Lembaga Pelindungan Anak Pati Sambangi Ngatminah

Berita 10 Pati, Jajaran Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pati Jateng menyambangi seorang gadis bernama Ngatminah (15 th) warga Dukuh Wonosemi Desa Semirejo Kecamatan Gembong Pati Jateng (selasa, 12/9/2017).

Derita Ngatminah segera perlu mendapat perhatian dari semua pihak, karena penyakit kulit aneh hingga menahun belum juga sembuh. Upaya yang dilakukan pihak keluarga, kerabat dan pihak ketiga untuk mengobati derita Ngatminah di berbagai Rumah Sakit nihil.

Berbagai pengobatan yang dilakukan pihak keluarga ke RS Sultan Agung Semarang dan RSU Soewondo Pati tidak membuahkan hasil dalam penyembuhan. Tim medis kedua Rumah Sakit itu belum bisa menyembuhkan dan menemukan jenis penyakit yang dialami Ngatminah.

Kasus tersebut membuat jajaran LPA Pati sangat prihatin sehingga berupaya untuk mencarikan solusi terbaik dalam proses penyembuhan Ngatminah. Pengurus LPA Pati memberikan semangat dan suport kepada Ngatminah dan keluarganya untuk tetap semangat.

Ketua LPA Kabupaten Pati AS Samudra didampingi Sekretaris, Bendahara dan sejumlah Anggota mengatakan jika agenda tersebut sebagai wujud kemanusian dan spontanitas jajaran LPA Pati. Kami juga akan menyampaikan persoalan ini kepada Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirat supaya melakukan koordinasi kepada Menteri Kesehatan untuk membantu derita Ngatminah.

Penyakit itu muncul pertama kali di sekitar lehernya berupa luka kecil ketika Ngatminah berusia 4 tahun atau waktu Taman-Kanak-Kanak. Dalam waktu sekejap bibit penyakit kulit melebar ke berbagai bagian tubuhnya. Awalnya penyakitnya itu dapat diobati dan bisa sembuh sementara. Namun menginjak kelas 3 SD penyakit itu kambuh lagi hingga sekarang.

Setiap hari dirinya harus tinggal dirumah sambil tiduran akibat menderita penyakit itu. Bahkan dirinya selama ini tidak dapat masuk sekolah di SD Wonosekar Gembong karena tidak bisa berjalan kaki jarak jauh. Kemauan Ngatminah untuk sekolah sangatlah tinggi terbukti dirinya memohon kepada sekolahnya untuk mengirimkan buku pelajaran atau bacaan pengetahuan dan pendidikan untuk di baca di tempat tinggalnya/ rumahnya.

Penderitaan Ngatminah sangatlah membuat iba semua pihak. Selain harus menahan rasa sakit berupa gatal dan panas di sekujur tubuhnya. Dirinya juga mengalami kesulitan untuk tidur karena luka-lukanya di bagian punggung yang belum sembuh. Demikian juga penyakit aneh di kulitnya menimbulkan bekas-bekas kulit terbakar, melepuh dan terrluka di hampir seluruh bagian tubuhnya.

Pihak Keluarga Jumiati selaku bibinya menjelaskan jika penyakit yang dialami keponakannya sudah bertahun-tahun belum sembuh. Walau telah dilakukan pengobatan di Rumah Sakit tidak ada hasilnya. Pihaknya berharap ada pihak ketiga atau dermawan yang mau membantu kesembuhan penyakit Ngatminah.

Harapannya Ngatminah bisa bersekolah kembali dan berkumpul dengan teman-temannya jika sembuh dari penyakit kulit aneh ini. Menurut kakak kandungnya bernama Sumarno dan Ida mengatakan bahwa kondisi Ngatminah dua minggu ini drop. Pihaknya juga mengaku sejak tahun 2014 lalu memang ada donatur namun hingga kini penyakitnya belum juga sembuh. Goes

Your Turn To Talk

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Designed by Tim Lip Berita10.com HIT Obat Nyamuk