar itu dibuka dan digelar di Solo, namun Edi menjelaskan, bahwa tidak Cabor dipertandingkan di Solo. Karena ada beberapa cabang yang harus dilakukan di luar Solo seperti voli, drumband, panahan dan lain sebagainya.

Ketua KONI pun menegaskan bahwa untuk kesiapan pemberangkatan kontingen Porprov Jateng XV/2018, pihaknya sejauh ini tidak mengalami kendala. “Itu karena budgetnya sudah memadahi,” tandasnya. Hms/ Goes

PATI DIPERCAYA TUAN RUMAH LOMBA GERAK JALAN TINGKAT JATENG

Pati, Untuk kesekian kalinya Kabupaten Pati dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan tingkat provinsi. Kali ini olah raga yang akan dilombakan ialah gerak jalan 28 km tingkat Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Sigit Hartoko menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian perayaan Hari Sumpah Pemuda (HSP).

“Rencananya akan diikuti oleh 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Adapun pesertanya adalah para pemuda berusia antara 16-30 tahun yang merupakan perwakilan terbaik dari setiap kabupaten/Kota”, imbuh Sigit di rapat kordinasi persiapan lomba gerak jalan 28 km, baru-baru ini di Aula Kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati.

Untuk pelaksanaan lomba gerak jalan sendiri, akan diadakan pada 4 Oktober 2018. “Start dari halaman Stadion Joyokusumo Pati pukul 06.00 WIB, kemudian mengarah ke SMK 3 Pati menuju arah Gembong untuk kemudian kembali lagi finish di Stadion Joyo Kusumo”, terangnya

Nantinya, selain gerak jalan, pihak panitia juga akan menyiapkan acara tambahan yakni jalan santai yang dapat diikuti oleh para pelajar dan peserta umum dan diakhiri dengan hiburan band lokal ternama.

“Mari kita ikuti dan dapatkan doorprize-nya”, lanjut Sigit.

Ia pun menjelaskan bahwa lomba gerak jalan ini juga diadakan untuk menambah semangat persatuan berbagai komponen bangsa yang diwakili kaum muda untuk kembali merajut cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Jadi harapan kami, tak hanya sebuah momentum sejarah saja yang terus diperingati setiap tahunnya tapi lebih dari itu, kita dituntut untuk mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda agar rasa nasionalisme para pemuda dapat bangkit kembali”, imbuhnya.

Menurut Sigit, keragaman merupakan suatu realitas dan bukan malah menjadi alasan untuk terpecah belah. “Kami juga prihatin, kenyataan yang sering kita lihat justru bertolak belakang dengan makna dari Sumpah Pemuda. Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya perkelahian antar pemuda, kekerasan antara pelajar, maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta remaja yang cenderung lebih suka memakai produk luar negeri”, terangnya. Hms/ Goes

TAGANA MOTIVASI KARANG TARUNA PATI KERELAWANAN BENCANA

Pati, Tagana ( Taruna Siaga Bencana ) Kabupaten Pati memberikan motivasi Pelatihan Dasar Kerelawanan Bagi Karang Taruna dan Pemuda Kecamatan Pati. (sabtu, 22/9/2018). Sejumlah Anggota Karang Taruna Kecamatan Pati Jateng selama tiga hari mendapat Pelatihan Kerelawanan di Aula Kecamatan Pati khusus untuk hari kedua menghadirkan nara sumber Tim Tagana Kabupaten Pati. Sebelumnya di hari pertama sebanyak 29 anggota Karang Taruna Kecamatan Pati yang tersebar di 24 desa dan 5 kelurahan mendapat Pelatihan Dasar Kerelawanan dengan melibatkan dari TNI dan Kepolisian.
Eko Santiko SE Kasi Kesos Kecamatan Pati mengatakan jika kegiatan tersebut sebagai program Kecamatan Pati dengan tujuan membangkitkan kembali kepedulian bagi anggota Karang Taruna khususnya di Kecamatan Pati. Para peserta selama tiga hari mulai tanggal 21 sampai 23 September 2018 mendapat bimbingan dan pelatihan dasar dengan melibatkan Tim Tagana, Polsek dan Koramil Pati.
Dengan pelatihan itu diharapkan dapat meningkatkan peran serta kepemudaan di Wilayah Pati.
Tim Tagana Kabupaten Pati Mutadi didampingi sejumlah anggota memberikan paparan dan materi dasar dan pengetahuan tentang bencana dan aspek sebab akibatnya.
Salah satu peserta Rudi Widodo dari Kecamatan Pati sangat menyambut baik dengan program pelatihan kerelawanan bagi anggotanya. Diharapkan dengan kegiatan ini mampu melatih kepedulian sosial sekaligus memaju dalam tanggap darurat dalam membantu penanggulangan bencana di wilayah Pati. Sekaligus menanamkan cinta NKRI.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Pati Sindhu Iwanta mendukung program dari Kecamatan Pati dan Dinsos yang melibatkan anggota Karang Taruna dan pemuda yang ada di wilayah Pati. Goes

LPPA APRESIASI PEMKAB PATI WUJUDKAN DESA LAYAK ANAK

Pati, Dalam mewujudkan wilayah Kelurahan dan Desa di Pati Jateng Layak Anak pihak Dinas Sosial Kabupaten Pati mengadakan kegiatan fasilitasi dan inisiasi di Ruang Penjawi Hotel Safin Pati.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Din Arpusda, RSU Soewondo, Bapermades, Bag Kesra Setda, Infokom serta ( Lembaga Perlindungan Peremluan Dan Anak ) LPPA Pati.
Adapun nara sumber menghadirkan Paulus dan Yuli Sulistyo dari NGO bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( D3AKB) Jateng.
LPPA Pati sangat mengapresiasi Kelurahan dan Desa di Pati Layak Anak.
Selain materi yang dikupas oleh nara sumber, sejumlah peserta memaparkan persoalan dan masalah yang dihadapi di lapangan.
Ketua LPPA Pati Nuringtyas Sesulihati S.Pd, M.Si memberi paparan dalam diskusi tersebut menjelaskan bahwa keberadaan LPPA menjadi bukti dan contoh dalam program sosial dan kemanusiaan. Selama ini relah menjalin baik dengan semua pihak baik Dinas Terkait, Komunitas, Pramuka, Unnes, ACT dan semua pihak dalam menjalankan misi visi yang sebenarnya. Selama ini mampu memberikan motivasi dan dukungan kepada program sosial kemanusiaan warga Pati. Goes

ANGGOTA KARANG TARUNA PATI MENDAPAT PELATIHAN DASAR KERELAWANAN

Pati, Sejumlah Anggota Karang Taruna Kecamatan Pati Jateng selama tiga hari mendapat Pelatihan Kerelawanan di Aula Kecamatan Pati.
Sebanyak 29 anggota Karang Taruna Kecamtan Pati yang tersebar di 24 desa dan 5 kelurahan mendapat Pelatihan Dasar Kerelawanan dengan melibatkan Tim Tagana Kabupaten Pati, TNI dan Kepolisian.
Eko Santiko SE Kasi Kesos Kecamatan Pati mengatakan jika kegiatan tersebut sebagai program Kecamatan Pati dengan tujuan membangkitkan kembali kepedulian bagi anggota Karang Taruna khususnya di Kecamatan Pati. Para peserta selama tiga hari mulai tanggal 21 sampai 23 September 2018 mendapat bimbingan dan pelatihan dasar dengan melibatkan Tim Tagana, Polsek dan Koramil Pati.
Dengan pelatihan itu diharapkan dapat meningkatkan peran serta kepemudaan di Wilayah Pati.
Di hari pertama sejumlah peserta mendapat suport dari Camat Pati sekaligus membuka Pelatihan Dasar Kerelawanan. Camat Pati M.Budi Prasetyo, S.Sos sangat mendukung dan memberi semangat giat tersebut dalam melatih para pemuda berlatih dasar kerelawanan sekaligus memberikan motivasi dalam cinta NKRI.
Ikut dalam memberikan materi tersebut dari Koramil Pati dan Polsek Pati Kota dengan materi Bela Kebangsaan dan cinta NKRI.
Ketua Karta Kecamatan Pati Sindhu Iwanta sangat menyambut baik dengan program pelatihan kerelawanan bagi anggotanya. Diharapkan dengan kegiatan ini mampu melatih kepedulian sosial sekaligus memaju dalam tanggap darurat dalam membantu penanggulangan bencana di wilayah Pati. Sekaligus menanamkan cinta NKRI dan bela negara Indonesia. Goes

BULAN TERTIB LALU LINTAS DAN TRANSPORTASI, DIMINTA BERI MULTI MANFAAT

Pati, Pelaksanaan Bulan Tertib Lalu Lintas dan Transportasi yang rencananya akan digelar sampai dengan bulan Desember 2018 diharapkan mampu memberikan multi manfaat kepada semua elemen masyarakat khususnya para pengguna jalan. Hal ini disampaikan oleh Kapten Inf. Muhlisin Pasi Intel Kodim 0718 Pati dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Evaluasi Penggunaan Fasilitas Umum Ruang Milik Jalan pada hari Selasa (18/09) di Aula Rapat Dinas Perhubungan Kabupaten Pati.
“Kegiatan ini sangat positif, namun demikian jangan sampai terjadi tumpang tindih, Karenanya perlu pengintegrasian dan kesepahaman menyeluruh dari setiap OPD/Instansi yang terlibat. Dengan demikian kegiatan ini akan memiliki multi manfaat yang endingnya terciptanya masyarakat yang taat berkendara, lalu lintas lancar, dan pengguna jalan nyaman” ungkapnya.

Rakornis dan evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Patroli Gabungan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu di sepanjang Jl Dr Soetomo. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Sudarlan seusai rakor menyampaikan bahwa saat ini Tim akan fokus pada ruas jalan Dr. Soetomo dulu. “Sebelum arus lalu lintas di sepanjang Jl. Dr. Soetomo lancar terkendali Tim tidak akan bergeser ke ruas jalan yang lain, karenanya setelah patroli gabungan kemarin, kita tindaklanjuti dengan melakukan patroli di sepanjang jalan Dr. Soetomo untuk meberikan himbauan agar semua kendaraan parkir di sisi timur dan para PKL tidak lagi menggunakan trotoar maupun bahu jalan diluar jam yang telah diijinkan” ungkapnya.
Namun demikian untuk menjamin efektivitas dan ketaatan masyarakat, intensitas Kegiatan akan ditingkatkan ke tahap berikutnya yaitu pertama tahap sosialisasi dan edukasi di ruangan. Direncanakan pada hari Kamis (20/09) semua pemilik pertokoan dan PKL di sepanjang jalan Dr. Soetomo akan diundang untuk diberikan pemahaman dan edukasi terkait dengan aturan dan sanksi dalam penggunaan trotoar dan bahu jalan. Kedua, Patroli dan PAM di lapangan setiap pagi sampai dengan malam, direncanakan dilaksanakan mulai hari senin (24/09). Dalam tahap ini akan dilakukan edukasi kembali sampai dengan himbauan dan peringatan di tempat. Tahap Ketiga, akan dilakukan Patroli Gabungan sekaligus Penertiban kepada para pengguna trotoar dan bahu jalan yang masih tetap membandel melanggar aturan termasuk pemberian sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan penataan parkir kendaraan di sisi timur ini diharapkan arus lalu lintas di sepanjang jalan tersebut akan menjadi lancar, nyaman, aman dan terkendali. Termasuk kendaraan-kendaraan baik milik pengusaha pertokoan maupun pengunjung yang parkir di bawah lampu merah (traffic light) juga akan disterilkan.

Kepala Dinas Perhubungan, Sudarlan lebih lanjut berharap melalui kegiatan Bulan Tertib Lalu Lintas dan Transportasi ini akan terbangun sinergi dan pengintegrasian dari setiap OPD dan Instansi terkait, sesuai tugas pokok masing-masing dalam mewujudkan keteraturan dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Pati. “Tentunya kita akan melakukan maping dan menentukan skala prioritas ruas jalan mana yang akan menjadi lokasi sasaran. Disamping itu, target kita dalam melakukan patroli dan penertiban adalah per ruas jalan satu satu dulu. Setelah tertib dan arus lalu lintas lancar baru beralih ke ruas jalan yang lain” pungkasnya. Hms/Goes

MENGISI JABATAN PIMPINAN TINGGI, PEMKAB PATI GELAR SELEKSI TERBUKA

Pati, Untuk mengisi posisi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mengadakan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang mulai diumumkan hari Selasa (18/9/2018). Sedangkan pendaftaran akan dimulai pada hari Kamis, 20 September 2018. Seleksi yang digelar oleh panitia seleksi terbuka Kabupaten Pati ini, diperuntukkan mengisi tiga jabatan yang kosong, yaitu Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Suharyono selaku Ketua Pansel mengatakan, pendaftaran seleksi akan diumumkan dan dimulai 20 September serta ditutup pada Selasa, 2 Oktober 2018. Adapun syarat peserta untuk mengikuti seleksi ini, diantaranya ASN yang berusia maksimal 56 tahun, minimal memiliki pangkat Pembina atau Golongan IVa, minimal dua tahun mendukuki jabatan struktural administrator atau jabatan fungsional ahli madya serta memiliki pengalaman jabatan dalam bidang atau fungsi yang terkait. Khusus untuk posisi Kepala Dinas Kesehatan, dibutuhkan kualifikasi pendidikan S1/D-IV bidang kesehatan.
“Seleksi terbuka jabatan tinggi pratama ini tidak hanya berlaku bagi PNS di Kabupaten Pati saja, tapi terbuka bagi PNS se Jawa Tengah yang memenuhi seluruh syarat dari panitia,” terang Suharyono.

Ia menambahkan, tiap calon peserta seleksi hanya bisa mendaftarkan satu posisi jabatan saja. Selain itu, masing- masing jabatan diikuti oleh minimal empat peserta yang lolos tahapan seleksi administrasi. “Dalam seleksi ini nanti jumlah pesertanya minimal ada 12 peserta. Kalau salah satu jabatan yang dilamar kurang dari empat, maka seleksi untuk jabatan itu harus ditunda,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala DPU Pati.

Selain diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Ir Suharyono, MM, Panitia seleksi JPTP ini juga beranggotakan Kepala BKPP Drs Jumani, M.Si, serta akademisi dari UNS Surakarta Ir Ari Setiawan Msc (Eng), PhD, Tuhana SH Msi dan Dwi Sapardiyono yang merupakan pakar pemerintahan di Kabupaten Pati.

Suharyono berharap, dari seleksi terbuka ini akan terpilih kandidat pimpinan tinggi pratama yang mampu menghasilkan inovasi bagi OPD, dan bisa mendukung program kerja Bupati Pati. “Nantinya tiga kandidat terbaik dari tiap jabatan akan kami serahkan pada Bupati untuk dipilih dan dimintakan rekomendasi oleh Komisi ASN di Jakarta,” tandasnya.

Informasi selengkapnya pendaftaran seleksi terbuka ini, akan dikirimkan pansel ke setiap OPD di Kabupaten Pati atau dapat mengunjungi website BKPP Kabupaten Pati bkpp.patikab.go.id. Pengumuman ini juga akan dikirimkan ke seluruh OPD di Kabupaten Pati serta kabupaten dan kota se-Jawa tengah. Hms/Goes

PATI MAKIN DILIRIK PEMASAR MOBIL KELAS DUNIA

Pati, Kabupaten Pati merupakan kabupaten pro investasi, hal itu dapat dilihat dengan mulai tumbuh dan berkembangnya berbagai perusahaan dari beragam sektor baik itu industri pertanian, perikanan, maupun otomotif.

Tumbuhnya sektor otomotif di Bumi Mina Tani semakin ketara, saat pemasar mobil Toyota dan Honda membangun outlet pemasaran mereka di Pati.

Kini giliran Suzuki yang jatuh hati. Kemarin salah satu perusahaan otomotif berkelas dunia ini juga secara resmi membuka outlet mereka yang berada di jalan raya Pati-Juwana. Di bawah bendera PT. Remaja Adidaya Motor, perusahaan pemasar mobil ini berada langsung di bawah naungan PT Suzuki Indomobil Sales.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) berkesempatan untuk meresmikan outlet Suzuki yang ditandai dengan pemukulan gong dan dan pengecekan lokasi.

Dalam sambutannya, Safin menegaskan kembali bahwa Kabupaten Pati merupakan daerah yang sangat pro-investasi. Hal itu dibuktikan dengan proses-proses perizinan yang dipermudah, serta selalu terbuka terhadap para investor.

“Ini jelas merupakan bukti kepercayaan Suzuki pada Kabupaten Pati. Daerah ini dianggap cukup berpengaruh dan memberikan dampak signifikan dalam pemasaran produk-produk dari Suzuki”, imbuhnya.

Disadari Wabup, ini juga merupakan prospek daerah tentang bagaimana memberikan pelayanan. “Saya percaya bahwa pangsa pasar di daerah Pati lebih besar ketimbang daerah lain, sebab pertumbuhan ekonomi yang ada di Kabupaten Pati, melebihi kabupaten tetangga”, jelas Safin.

Wabup yang berlatar belakang pengusaha ini pun menambahkan, bahwa di Kabupaten Pati, tingkat orang yang miskin dengan orang yang terlalu kaya, perbedaannya tidak terlalu jauh. “Dan ini merupakan kelebihan Pati serta kondisi semacam ini merupakan pasar yang sangat menjanjikan, apa lagi jumlah penduduk Pati mencapai 1,3 juta jiwa”, lanjutnya.

Safin juga menyatakan bahwa perekonomian Pati telah tumbuh dengan baik dan merata. “Kami punya nelayan yang sangat luar biasa banyaknya, didukung juga dengan kapal – kapal yang melaut di berbagai wilayah perairan Indonesia. Jadi kami mohon bantuannya juga untuk mempromosikan Kabupaten Pati. Yang mau investasi, mari datang ke Pati”, cetusnya. Hms/Goes